Alasan Kita Tidak Boleh Sering Makan Makanan yang Dibakar

Alasan Kita Tidak Boleh Sering Makan Makanan yang Dibakar

Kesehatan 196

Biasanya, kita menggunakan arang sebagai sumber panas untuk membakar atau memanggang sesuatu, baik itu arang dari tempurung kelapa atau arang briket. Sebenarnya, arang sendiri tidak bersifat karsinogenik, tetapi menggunakannya dalam proses mengolah makanan berkaitan dengan kanker.

Shop with Me

Humanist
IDR 520.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kuas Make Up Set Mini Travel Brush Berbagai Warna Imut Free Pouch Isi 8
IDR 9.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Oil Control Facial Wash240mL
IDR 81.840
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jas Hujan Axio Assio Europe Origina
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Apa itu zat karsinogenik? Zat karsinogenik merupakan zat yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker, di mana sumbernya bisa berasal dari udara yang dihirup maupun makanan atau minuman yang dikonsumsi. Ketika kita memasak suatu makanan menggunakan suhu tinggi dan menghasilkan banyak asap, maka paparan zat karsinogenik terhadap tubuh semakin banyak. 

Makanan yang Sering Dibakar

Tentu, kita semua tahu bahwa makanan yang sering dibakar contohnya adalah daging (misal steak atau all you can eat) dan ayam (misal ayam bakar atau ayam panggang). Namun, variasi makanannya tidak hanya itu saja. Contoh makanan yang sering diolah dengan cara dibakar atau dipanggang lainnya yaitu lele, berbagai jenis ikan, bakso, tahu, seafood, bahkan marshmallow.

Cara Meminimalisir Pembentukan Zat Karsinogenik

Pastinya, akan menjadi sulit jika kita sepenuhnya menghindari konsumsi makanan yang dibakar atau dipanggang. Kita tidak bisa mengelak bahwa rasanya enak ditambah dengan aroma smoky yang semakin menggugah selera makan. Demi mengurangi pembentukan zat karsinogenik tersebut, beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah:

  • Memasak pada suhu yang lebih rendah, meskipun durasi pengolahannya cenderung menjadi lebih lama

  • Menggunakan pemanggang gas daripada menggunakan arang (pemanggang dengan bahan bakar gas menggunakan suhu yang lebih rendah dan lebih sedikit memproduksi asap, sehingga dianggap lebih aman)

  • Memastikan api padam sebelum meletakkan makanan di atas panggangan

Memanggang dengan pembakaran gas lebih aman dibanding dengan arang

Tips Makan Bakaran tetapi Tetap Sehat

Kita tidak harus sepenuhnya menghindari makanan yang dibakar atau dipanggang. Cara pengolahan tersebut telah menjadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari. Maka dari itu, strategi terbaik untuk diterapkan demi tetap menikmati lezatnya makanan tersebut adalah dengan membuat menu makanan menjadi bergizi seimbang. Ikuti tips berikut ini ya!

  1. Perhatikan porsi (sesuatu yang berlebihan itu tidak baik)

  2. Potong-potong makanan menjadi ukurang yang lebih kecil

  3. Bagilah satu piring menjadi 4 bagian, yaitu: ⅔ dari ½ bagian piring untuk makanan pokok dengan ⅓ sisanya untuk lauk-pauk; kemudian ⅔ dari ½ bagian piring lainnya untuk sayur-sayuran dengan ⅓ sisanya untuk buah-buahan. Melalui cara ini (Isi Piringku), kamu tetap dapat menikmati lezatnya daging atau ayam bakar.

  4. Tambahkan rempah-rempah ke dalam pengolahan

Ingatlah bahwa moderasi adalah kunci dalam hidup. Tidak hanya berkaitan dengan dunia kerja dan dunia pribadi, tetapi juga tentang makanan dan minuman yang dikonsumsi. Bagi orang sehat, terapkanlah isi piringku. Namun, bagi seorang penderita kanker (misalnya payudara), pembatasannya mungkin menjadi lebih ketat dibanding orang sehat.

Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang dibakar dengan sayur dan buah

Jadi, mengonsumsi makanan yang dibakar atau dipanggang memang dapat menyebabkan risiko kanker meningkat (tetapi belum tentu semua). Hal ini karena proses pengolahan tersebut menyebabkan munculnya zat karsinogenik. Sekali-sekali boleh saja, asalkan tetap diimbangi dengan buah dan sayur. Gimana nih, Ladies? Menarik tidak informasinya?

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!