Pengobatan Obesitas: Kamu Sudah Tahap Mana? (Part 2)

Pengobatan Obesitas: Kamu Sudah Tahap Mana? (Part 2)

Kesehatan 128

Diagnosis

Selain dari pengukuran IMT dan lingkar perut sebagai alat skrining untuk menentukan obesitas tidaknya seseorang, ada beberapa pengukuran lain yang dapat dilakukan untuk mendukung diagnosis tersebut. Misalnya dengan pengukuran tebal lipatan kulit (skinfold thickness), perbandingan pinggang-panggul (waist-to-hip ratio), atau dual energy radiographic absorptiometry (DEXA).

Shop with Me

Follow Me Kids Shampoo & Bath 2 in 1 800ml
IDR 125.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Papan Ujian Alat Tulis Anak Sanrio Cinnamoroll Kuromi
IDR 48.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
ROBOT Bluetooth MIC Wireless Microphone with USB C Connector
IDR 165.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Dress Bayi-Anak Perempuan Import - OS-629
IDR 67.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Dokter juga perlu mengkaji riwayat kesehatan, termasuk pola makan, tidur, aktivitas fisik, hingga faktor stres. Selain itu, orang obesitas juga perlu diperiksa kondisi kesehatannya terkait risiko-risiko yang sering muncul. Misalnya dengan tes darah untuk pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol darah, tes fungsi hati, tes jantung, tes paru-paru, tes tiroid, hingga skrining diabetes.  

Komplikasi

Obesitas tidak hanya sekedar penambahan berat badan berlebih, tetapi kondisi ini mampu meningkatkan risiko terkena berbagai macam penyakit menjadi lebih tinggi. Beberapa diantaranya yaitu diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stroke, sleep apnea, radang sendi, penyakit kandung empedu, serta penyakit hati berlemak.

Obesitas dapat menjadi sumber berbagai penyakit

Pengobatan

Profil kesehatan akan menentukan rencana pengobatan seseorang dengan obesitas, di mana prosesnya dilakukan secara bertahap dan melibatkan banyak faktor. Intinya, dimulai dari kondisi yang paling mendesak, kemudian menindaklanjutinya dengan rencana penurunan berat badan jangka panjang. Program ini akan berhasil jika komitmen itu ada.

1. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup, seperti pola makan perlu didiskusikan bersama dengan seorang ahli gizi. Perencanaan makan (nutrition plan atau meal plan) akan berbeda tiap-tiap orang, sehingga sifatnya terpersonalisasi (tergantung usia, jenis kelamin, IMT saat ini, kebiasaan makan, kemudahan akses terhadap makanan, hingga pertimbangan alergi atau pantangan makan). 

Beberapa bentuk penyesuaian yang dapat dilakukan misalnya dengan pengurangan porsi, memperbanyak atau mengurangi konsumsi zat gizi tertentu daripada yang lainnya. Selain itu, jika memiliki kebiasaan sedentary, maka aktivitas fisik perlu ditingkatkan. Berat badan dapat turun lebih efektif apabila menggabungkan antara diet dan olahraga.

Olahraga tersebut juga tidak mengharuskan seseorang pergi ke gym. Ada banyak jenis workout yang bisa dilakukan di rumah dengan peralatan seminimal mungkin. Mulailah secara bertahap, dari intensitas yang ringan kemudian semakin lama semakin meningkat. Kecocokan dengan jenis workout juga harus ditemukan. 

Penanganan obesitas dimulai dari perubahan gaya hidup, seperti pola makan dan aktivitas fisik

2. Terapi Perilaku

Seorang tenaga profesional kesehatan mental turut ikut berkontribusi terhadap proses penurunan berat badan orang obesitas. Mereka dapat membantu seseorang untuk mengelola stres dan mengatasi faktor emosional serta psikologis, yang mungkin menjadi salah satu pemicu kebiasaan tidak baik berkaitan dengan obesitas

Melalui konseling, seseorang akan dibantu untuk mengubah pola pikirnya ke arah yang lebih positif, yang bertujuan untuk mendukung perubahan perilaku. Upaya penurunan berat badan akan memengaruhi seseorang dalam berbagai tingkatan, tak jarang banyak yang merasa kesulitan, sehingga dirinya juga perlu mendapatkan dukungan dari sisi kemanusiaan dan sisi praktis.

3. Obat

Selain diet dan olahraga, seseorang mungkin juga akan diberikan resep obat oleh dokter. Obat di sini umumnya bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan lain terkait obesitas, tetapi juga bisa sebagai alternatif jika penurunan berat badan tidak berhasil, misalnya dengan obat penurun nafsu makan dan penghambat penyerapan lemak. 

4. Operasi

Upaya terakhir untuk menurunkan berat badan adalah dengan pembedahan yang disebut operasi bariatrik. Prosedur tersebut akan mengubah sistem pencernaan, yaitu dengan membatasi jumlah makanan yang dapat dikonsumsi atau mencegah tubuh menyerap makanan dan kalori, bahkan bisa pula keduanya. Operasi ini juga mengubah faktor hormonal dalam sistem pencernaan untuk memengaruhi metabolisme dan rasa lapar. 

Langkah ini tidak bisa diambil begitu saja dan bukan solusi yang cepat, pun tidak semua orang boleh melakukannya. Dokter akan mempertimbangkan apakah seseorang boleh menjalaninya atau tidak berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini karena operasi bariatrik merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan risiko serius. 

Kesimpulannya, obesitas tidak hanya sekedar kelebihan berat badan, tetapi justru merupakan sumber ladang penyakit. Proses pengobatannya pun tidak sebentar, semuanya butuh proses dan melibatkan banyak faktor. Mulai dari perubahan gaya hidup, dukungan lewat terapi, obat-obatan jika diperlukan, hingga pilihan paling berisiko seperti operasi bariatrik.

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !