Tips Puasa Lancar untuk Penderita Hipotensi

Tips Puasa Lancar untuk Penderita Hipotensi

Kesehatan 118

Hipotensi atau darah rendah terjadi ketika tekanan darah yang tidak normal karena terlalu rendah. Seseorang memiliki tekanan darah rendah jika tensinya kurang dari 90/60 mmHg. 

Shop with Me

Sandal tali desper 3cm GSL
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kaos Salur
IDR 119.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Gluta drink
IDR 300.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Poise Day Cream Lumwhite + SPF Tube 20 gr - Whitening Day Cream
IDR 18.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Nah, selama bulan Ramadan, ibadah puasa seharusnya tidak menjadi halangan bagi pengidap hipotensi yang ingin berpuasa. Sebab, ada beberapa tips yang membantu pengidap hipotensi untuk tetap menjalani ibadah tersebut dengan lancar.

Alasan puasa bisa membuat tekanan darah jadi turun

Segala kondisi yang mengurangi volume darah bisa memengaruhi tekanan darah normal, termasuk dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi termasuk salah satu penyebab tekanan darah rendah yang dapat terjadi pada orang sehat, maupun penderita tekanan darah rendah.

Saat puasa, mineral di dalam tubuh seperti natrium dan kalium hilang lebih cepat. Kondisi ini tentu menjadi salah satu faktor penyebab volume darah menurun, sehingga saat puasa, orang cenderung mengalami tekanan darah rendah.

Berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah, tekanan darah sistolik (tekanan darah atas) yang normal berkisar 90-120 mmHg. Tekanan darah diastolik (tekanan darah bawah) yang normal adalah 60-80 mmHg. Jika hasil pengukuran tekanan darah kurang dari normal, hal ini dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami hipotensi, termasuk saat puasa.

Kenali Gejala Hipotensi

Orang yang mengalami tekanan darah rendah biasanya akan menunjukan tanda-tanda seperti:

  • Kepala pusing atau kepala rasanya sangat ringan.

  • Pingsan.

  • Penglihatan kabur.

  • Mual.

  • Kelelahan.

  • Kurang konsentrasi.

Tips Berpuasa untuk Penderita Hipotensi

Ada beberapa tips bagi pengidap hipotensi yang ingin berpuasa agar dapat menjalani ibadah tersebut dengan lancar.

1. Cek kesehatan sebelum puasa

Sebelum berpuasa, lakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan ini dapat meliputi pengukuran tekanan darah. Pastikan dinyatakan aman untuk puasa saat memiliki tekanan darah rendah. Konsultasikan pada dokter bila sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dan tanyakan apakah obat tersebut masih boleh dikonsumsi atau harus dihentikan selama berpuasa.

2.  Perhatikan asupan makanan

Saat menjalankan ibadah puasa, wajib untuk selalu memperhatikan asupan makanan baik saat sahur maupun berbuka. Untuk menu makan sahur, sebaiknya mengonsumsi makanan yang memiliki sifat lebih lama diserap oleh tubuh. Contohnya beras, roti, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. 

Nah, kacang-kacangan bermanfaat meningkatkan tekanan darah. Jadi, pastikan untuk memasukan kacang merah, buncis, kacang polong, atau kacang hijau ke dalam menu sahur. Selain itu, kacang-kacangan juga dijadikan sebagai menu makan malam setelah berbuka puasa pengidap hipotensi, begitu juga dengan sayuran dan buah-buahan.

Ketika orang dengan tekanan darah tinggi dianjurkan untuk membatasi asupan garam pada makanan, maka saat memiliki tekanan darah rendah, makanan yang kaya akan kandungan garam merupakan makanan yang baik untuk hipotensi untuk menormalkan tekanan darah.

3. Cukupi kebutuhan cairan

Segala kondisi yang mengurangi volume darah bisa memengaruhi tekanan darah normal, termasuk dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi termasuk salah satu penyebab tekanan darah rendah yang dapat terjadi pada orang sehat, maupun penderita tekanan darah rendah.

Saat puasa, mineral di dalam tubuh seperti natrium dan kalium hilang lebih cepat. Kondisi ini tentu menjadi salah satu faktor penyebab volume darah menurun, sehingga saat puasa, orang cenderung mengalami tekanan darah rendah.

Untuk mengatasi tekanan darah rendah akibat dehidrasi saat puasa, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan tubuh minimal delapan gelas sehari. Banyaknya cairan dalam tubuh dapat membantu meningkatkan volume darah dalam arteri dan mencegah tekanan darah rendah saat puasa.

4. Lakukan olahraga ringan

Olahraga teratur adalah cara terbaik yang dapat mengendalikan tekanan darah rendah. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat menurunkan kadar hormon stres dalam darah. Akibatnya, aliran darah dalam tubuh menjadi lebih lancar dan meningkat.

Tidak perlu melakukan olahraga berat agar tekanan darah cepat naik. Pilihlah olahraga ringan selama puasa dengan jalan santai atau jogging di pagi atau sore hari. Yang terpenting adalah usahakan untuk rutin berolahraga sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu selama 15-20 menit agar tekanan darah lebih stabil.

5. Istirahat yang cukup

Memiliki pola tidur yang buruk cenderung membuat seseorang memiliki tekanan darah yang rendah. Contohnya kurang tidur, kebiasaan mimpi buruk, mendengkur, atau sering terbangun di malam hari. Maka itu, pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup untuk mencegah darah rendah saat puasa. Agar dapat memaksimalkan durasi tidur, kamu dapat tidur lebih awal setiap harinya, sehingga dapat bangun dalam keadaan yang segar saat sahur. 

Itulah tips menjalani puasa bagi penderita hipotensi atau tekanan darah rendah. Memiliki riwayat penyakit hipotensi seharusnya tidak menghambat ibadah puasamu selama satu bulan penuh, jika tekanan darah tidak mengalami fluktuasi. 

Namun, hal terpenting bagi pengidap hipotensi sebelum dan selama berpuasa adalah memantau kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Tujuannya agar kondisi kesehatanmu benar-benar aman untuk puasa. 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!