Perokok Pasif, Bukan Berarti Lebih Sehat dari Perokok Aktif

Perokok Pasif, Bukan Berarti Lebih Sehat dari Perokok Aktif

Kesehatan 116

Perokok pasif merupakan definisi bagi seseorang yang menghirup asap rokok atau produk tembakau lainnya yang dihisap oleh orang lain secara tidak sengaja. Asap rokok yang termasuk di sini adalah asap yang dikeluarkan saat dihembuskan, yang dihasilkan oleh ujung rokok atau vape, serta asap yang tersisa setelah rokok atau produk tembakau lainnya dimatikan.

Shop with Me

Twistcho Alat Olahraga Pelangsing TF
IDR 57.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Follow Me Kids Shampoo & Bath 2 in 1 800ml
IDR 125.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
POTENCE PUSH UP BAR S / ALAT BANTU PUSH UP
IDR 34.950
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
6PCS Busa Peredam Suara untuk studio musik / ruangan 30x30x3CM - SFS1
IDR 52.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Dampak Kesehatan bagi Perokok Pasif

Paparan asap rokok tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga merusak kesehatan. Asap rokok itu tidak hanya masuk ke dalam paru-paru, tetapi juga ke udara sekitar, bahkan lebih banyak. Seorang perokok pasif memiliki risiko terkena penyakit yang sama dengan perokok aktif, di mana janin dan anak-anak termasuk ke dalam kelompok rentan. Berikut kondisi medisnya:

Risiko kesehatan pada perokok pasif tidak kalah berbahaya dibanding perokok aktif

1. Kanker Paru-Paru

Pastinya, kanker paru-paru adalah dampak kesehatan yang muncul dipikiran kita semua. Namun, faktanya tidak selalu seperti itu. Lebih banyak perokok pasif meninggal karena penyakit jantung daripada kanker paru-paru. Meskipun begitu, risiko kanker paru ini akan lebih tinggi jika seseorang tinggal bersama perokok aktif. 

2. Kanker Lain

Tak hanya kanker paru, tetapi ada pula jenis kanker lain yang banyak diderita perokok pasif, seperti kanker kepala dan leher, kandung kemih, ginjal, kerongkongan, pankreas, dan acute myelogenous leukemia. Lebih lanjut, ada satu penelitian melaporkan bahwa risiko kanker serviks meningkat pada perokok pasif.

3. Penyakit Jantung dan Stroke

Perokok pasif memiliki risiko 25-30 % terkena penyakit jantung dan 20-30% terkena stroke. Perlu diingat bahwa tidak ada sama sekali batas minimal paparan asap dari rokok, bahkan paparan kurang dari 30 menit saja dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang berhubungan dengan penyakit jantung. Jadi, tidak terpapar adalah hal yang paling penting untuk menghindari segala macam penyakit akibat rokok. 

4. Infeksi atau Sakit Paru-Paru

Penyakit sistem pernapasan yang dapat muncul pada seorang perokok pasif adalah asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Selain itu, mereka yang awalnya sudah memiliki infeksi di paru-paru, seperti pneumonia, memiliki kecenderungan yang tinggi untuk masuk ke perawatan intensif dan membutuhkan ventilator untuk bantuan bernapas.

5. Komplikasi Kehamilan dan Cacat Lahir

Sindrom kematian mendadak adalah salah satu risiko yang cukup tinggi pada anak kecil yang berlaku sebagai perokok pasif. Selain itu, paparan asap rokok selama kehamilan akan meningkatkan risiko keguguran, lahir mati, hingga berat badan lahir rendah, dan cacat jantung bawaan. Baik itu menjadi seorang perokok aktif atau pasif, keduanya sama-sama berbahaya bagi janin.

Lindungi Si Kecil

Sudah disinggung beberapa kali sebelumnya, anak-anak adalah kelompok yang rentan terhadap dampak asap rokok. Hal ini karena saluran pernapasan, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Anak yang tinggal bersama orang tua perokok memiliki risiko yang tinggi untuk mengembangkan:

  • Asma

  • Pneumonia

  • Bronkitis

  • Meningitis

  • Infeksi telinga

  • Batuk dan pilek

Yuk berikan proteksi ekstra agar si kecil tidak terpapar asap rokok

Menghindari paparan asap rokok mungkin terdengar mustahil, terlebih pada tahun 2021, Kemenkes melaporkan bahwa jumlah perokok aktif Indonesia mencapai 69,1 juta. Sudah banyak tersedia area yang bebas asap rokok, tetapi masih sulit untuk benar-benar bebas dari paparannya dan tidak semua orang mau untuk berhenti merokok. Menurut Ladies bagaimana nih? Punya tips yang bisa dibagikan tidak? Yuk sharing!