10 Dampak Diabetes Terhadap Kulit

10 Dampak Diabetes Terhadap Kulit

Kesehatan 164

1. Acanthosis Nigricans

Munculnya bercak gelap, tebal, dan lembut yang muncul di lipatan tubuh, seperti leher, ketiak, atau selangkangan. Terkadang ia juga bisa ditemukan pada tangan, siku, atau lutut. Kondisi seperti ini sering terjadi pada orang kelebihan berat badan yang mengalami resistensi insulin. Cara mengatasinya adalah dengan mencapai berat badan normal, sehingga resistensi insulin dapat diperbaiki.

Shop with Me

Follow Me Kids Shampoo & Bath 2 in 1 800ml
IDR 125.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
ACCESSORIES ANAK : RICO - PAKET suspender + bow tie - dasi kupu anak
IDR 39.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Advanced Acne Protection Day Cream
IDR 31.200
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Newfemme Hoodie
IDR 270.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

2. Diabetic Dermopathyq

Dermopati terlihat seperti bercak cokelat muda atau merah dan bersisik yang berbentuk oval atau melingkar. Tanda ini bukanlah bintik-bintik penuaan dan paling sering muncul di bagian depan kedua kaki (tulang kering). Kondisi ini terjadi karena kurangnya suplai darah ke kulit. Bintik-bintik ini tidak terasa sakit, gatal, atau terbuka, sehingga tidak memerlukan pengobatan.

3. Necrobiosis Lipoidica

Munculnya bercak berwarna kuning dan terlihat kemerahan atau cokelat pada kulit. Bentuknya kecil menonjol seperti jerawat. Ketika kondisinya semakin parah, ia akan membengkak dan mengeras, kemudian terasa gatal dan nyeri. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan lemak dan kolagen di bawah permukaan kulit. Pengobatannya dapat menggunakan krim steroid.

4. Bullosis Diabeticorum (Diabetic Blisters)

Diabetic blisters terlihat seperti luka bahwa yang melepuh dan umumnya muncul di kaki atau terkadang di lengan dan tangan. Kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya, tidak menimbulkan rasa sakit, serta tidak berbekas. Meskipun jarang sekali terjadi, tetapi perlu dipastikan agar kadar gula darah tetap normal untuk mencegah terjadinya lepuh diabetes ini.

5. Eruptive Xanthomatosis

Muncul benjolan kecil kuning dan keras (seperti kacang polong) di punggung tangan, kaki, lengan, tungkai, atau bokong, yang terasa gatal, bertekstur lembut, dan memiliki lingkaran merah. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol dan trigliserida, tetapi jarang terjadi. Maka dari itu, pengendaliannya adalah dengan menjaga kadar lemak darah tetap normal. 

6. Digital Sclerosis

Kondisi ini menyebabkan kulit jari mengencang, tebal, dan licin di punggung tangan, sehingga sendi jari menjadi kaku dan sulit digerakkan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 yang kadar gula darahnya tinggi. Satu-satunya pengobatan adalah dengan menurunkan kadar gula darah ke dalam kisaran normal. Sementara untuk meningkatkan gerak sendiri, dapat dilakukan terapi fisik. 

7. Disseminated Granuloma Annulare

Munculnya bintik-bintik menonjol, bergelombang, atau berbentuk cincin pada kulit. Penampilannya berwarna merah, merah kecokelatan, atau sewarna dengan kulit. Area yang paling sering terkena adalah jari tangan atau telinga. Ruam ini umumnya dapat hilang dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas, tetapi mungkin diperlukan juga krim kulit.

8. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri (paling umum yaitu staphylococcus) menyebabkan jaringan meradang, panas, bengkak, merah, dan nyeri. Kondisi ini biasanya terjadi di kelopak mata, folikel rambut, dan kuku. Bentuknya bisa bintitan, bisul, folikulitis, karbunkel (berisi nanah), atau menyerang di sekitar kuku. Bakteri ini berkembang biak ketika kadar gula darah tinggi.
Penderita diabetes memiliki risiko terkena infeksi bakteri lebih tinggi daripada orang tanpa diabetes. Atasi masalahnya dengan antibiotik dan menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal.

9. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada diabetes sering kali disebabkan oleh Candida albicans. Jamur mirip ragi ini menimbulkan ruam gatal, berwarna merah yang dikelilingi lepuh dan sisik kecil, khususnya di area lembab seperti lipatan kulit. Umumnya ditemukan di bawah payudara, sekitar kuku, antara jari tangan atau kaki, sudut mulut, ketiak, dan selangkangan. 

Infeksi jamur yang terjadi sama seperti pada umumnya, yaitu gatal di selangkangan, kutu air, kurap, dan infeksi vagina. Infeksi ini memang memiliki risiko yang lebih tinggi ketika kadar gula darah sedang tinggi. Maka dari itu, teruslah pertahankan kadar gula darah dalam kisaran normal untuk mencegahnya terjadi.

Penderita diabetes rentan mengalami infeksi jamur, salah satunya seperti gatal di selangkangan

10. Kulit Kering dan Gatal

Kulit kering dan gatal sering dialami oleh banyak orang, termasuk penderita diabetes, terutama karena sirkulasi yang buruk. Gula yang terlalu banyak dalam darah menyebabkan tubuh menarik cairan dari sel demi memproduksi lebih banyak urin, sehingga gula yang banyak tersebut dapat keluar dari tubuh. Akibatnya, kulit menjadi kering dan terasa gatal.

Untuk mencegahnya terjadi, lagi-lagi kadar gula darah harus dijaga dalam kisaran normal. Selain itu untuk mengurangi gejala, bisa dengan tidak mandi terlalu lama, menggunakan sabun lembut, dan tidak lupa untuk memakai lotion setelah mandi. Jangan lupakan juga untuk rutin berolahraga untuk meningkatkan sirkulasi tubuh.

Kulit kering dan gatal sering terjadi karena kadar gula darah tinggi

Jadi, permasalahan kulit merupakan salah satu pertanda tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes. Yuk jaga gula darah kita agar tidak terkena diabetes dan komplikasinya!

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!