Sleep Inertia: Butuh Waktu Sadar Sepenuhnya dari Tidur Malam

Sleep Inertia: Butuh Waktu Sadar Sepenuhnya dari Tidur Malam

Kesehatan 991

Sleep inertia merupakan jenis gangguan kognitif, sensorik, dan motorik yang terjadi sesaat setelah bangun tidur. Mereka dengan kondisi ini akan terbangun dari tidur nyenyaknya dengan perasaan disorientasi, grogi, sulit berkonsentrasi, dan belum merasa siap untuk menapakkan kaki. Mengalami sleep inertia adalah hal yang sangat umum, karena hampir semua dari kita pernah merasakannya.

Mayoritas kasus inersia tidur hanya berlangsung dalam jangka pendek, yaitu 30 menit. Namun tidak jarang, itu bisa bertahan hingga satu jam. Jika lebih dari itu, maka termasuk ke dalam prolonged sleep inertia, di mana ini berhubungan dengan tidak tercukupinya waktu untuk tidur. Jika sudah masih ke tahap tersebut, maka lebih baik segera berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Gejala

Setiap orang akan punya pengalaman sleep inertia yang berbeda-beda dengan intensitas yang berbeda pula. Kondisi ini juga lebih umum terjadi pada usia remaja. Gejala utama yang menunjukkan kondisi ini adalah disorientasi, pusing, dan lambatnya seseorang untuk memproses segala sesuatu. Selain itu, terdapat gejala lain yang menyebabkan seseorang kurang berfungsi di pagi hari, seperti:

  • Murung

  • Lambat memberikan reaksi

  • Lambatnya fungsi kognitif

  • Sulit fokus dan memperhatikan

  • Berkurangnya fungsi motorik  halus

  • Penurunan memori jangka pendek

  • Keinginan besar untuk kembali tidur

  • Tidak mampu mengambil keputusan dengan baik

Sleep inertia umum terjadi saat remaja

Penyebab

Tidak diketahui penyebab pasti sleep inertia, tetapi itu dianggap sebagai hal yang normal sebagai bagian dari masa transisi antara tidur dan bangun. Keterlambatan seseorang untuk sadar sepenuhnya ini lebih sering terjadi setelah tidur malam. Pada beberapa orang, kondisinya mungkin saja lebih parah sehingga memengaruhi durasi dan intensitasnya, yaitu pekerjaan shift, kurang tidur, dan suka begadang.

Selain itu, penyebab lain yang juga mampu mengakibatkan seseorang mengalami inersia tidur adalah tidak rutin olahraga, sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, mengonsumsi jenis makanan yang mengganggu tidur (berlemak atau pedas) dan alkohol, serta mengalami gangguan terkait tidur (sleep apnea, insomnia, restless leg syndrome, periodic limb movements disorder, bruxism).

Cara Mengatasi Sleep Inertia

Jika sleep inertia masih tergolong ringan (hilang dalam waktu 30-60 menit), maka sebenarnya tidak ada yang perlu diubah. Namun ketika kondisinya menyebabkan ketidaknyamanan, maka ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk mengurangi atau menghilangkan gejalanya, seperti:

  • Menerapkan good sleep hygiene

  • Mengubah jadwal jam kerja (jika memungkinkan)

  • Memeriksakan kondisi gangguan kesehatan mental (jika ada)

  • Membasuh muka atau mandi segera setelah bangun

  • Memaparkan diri dengan sinar matahari pagi

  • Memutar musik untuk menemani aktivitas sebelum berangkat kerja atau sekolah

  • Menyiapkan sarapan untuk diri sendiri atau keluarga

  • Meminum segelas air

Langsung basuh muka atau dapatkan sinar matahari untuk atasi gejala sleep inertia

Jadi, sleep inertia adalah kondisi di mana seseorang belum sadar dan mampu berfungsi sepenuhnya, ditandai dengan grogi, disorientasi, pusing, dan lambat. Ada cara-cara yang cukup gampang dilakukan untuk mengatasinya, seperti membasuh muka, mendapatkan sinar matahari pagi, memutar musik, menyiapkan sarapan, dan meminum segelas air. Kalau Ladies biasanya ngapain nih biar cepat sadar di pagi hari? Yuk sharing!

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!