Bolehkah  Penderita Gangguan Ginjal Menjalani Puasa?

Bolehkah Penderita Gangguan Ginjal Menjalani Puasa?

Kesehatan 132

Tergantung pada Kondisi Fisik Pengidap Ginjal

Pada pengidap gangguan ginjal kronis, jumlah urine menurun drastis dan terkadang urine tidak keluar sama sekali. Ini dikarenakan ukuran ginjal mengecil dan mengalami penurunan fungsi. Berpuasa bagi pengidap ginjal kronis akan mengurangi cairan, sehingga mengurangi beban ginjal. 

Shop with Me

DVINE COLLAGEN
IDR 980.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Pigura Mahar Pernikahan Ukuran 32x22 cm
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jepitan Rambut Imut
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
One set crinkle
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Di sisi lain, pengidap ginjal kronis disarankan untuk tidak terlalu banyak minum, sebab bisa membuat tubuh membengkak karena urine yang dikeluarkan sedikit. Kondisi ini dapat menyebabkan hiperkalemia. Kelebihan air justru jadi penyebab utama kematian pengidap ginjal kronis.

Hal yang perlu diketahui juga, puasa atau tidaknya tergantung pada kondisi fisik masing-masing pengidap ginjal. Pengidap ginjal yang mengalami masalah seperti poliuria, kadar gula darah tidak terkendali, tekanan darah selalu tinggi, mengalami infeksi hingga komplikasi fungsi jantung, sebaiknya tidak berpuasa terlebih dulu. Karena berpuasa dapat menyebabkan kondisi jadi semakin buruk. 

Sementara itu, pengidap yang stabil dan tidak memiliki komplikasi lain, dapat mempertimbangan untuk menjalani puasa Ramadan. Tentu saja pengidap harus berdiskusi terlebih dulu ke dokter agar kesehatan tetap terpantau. 

Tips Menjalani Puasa untuk Penderita Gangguan Ginjal

Bila mendapatkan izin dari dokter, penderita gangguan ginjal bisa menjalani puasa dengan menerapkan sejumlah tips berikut ini.

  • Mengontrol kesehatan tubuh ke dokter secara rutin.
  • Tetap mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter.
  • Menghindari konsumsi makanan yang mengandung garam dan kalium tinggi.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengelola stres sebaik mungkin. Pasalnya, stres turut memicu produksi hormon paratiroid dan adrenokortikotropik yang bisa mengubah susunan kimia pada urine dan memicu pembentukan batu ginjal.
  • Mencukupi asupan cairan tubuh dengan minum air putih kurang lebih 2 liter sehari atau sesuai anjuran dokter berdasarkan kondisi medis terakhir. Selama berpuasa, Anda dianjurkan untuk minum air putih dengan pola 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di malam hari setelah berbuka puasa hingga menjelang sahur, dan 2 gelas saat sahur.

Pengaruh Puasa Bagi Penderita Gangguan Ginjal

Setiap harinya ginjal memiliki berbagai tugas bagi tubuh, tapi ketika berpuasa, organ ini justru diberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak. Kondisi ini menyebabkan volume urine seseorang berkurang. Nah, dengan berkurangnya volume urine ini, manfaat puasa bagi pengidap gangguan ginjal dapat membantu memberikan perlindungan khusus terhadap fungsi ginjal.

Tak cuma itu, turunnya volume air pada darah juga bisa memicu meningkatnya fungsi dan kerja sel darah merah dalam tubuh pengidap gangguan ginjal. Menariknya lagi, kondisi ini juga bisa menambah prostaglandin. Zat inilah yang dapat meningkatkan fungsi dan kerja sel darah merah.

Di samping itu, penghentian konsumsi air ketika berpuasa pada pengidap gangguan ginjal, seperti gagal ginjal, terbukti efektif untuk meningkatkan konsentrasi urine pada ginjalnya. Bahkan, bisa meningkatkan kekuatan osmosis pada urine antara 1.000–12.000 mililiter osmosis per kg air. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa memberikan perlindungan khusus terhadap ginjal.

Yang perlu ditegaskan, meski puasa memiliki manfaat bagi pengidap gangguan ginjal pengidapnya harus selalu memperhatikan kondisi kesehatannya.

Jadi intinya, semua bisa atau tidaknya pengidap ginjal berpuasa tergantung pada seberapa parah gangguan ginjal yang dialami. Maka itu, sebaiknya segera diskusikan pada dokter di Newfemme. Ayo, download aplikasinya segera di App Store atau Google Play!