Adjuvant Therapy: Pengobatan Lanjutan untuk Menghilangkan Sisa Sel Kanker

Adjuvant Therapy: Pengobatan Lanjutan untuk Menghilangkan Sisa Sel Kanker

Kesehatan 107

Adjuvant therapy, atau bahasa awamnya dikenal dengan preventative chemotherapy, merupakan pengobatan lanjutan (terapi tambahan) pada penyakit kanker. Terapi ini menargetkan sel kanker yang tidak dihancurkan oleh pengobatan utama. Dengan melaksanakannya, itu berarti lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk mengobati kanker, tetapi mampu mengurangi risiko seseorang kembali terkena kanker.

Shop with Me

Azzura Two Way Cake
IDR 27.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sweetshirt dress by H&M
IDR 200.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kuas Make Up Set Mini Travel Brush Berbagai Warna Imut Free Pouch Isi 8
IDR 9.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kaos Beautee
IDR 154.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Penggunaan

Sebenarnya, adjuvant therapy sama dengan terapi yang umum dilakukan pada kanker. Seseorang dengan kanker payudara, kanker usus besar, atau kanker paru-paru biasanya akan direkomendasikan untuk melakukan therapy. Namun, terdapat beberapa faktor yang akan dipertimbangkan sebelum merekomendasikannya sebagai pengobatan lanjutan, seperti berikut ini:

  • Telah melakukan tahap awal proses pengobatan kanker yang didiagnosis tahap awal

  • Telah melakukan proses pengobatan kanker yang didiagnosis pada stadium lanjut

  • Ditemukannya beberapa sel kanker di kelenjar getah bening

Terkadang, walaupun hasil tes pencitraan sudah menunjukkan bahwa sel kanker sudah ditemukan, adjuvant therapy tetap direkomendasikan. Hal ini karena sel kanker bisa saja berukuran mikroskopis (sangat kecil), sehingga tidak terdeteksi melalui MRI atau CT scan. Di sisi lain, bukan berarti juga seseorang masih menderita kanker. 

Adjuvant therapy bertujuan untuk menghilangkan sel kanker yang mungkin masih tersisa setelah proses pengangkatan

Adjuvant vs Neoadjuvant Therapy

Adjuvant therapy adalah pengobatan lanjutan pada kanker, sementara neoadjuvant therapy adalah pengobatan yang dilakukan sebelum pengobatan utama. Misalnya, seseorang menjalankan kemoterapi atau terapi radiasi sebelum ia menjalani operasi pengangkatan sel tumornya dengan tujuan untuk mengecilkan ukurannya. Hal ini kemudian akan lebih mempermudah proses pengangkatan sel tumor.

Mengapa begitu? Karena yang dihilangkan tidak hanya sel-sel kankernya saja, tetapi juga bagian tepinya, alias jaringan yang masih sehat di sekitar tumor. Dengan neoadjuvant therapy ini, maka seorang dokter bedah tidak perlu membuat lebih banyak jaringan sehat. Semakin kecil ukuran tumornya, maka semakin sedikit jaringan sehat yang diangkat, semakin kecil sayatan, dan semakin cepat pemulihannya.

Prosedur

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, terapi ini dapat digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar (kanker kolon), dan kanker paru-paru sel non-kecil. Pelaksanaannya biasanya dilakukan pada kanker stadium awal. Terapi ini dapat mencakup beberapa metode, seperti radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, terapi hormon, dan terapi target.

  • Kanker payudara: terapi tambahan biasanya tergantung pada jenis kanker dan jenis operasi yang dilakukan. Contohnya, radioterapi setelah lumpectomy atau mastectomy, kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang tersisa, terapi imun pada stage II atau III triple-negative breast cancer, terapi hormon untuk hormone sensitive tumors, terapi target untuk HER2-positive breast cancer, dan terapi radiasi pada kanker payudara pria.

  • Kanker kolon: kemoterapi dan/atau radioterapi tambahan biasanya direkomendasikan untuk pengobatan lanjutan stage II or stage III colorectal cancer.

  • Kanker paru-paru: terapi imun untuk kanker paru-paru sel non-kecil setelah kemoterapi.

  • Kanker paru-paru sel kecil: kemoterapi dan radioterapi tambahan untuk kanker yang didiagnosis pada tahap awal dan dapat dioperasi.

Prosedur adjuvant therapy bisa direkomendasikan untuk kanker payudara, usus besar, dan paru-paru

Adjuvant therapy merupakan strategi vital dalam pertempuran melawan kanker, seperti kanker payudara, usus besar, dan paru-paru. Terapi ini bertujuan untuk menghilangkan sel kanker yang mungkin masih tersisa setelah pengobatan utama. Melalui pengobatan ini, peluang untuk mengurangi risiko kanker kembali dapat ditingkatkan, sehingga memberikan harapan dan kesempatan bagi pasien untuk pulih kembali.