Mengenal Self-Harm: Memahami Tindakan Melukai Diri Sendiri

Mengenal Self-Harm: Memahami Tindakan Melukai Diri Sendiri

Gaya Hidup 851

Self-harm, atau melukai diri sendiri secara disengaja, adalah suatu tindakan yang sering kali membingungkan dan sulit dipahami oleh banyak orang. Bagi sebagian orang, self-harm bisa menjadi cara untuk mengatasi emosi yang kuat dan kompleks, tetapi pada akhirnya, tindakan ini dapat membahayakan individu yang melakukannya. Pembahasan kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang self-harm, termasuk definisi, tanda-tanda, dan faktor yang mendasari tindakan tersebut.

Shop with Me

Flowest Collagen drink
IDR 120.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Tas Selempang Wanita Inara / Tas Bahu Wanita Kekinian
IDR 32.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Oil Control Facial Wash240mL
IDR 81.840
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
1 Lusin Bedong T1 90 x 72 cm / Selimut Bayi Katun Flanel isi 12 pc
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Mengenal Apa Itu Self-Harm?

Self-harm, juga dikenal sebagai self-injury atau self-mutilation, merujuk pada tindakan seseorang yang melukai atau merusak tubuh mereka sendiri secara sengaja. Tindakan ini dapat berupa memotong, membakar, menggores, memukul diri sendiri, atau melakukan tindakan fisik lainnya yang dapat menyebabkan cedera. Self-harm biasanya tidak dilakukan dengan niat bunuh diri, meskipun sering kali berkaitan dengan masalah psikologis yang serius.

Tanda-Tanda Self-Harm

  • Luka atau bekas luka yang terus-menerus muncul pada tubuh seseorang, terutama di area tertentu seperti lengan, pergelangan tangan, atau paha.
  • Penyembuhan luka yang terhambat karena individu terus melukai area yang sama atau mengulangi tindakan self-harm.
  • Koleksi alat yang digunakan untuk melukai diri sendiri, seperti pisau, korek api, atau benda tajam lainnya.
  • Menarik diri secara sosial, perubahan suasana hati yang drastis, atau tanda-tanda depresi dan kecemasan yang serius.
  • Memiliki masalah dalam mengelola emosi yang kuat dan sering merasa putus asa, cemas, atau kosong secara emosional.
  • Memiliki riwayat gangguan mental atau penyalahgunaan zat.

Baca juga :

Mengenal Konsep Work-Life Balance

Faktor yang Mendasari Self-Harm

  • Kesulitan Mengungkapkan Emosi: Beberapa individu mungkin kesulitan dalam mengungkapkan emosi yang rumit atau intens secara verbal, dan self-harm dapat menjadi cara untuk melepaskan emosi yang terpendam.
  • Gangguan Mental: Self-harm sering kali terkait dengan gangguan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian. Individu yang mengalami gangguan ini mungkin melukai diri sendiri sebagai cara untuk meredakan atau mengalihkan gejolak emosional.
  • Pengalaman Traumatis: Seseorang yang telah mengalami trauma fisik, emosional, atau seksual dalam kehidupan. Pengalaman traumatis yang dirasakan mungkin membuat mereka mencari cara untuk mengelola ketidakmampuannya dalam menghadapi perasaan yang muncul dari pengalaman tersebut.
  • Kehilangan Kontrol dan Perasaan Hampa: Beberapa orang mungkin merasa kehilangan kontrol atas kehidupan mereka, dan self-harm dapat memberikan perasaan sementara bahwa mereka memiliki kendali atas tubuh mereka sendiri. Selain itu, rasa hampa atau kosong juga bisa menjadi faktor pendorong untuk melukai diri sendiri sebagai upaya untuk mengisi kekosongan tersebut.

Self-harm adalah tindakan yang kompleks dan sering kali menunjukkan adanya masalah emosional dan psikologis yang lebih dalam. Penting bagi kita untuk memahami bahwa self-harm bukanlah solusi yang sehat atau efektif dalam mengatasi masalah tersebut. Individu yang terlibat dalam self-harm memerlukan dukungan dan perhatian profesional. Jika kamu atau seseorang yang dikenal melakukan self-harm, sangat penting untuk mencari bantuan dari tenaga medis atau terapis yang terlatih untuk mendapatkan evaluasi dan perawatan yang sesuai guna membantu mengatasi permasalahan yang mendasari self-harm tersebut.