Pentingnya Keamanan Pangan Bagi Penderita HIV/AIDS

Pentingnya Keamanan Pangan Bagi Penderita HIV/AIDS

Kesehatan 115

Orang yang mengidap HIV/AIDS menjadi lebih rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Virus HIV ini merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga penderitanya rentan terkena penyakit infeksi oportunistik, seperti penyakit bawaan makanan (foodborne illness) yang diakibatkan oleh bakteri atau patogen. 

Shop with Me

Follow Me Kids Shampoo & Bath 2 in 1 800ml
IDR 125.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Fortiboost Immuno Sirup 60mL - Syrup Jaga Daya Tahan Tubuh
IDR 48.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Dress Bayi-Anak Perempuan Import - OS-629
IDR 67.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Konicare Minyak Telon Extra Lemongrass 125 ml
IDR 55.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang melemah, sekalinya penderita HIV/AIDS mengalami foodborne illness, maka kondisinya bisa bertahan lebih lama, terkadang hingga perlu dirawat inap, atau bahkan meninggal dunia. Maka dari itu, mereka sangat perlu memperhatikan proses penanganan, persiapan, hingga konsumsi suatu makanan, baik yang diproduksi sendiri di rumah maupun dibeli di luar rumah.

Orang dengan HIV/AIDS harus menerapkan langkah-langkah keamanan pangan agar terhindar dari foodborne illness

Mikroorganisme Penyebab Foodborne Illness

Ketika menderita foodborne illness, beberapa gejala yang umum terjadi diantaranya yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, diare, mual, muntah, sakit perut, hingga kematian. Patogen utama yang mengganggu keamanan pangan sehingga menyebabkan foodborne illness yaitu:

  • Campylobacter jejuni: terdapat di air yang terkontaminasi, susu tidak dipasteurisasi, dan daging, unggas, serta kerang kurang matang dan mentah

  • Cryptosporidium: air terkontaminasi (air kolam renang atau danau), makanan tidak matang

  • Escherichia coli: daging tidak matang, susu dan jus tidak dipasteurisasi, buah atau sayur segar terkontaminasi, manusia

  • Listeria monocytogenes: hot dog, cold cuts, sosis, deli meat, keju lembut, susu tidak dipasteurisasi, seafood asap, salad

  • Noroviruses: kerang-kerangan, makanan terkontaminasi kotoran manusia, makanan siap saji yang disentuh oleh pekerja terkontaminasi

  • Salmonella: telur, daging, unggas mentah atau setengah matang, susu dan jus tidak dipasteurisasi, keju, seafood, buah atau sayur terkontaminasi

Keamanan Pangan di Rumah

1. Memastikan Bahan Makanan Matang dan Bersih

Langkah utama dalam keamanan pangan adalah memastikan produk hewani, seperti daging, unggas, ikan, dan seafood dimasak hingga suhu internal minimum. Caranya adalah dengan mengukur suhunya menggunakan termometer makanan. Selain itu, makanan yang sebelumnya beku atau dingin juga perlu dimasak kembali. Buah-buahan atau sayur-sayuran juga perlu dicuci hingga bersih sebelum dikonsumsi.

2. Memastikan Pengolahannya Benar

Bakteri patogen yang ada di dalam makanan tidak bisa dilihat, dicium, atau dicicipi. Maka dari itu, proses persiapan dan pengolahan makanan harus dilakukan secara benar. Cara mudah menerapkannya adalah dengan mengingat 4 prinsip dasar, yaitu clean,  separate, cook, dan chill.

  • Clean: selalu cuci tangan dan permukaan yang akan bersentuhan langsung dengan bahan makanan secara berkala.

  • Separate: pisahkan makanan matang dan makanan mentah untuk menghindari kontaminasi silang dengan cara membedakan tempat penyimpanannya, talenan yang digunakan, hingga posisinya di dalam kulkas.

  • Cook: masak hingga mencapai suhu internal minimum yang tepat (cek di sini)

  • Chill: dinginkan makanan sesegera mungkin untuk memperlambat pertumbuhan bakteri berbahaya (cek di sini)

Terapkan clean, separate, cook, and chill ketika memasak di rumah

Keamanan Pangan di Luar Rumah

Yang perlu dilakukan ketika memakan makanan di luar rumah adalah dengan mengamati makanannya. Beritahu pelayan untuk memasak semua makanan hingga matang atau tanyalah kepada mereka jika kamu meragukan bagaimana cara suatu makanan dibuat. Selain itu, lebih baik menghindari makanan prasmanan. Hal ini karena makanan-makanan yang tersaji sering kali sudah terlalu lama berada di suhu ruang.

Nah, itulah pentingnya keamanan pangan bagi penderita HIV. Hal ini karena penderitanya lebih rentan terhadap infeksi, termasuk penyakit bawaan makanan (foodborne illness). Setiap makanan yang dikonsumsi harus matang sempurna dan dalam keadaan bersih. Memasak sendiri di rumah mungkin menjadi pilihan yang lebih baik daripada membeli di luar.

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!