Kanker Payudara Triple Negatif, Punya Karakteristik Beda dari Yang Lain

Kanker Payudara Triple Negatif, Punya Karakteristik Beda dari Yang Lain

Kesehatan 421

Kanker payudara triple negatif atau triple negative breast cancer (TNBC) merupakan jenis kanker payudara yang langka (menyumbang sekitar 10-15% dari seluruh kasus kanker payudara). Tidak seperti kebanyakan kanker payudara lain, jenis ini tidak memiliki reseptor 3 reseptor sebagai karakteristiknya, yaitu:

  • Reseptor estrogen

  • Reseptor progesteron

  • Reseptor HER2

Reseptor sendiri adalah molekul pada permukaan sel tempat menempelnya suatu zat dan memengaruhi apa yang dilakukan oleh sel. Jika seseorang tidak memiliki ketiga reseptor tersebut (triple negatif), maka pilihan proses pengobatannya menjadi sangat terbatas.Jadi, sudah paham belum kenapa disebut triple negatif?

Gejala

Kanker payudara triple negatif cenderung tumbuh dan menyebar lebih cepat (sebesar 1% setiap harinya diantara waktu diagnosis dan tindakan operasi) serta seringkali memiliki prediksi yang lebih buruk untuk kedepannya. Gejala pada triple negative breast cancer sama dengan jenis kanker payudara lainnya, seperti:

  • Muncul benjolan atau massa

  • Terjadinya pembengkakan pada sebagian atau seluruh payudara

  • Nyeri payudara atau puting

  • Kulit payudara berlesung pipit

  • Kulit puting atau payudara mengering, mengelupas, menebal, atau memerah

  • Puting berputar ke dalam

  • Keluarnya cairan yang bukan ASI

  • Pembengkakan kelenjar getah bening jika sudah menyebar ke bawah lengan atau dekat tulang selangka

Penyebab

Alasan terjadinya kanker payudara triple negatif tidak diketahui secara pasti, tetapi kerap kali dikaitkan dengan terjadinya mutasi pada gen BRCA. Meskipun begitu, kondisi ini lebih mungkin terjadi pada wanita terutama berusia 40 ke bawah, orang dengan mutasi gen BRCA1 (mutasi genetik yang diwariskan), serta orang Hispanik.

Diagnosis

Seperti kebanyakan tes yang dilakukan pada kanker payudara, mammogram adalah langkah pertama untuk mengevaluasi benjolan yang mencurigakan. Jika diperlukan, maka selanjutnya bisa dilaksanakan tindakan biopsi jaringan payudara untuk diidentifikasi di bawah mikroskop. Pada beberapa kondisi, seseorang mungkin perlu melakukan tes MRI, USG, CT (computed tomography), atau PET (positron emission tomography). 

Perencanaan pengobatan yang akan dilakukan ditentukan berdasarkan stadium kanker dengan melihat dari 3 aspek, yaitu (T) untuk ukuran tumor, (N) apakah sudah menyebar ke kelenjar getah bening, dan (M) metastasis atau penyebarannya. Stadium dalam kanker payudara terdiri dari stadium 0-4, yang penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Stadium 0

Sel kanker hanya berada di saluran payudara.

2. Stadium 1

Sel kanker telah menyebar ke jaringan payudara terdekat.

3. Stadium 2

Terdapat tumor berukuran lebih kecil dari 2 cm dan telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak atau berukuran lebih besar dari 5 cm tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak.

4. Stadium 3

Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, tetapi belum ke organ yang letaknya lebih jauh.

5. Stadium 4

Kanker telah menyebar ke organ yang lebih jauh seperti tulang, hati, paru-paru, atau otak.

Langkah awal untuk mendiagnosis kanker payudara adalah mammogram

Pengobatan

Meskipun disebutkan bahwa pilihan pengobatan untuk kanker payudara triple negatif sangat terbatas dan masih punya kemungkinan yang tinggi untuk kembali muncul, perawatan jenis terapi masih tetap yang paling efektif sebagai pilihan perawatan. Jadi, bukan berarti bahwa kondisinya tidak dapat diobat. Pilihan pengobatannya bervariasi, seperti:

  • Kemoterapi

  • Operasi (lumpektomi dan mastektomi)

  • Imunoterapi

  • Terapi yang ditargetkan pada PARP inhibitors (sel yang mampu memperbaiki kerusakan DNA)

  • Terapi radiasi

Prognosis Kanker Payudara Triple Negatif

Tingkat kelangsungan hidup orang yang mengidap kanker payudara triple negatif biasanya tidak setinggi jenis kanker payudara lain. Biasanya ini dijadikan sebagai gambaran tentang persentase kejadian pada orang lain dengan jenis dan stadium kanker yang sama yang masih hidup dalam jangka waktu tertentu, seperti 5 tahun setelah di diagnosis.

Gambaran tersebut bukanlah waktu berapa lama seseorang akan hidup, tetapi berfungsi untuk memberikan pemahaman seberapa besar kemungkinan pengobatan yang dilakukan akan berhasil. Tingkat kelangsungan hidup ini bervariasi tergantung dari stadium kanker saat di diagnosis, yaitu:

  • Localized atau Stadium 0-1: lebih dari 90% orang masih hidup dalam 5 tahun setelah diagnosis.

  • Regional atau Stadium 2-3: lebih dari 60% orang masih hidup dalam 5 tahun setelah diagnosis.

  • Distant atau Stadium 4: lebih dari 10% orang masih hidup dalam 5 tahun setelah diagnosis.

Yang perlu diingat adalah tingkat kelangsungan hidup ini biasanya merupakan hasil dari pengalaman sejumlah besar orang penderita kanker sebelumnya, sehingga tidak dapat dijadikan patokan bahwa seseorang akan mengalami hal yang sama. Jadi, bisa saja justru seseorang memiliki kondisi yang lebih baik itu.

Jika Ladies masih punya pertanyaan lain yang belum terjawab, boleh banget manfaatkan layanan konsultasi online Newfemme!