Operasi Bariatrik, Cara Menurunkan Berat Badan Namun Tidak Untuk Semua Orang

Operasi Bariatrik, Cara Menurunkan Berat Badan Namun Tidak Untuk Semua Orang

Kecantikan 595

Operasi bariatrik memang bertujuan untuk menurunkan berat badan, tetapi prosedur ini dimaksudkan untuk membantu orang obesitas. Cara ini biasanya adalah pilihan terakhir ketika metode penurunan berat badan lainnya tidak berhasil dan kondisi obesitas yang diderita dapat menimbulkan risiko yang lebih besar lagi jika tidak dilakukan tindakan. 

Shop with Me

Zinc Zink Capsule Tiens Original Suplemen Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Peninggi Penggemuk Badan Dewasa Anak Kecerdasan Otak Permanen ampuh Obat herbal Alami Termurah Isi 60 Kapsul
IDR 152.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sandal tali desper 3cm GSL
IDR 35.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Lipstik Maybelline new york
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Wardah Crystal Secret Essential Package (Cleanser 100 ml, Serum 20 ml, Day Cream 30 g)
IDR 397.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Bariatric surgery bekerja dengan memodifikasi sistem pencernaan seseorang, biasanya lambung dan terkadang usus halus, untuk memengaruhi bagaimana makanan dicerna. Perut atau lambung akan dibuat menjadi lebih kecil, sehingga orang akan cepat kenyang walaupun hanya makan sedikit. Prosedur ini juga dapat mengurangi sinyal lapar dari sistem pencernaan ke otak.

Siapa Saja yang Bisa Melakukan Operasi Bariatrik?

Operasi bariatrik tidak bisa dilakukan oleh siapa saja, ada beberapa kondisi tertentu yang diperbolehkan. Tindakan ini merupakan pengobatan jangka panjang yang diprioritaskan untuk obesitas kelas III. Hal ini karena mereka dengan kondisi tersebut akan sulit menurunkan berat badannya hanya dengan perubahan diet dan olahraga saja. 

Seseorang yang mengalami obesitas berisiko untuk mengalami kondisi kesehatan atau penyakit kronis lainnya. Maka untuk mencegah munculnya terjadinya hal tersebut, dilakukanlah bariatric surgery agar faktor risiko tersebut dapat membaik. Mereka yang akan menjalankan prosedur ini, mungkin sudah atau berisiko terkena salah satu penyakit berikut ini.

  • Kolesterol tinggi (hiperlipidemia)

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

  • Gula darah tinggi (hiperglikemia)

  • Diabetes tipe 2

  • Penyakit jantung

  • Penyakit ginjal

  • Obstructive sleep apnea

  • Osteoartritis

  • Non-alcohol Related Fatty Liver Disease (NAFLD)

  • Kanker 

Operasi bariatrik dilakukan ketika orang obesitas tidak berhasil menurunkan berat badannya hanya dengan diet dan olahraga

Syarat

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tidak semua orang bisa melakukan operasi bariatrik. Mereka yang sudah didiagnosis obesitas tingkat III lah yang bisa. Ciri-ciri orang yang terkualifikasi untuk menjalankan operasi penurunan berat badan sedikit berbeda antara dewasa dan remaja, seperti penjelasan sebagai berikut ini:

  • Indeks massa tubuh 40 kg/m² atau lebih (dewasa)

  • Indeks massa tubuh 35 kg/m² dan setidaknya punya satu masalah kesehatan terkait, misal diabetes atau penyakit jantung (dewasa)

  • Indeks massa tubuh 40 kg/m² dan punya kondisi medis terkait obesitas (remaja)

  • Indeks massa tubuh 35 kg/m² dan punya kondisi medis parah terkait obesitas (remaja)

Kriteria operasi adalah Indeks Massa Tubuh >35 kg/m² dengan satu kondisi medis terkait

Prosedur

Sebelum menjalankan operasi bariatrik, seseorang biasanya harus berada dalam keadaan fisik dan mental yang sehat dan lolos skrining medis tertentu untuk memastikan operasi aman untuk dilakukan. Kebiasaan merokok, minum alkohol, atau obat-obatan tertentu harus dihentikan sebelumnya. Kemudian, beberapa minggu sebelum operasi, pasien diminta untuk menjalankan diet pra-bariatrik. 

Prosedur operasi bariatrik dilakukan dengan metode invasif minimal (laparoskopi), artinya dokter bedah hanya akan membuat sayatan kecil agar penyembuhannya lebih cepat dan rasa sakitnya tidak banyak, serta meminimalkan potensi munculnya jaringan parut jika dibandingkan dengan operasi terbuka. Terdapat 4 jenis operasi bariatrik, yaitu:

  1. Gastric Sleeve

  2. Gastric Bypass

  3. Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch (BPD-DS)

  4. Stomach Intestinal Pylorus Sparing Surgery (SIPS)

Dokter akan menentukan jenis operasi mana yang paling sesuai untuk dilakukan setelah melakukan pengkajian secara menyeluruh. Setelah operasi selesai, seseorang perlu menerapkan diet bertahap, mulai dari makanan cair, makanan lunak, hingga makanan biasa. Terkadang, hanya dengan minum air putih saja, perut bisa kenyang.

Dampak Bariatric Surgery Terhadap Kesehatan

Mayoritas orang yang menjalankan operasi bariatrik (90%) kehilangan sekitar 50% dari kelebihan berat badannya, besarnya juga tergantung dari jenis operasi yang dilakukan. Banyak dari mereka yang berhasil mempertahankan berat badan stabil dalam 2 tahun kedepan, kemudian berhenti atau bertambah setelahnya. Dampak lain dari operasi bariatrik terhadap kesehatan adalah:

  • Mengurangi hormon lapar dan meningkatkan metabolisme tubuh

  • Mampu menjaga kadar kolesterol dan gula darah

  • Kesempatan untuk hidup lebih lama dan lebih sehat

Jadi, operasi bariatrik hanya ditujukan untuk seseorang yang telah didiagnosis obesitas tingkat III. tujuan dari prosedur ini adalah untuk menghindari faktor risiko yang mungkin muncul dan dapat mengancam jiwa. Setelah melakukannya, berat badan seseorang bisa turun hingga lebih dari 50%. Sudah terjawab belum rasa penasarannya? Kalau belum, boleh tanyakan di kolom komentar ya.