Ibu Pengganti (Surrogate Mother): Dilarang di Indonesia

Ibu Pengganti (Surrogate Mother): Dilarang di Indonesia

Kesehatan 252

Surrogate Mother

Surrogate mother atau disebut juga dengan ibu pengganti, merupakan upaya yang dilakukan bagi pasangan untuk memiliki buah hati karena mereka tidak mampu menghasilkan anak dengan cara yang normal. Metodenya dilakukan dengan cara menggunakan rahim wanita lain. Singkatnya, seorang wanita dipinjam rahimnya untuk membantu pasangan suami istri mendapatkan keturunan. Terdapat 2 jenis surrogacy, yaitu:

Shop with Me

Lipstik Maybelline new york
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Dress Hitam Bunga Bunga By Theclosetlover
IDR 97.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Serum The Ultimate Brightening Glowing NSY / Anti Acne / Anti Aging / Dark Spot Serum Terbaik Masa Kini Mencerahkan Wajah, Menghilangkan Flek, Mengkenyalkan Kulit, Menyamarkan Noda Bekas Jerawat, Memutihkan Wajah, Anti iritasi dan Dapat Digunakan 14 Thn
IDR 59.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sprei kasur Bahan Polymicro
IDR 23.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

1. Traditional Surrogate

Wanita lain melakukan inseminasi buatan dengan sperma dari seorang pria dari pasangan suami istri. Ibu kandung dari bayi tersebut adalah si wanita yang hamil dan melahirkan, sementara ayah kandungnya adalah si pria dari pasangan suami istri. Setelah bayi lahir, maka anak tersebut diserahkan kepada kedua orang tuanya untuk dibesarkan bersama. 

2. Gestational Surrogate

Disebut juga dengan fertilisasi in vitro (IVF), di mana sel telur dari si ibu dibuahi oleh sel sperma dari si ayah, kemudian embrionya ditempatkan ke dalam rahim wanita lain. Wanita yang hamil dan melahirkan tidak memiliki hubungan darah dengan si bayi karena bukan sel telur-nya yang digunakan.

Surrogate mother disebut juga dengan ibu pengganti

Alasan Seseorang Butuh Ibu Pengganti

Beberapa alasan mengapa pasangan suami istri perlu menggunakan ibu pengganti utamanya adalah karena masalah kesuburan. Selain itu, kesulitan hamil juga dapat disebabkan karena ada masalah pada rahim, tidak memiliki rahim (diangkat), penyakit yang tidak membuat hamil menjadi berisiko tinggi (penyakit jantung parah), atau ketika sudah beberapa kali IVF tetapi tetap tidak berhasil.

Ketentuan Hukum Ibu Pengganti Negara Lain

Di Amerika Serikat, tidak ada undang-undang federal yang mengatur surrogacy, di mana setiap negara bagiannya akan memiliki peraturan tersendiri. Namun, ada beberapa masalah yang mungkin muncul terutama pada traditional surrogacy. Misalnya, perintah sebelum kelahiran agar bisa tercatat sebagai orang tua di sertifikat kelahiran atau orang tua non-biologis yang harus melewati proses adopsi.

Untuk menjadi seorang ibu pengganti pun tidak bisa sembarangan. Secara umum (tetapi tidak terbatas), kriterianya yaitu usia antara 21-45 tahun, sudah pernah sekali hamil (tanpa komplikasi, cukup bulan, persalinan pervagina kurang dari 5 kali, atau operasi caesar 2 kali), bertempat tinggal di lingkungan yang mendukung, bebas narkoba dan alkohol, serta lolos pemeriksaan kesehatan lengkap.

Hukum Ibu Pengganti di Indonesia

Metode surrogate mother masih sangat jarang dilakukan di Indonesia, pun mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Hal ini karena metode tersebut dilarang berdasarkan Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 127. Hukum di Indonesia hanya mengatur mengenai upaya kehamilan di luar cara alamiah dengan metode bayi tabung.

Pun untuk melakukan upaya kehamilan di luar cara alamiah ini hanya dapat dilakukan oleh sepasang suami istri yang sah, dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan, serta hanya terbatas pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa surrogate mother tergolong ilegal.

Ibu pengganti dilarang di Indonesia berdasarkan Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 127

Jadi, meskipun surrogate mother merupakan alternatif bagi sepasang suami istri untuk dapat memiliki anak, metode ini tidak diperbolehkan di Indonesia karena sudah tercantum di dalam undang-undang negara terkait larangannya. Satu-satunya cara non-alamiah yang diperbolehkan adalah bayi tabung. Bagaimana nih? Menurut Ladies, surrogate mother itu seharusnya diperbolehkan atau tidak?

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !

Komentar

User NewFemme

Zikri Sa

18 Feb, 2024 20:09

Makasih materi nya kk