Halusinasi: Bukan Cuma Sekedar Mendengar Suara

Halusinasi: Bukan Cuma Sekedar Mendengar Suara

Kesehatan 560

Halusinasi adalah sebuah persepsi yang salah terhadap suatu objek atau peristiwa dengan melibatkan indera, seperti penglihatan, suara, penciuman, sentuhan, dan rasa. Seseorang dengan kondisi halusinasi akan merasakan suatu hal yang nyata, padahal sebenarnya tidak, dan itu hanya diciptakan oleh pikiran. Salah satu contohnya adalah ketika mereka mengalami demam tinggi.

Jenis-jenis Halusinasi

Biasanya, orang bisa secara sadar atau tidak sadar menyadari bahwa halusinasinya itu tidak nyata. Misalnya ketika mendengar suara atau melihat kehadiran anggota keluarga yang baru saja meninggal. Bentuk halusinasi tak hanya terbatas pada mendengar sebuah suara atau melihat wajah seseorang, tetapi ada jenis-jenis lainnya, seperti:

  • Auditory (pendengaran): jenis yang paling umum terjadi adalah halusinasi pendengaran, misalnya seperti langkah kaki, musik, atau ketukan pintu, bahkan suara manusia yang terkadang justru memberikan perintah untuk melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri.

  • Visual (penglihatan): melibatkan penglihatan terhadap sesuatu yang tidak nyata, misalnya benda, bentuk, manusia, binatang, atau cahaya. 

  • Tactile (sentuhan): merasakan sebuah sentuhan ataupun gerakan yang ditujukan kepada tubuh, misalnya semut merayap di kulit atau pergerakan organ dalam tubuh.

  • Olfactory (penciuman): mencium bau yang tidak ada serta tidak dapat dicium oleh orang lain.

  • Gustatory (pengecapan): merasakan sebuah rasa yang aneh dan tidak mengenakkan, misalnya rasa logam

  • Presence (kehadiran): merasa ada seseorang di ruangan yang sama atau berdiri di belakang.

  • Proprioceptive (proprioseptif): menganggap bahwa tubuh sedang terbang ataupun melayang.

  • Hypnopompic: halusinasi saat bangun tidur.

  • Hypnagogic: halusinasi saat tertidur, misalnya melihat sesuatu sedang bergerak, gambar wajah, binatang, pemandangan, atau pola.

Jenis halusinasi mulai dari pendengaran, penglihatan, sentuhan, penciuman, pengecapan, kehadiran, proprioseptif, hingga terjadi akibat kekurangan tidur

Baca juga :

Mengenal Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta

Penyebab

Halusinasi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari penyebab sementara, masalah kesehatan mental, gangguan neurologis, kondisi medis serius. Kondisi ini juga bisa saja merupakan efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu, terutama jika diberikan kepada lansia. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

  • Penyebab sementara: saat tertidur atau baru bangun dari tidur, pengaruh alkohol atau zat terlarang (ganja, kokain, amfetamin, heroin, ketamin), demam tinggi, dehidrasi parah, tidak cukup tidur (hypnopompic dan hypnagogic), migrain, trauma, masa pemulihan dari bius, hingga kondisi berduka.

  • Masalah kesehatan mental: skizofrenia, bipolar disorder, depresi berat dengan gejala psikotik, serta delirium (penurunan kesadaran yang menyebabkan kebingungan parah). 

  • Gangguan neurologis: Parkinson’s disease, Alzheimer’s disease, Lewy body dementia, epilepsi, serta narkolepsi.

  • Kondisi medis serius: gagal ginjal, gagal hati, HIV/AIDS stadium 3, serta kanker otak.

Halusinasi dapat disebabkan oleh penyebab sementara, masalah kesehatan mental, gangguan neurologis, dan kondisi medis serius

Pengobatan

Strategi terbaik ketika sadar bahwa persepsi kamu tidak nyata adalah dengan menemui dokter. Di sisi lain, jika merasa bahwa orang lain sedang mengalami halusinasi, maka jangan tinggalkan mereka, karena pada beberapa kasus, halusinasi dapat berujung pada perilaku atau tindakan berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Pengobatan halusinasi dilakukan tergantung dari penyebabnya, seperti:

  • Mengobati kondisi mendasarnya (jika disebabkan oleh penyebab sementara)

  • Obat antipsikotik dan konseling (jika penyebabnya adalah masalah kesehatan mental)

  • Inhibitor asetilkolinerase atau obat spesifik (jika penyebabnya adalah gangguan neurologis)

Jadi, halusinasi terjadi ketika seseorang merasakan pengalaman sensorik (penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, dan pengecapan) yang terasa nyata tapi sebenarnya hanya diciptakan oleh pikiran saja. Selain itu, ada pula halusinasi yang membuat seseorang merasakan kehadiran orang lain atau merasa bahwa dirinya sedang terbang.

Ladies pernah punya pengalaman tidak nih? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk sharing!

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !

Baca juga :

Mengenal Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta