Alasan Perut Berbunyi Bukan Hanya Karena Lapar Aja! Ini dia dan Cara Mengatasinya

Alasan Perut Berbunyi Bukan Hanya Karena Lapar Aja! Ini dia dan Cara Mengatasinya

Kesehatan 724

Kenapa Perut Berbunyi?

Suara yang berasal dari perut, atau borborygmi, merupakan suara yang berasal dari saluran pencernaan. Meskipun sering kali disebut dengan perut keroncongan, tetapi suara ini bisa berasal dari lambung, usus kecil, dan usus besar. Suara ini bisa muncul kapan saja dan terjadi akibat peningkatan aktivitas usus, baik dengan sendirinya (setelah makan) atau kondisi yang mendasarinya.

1. Menandakan Rasa Lapar

Tubuh tetap rutin melakukan gerak peristaltik, meskipun sebelumnya tidak ada makanan yang dikonsumsi. Selain itu, lambung dan usus juga melepaskan asam dan enzim untuk mempersiapkan saluran pencernaan ketika makanan dikonsumsi. Suara yang muncul saat sedang lapar bisa bertahan hingga 20 menit dan terjadi secara berulang hingga kita makan. Ini merupakan hal yang normal terjadi.

Lapar adalah alasan paling sering kenapa perut berbunyi

2. Pencernaan Sedang Terjadi

Ketika makanan masuk ke usus kecil, tubuh melepaskan enzim untuk membantu memecah makanan dan menyerap nutrisi, sementara gerak peristaltik terjadi untuk memindahkan makanan di sepanjang saluran pencernaan. Selama aktivitas ini terjadi, maka akan terdengar suara seperti keroncongan, gemuruh, atau geraman.

3. Diare dan Intoleransi Makanan

Saat mengalami diare, perut berbunyi lebih sering. Hal ini karena terjadinya peningkatan cairan dan gas di saluran pencernaan. Selain diare yang mungkin disebabkan oleh adanya kontaminasi bakteri, virus, atau parasit dalam makanan, borborygmi juga bisa terjadi karena intoleransi makanan. Hal ini karena mereka kekurangan enzim khusus yang diperlukan untuk mencerna jenis makanan tertentu. 

Pada orang dengan intoleransi laktosa, mereka tidak menghasilkan jumlah enzim laktase yang cukup, yang berfungsi untuk memecah laktosa (gula yang terdapat dalam produk susu). Akibatnya, mereka tidak dapat mencerna laktosa secara efektif, sehingga laktosa sampai di usus besar, di mana sebagian dari laktosa ini diubah menjadi gas dan asam. 

4. Penyakit Saluran Cerna

Perut berbunyi juga bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit yang terjadi di saluran cerna. Pertama yaitu infeksi seperti gastritis atau keracunan makanan akibat salmonella, E.coli, atau Campylobacter. Kedua adalah Celiac Disease, yaitu kondisi autoimun yang dipicu oleh gluten (protein yang biasanya terkandung dalam gandum dan biji-bijian).

Ketiga adalah irritable bowel syndrome (IBS) akibat intoleransi atau sensitivitas terhadap makanan tertentu, serta inflammatory bowel disease (IBD) seperti Crohn Disease dan Ulcerative Colitis akibat autoimun. Terakhir adalah bowel obstruction, yang terjadi ketika makanan padat atau cairan berusaha melewati bagian usus yang menyempit.

Jika perut berbunyi diiringi dengan gejala lain yang menyebabkan ketidaknyamanan, mungkin penyebabnya adalah penyakit saluran cerna

Cara Mengatasi

Perut berbunyi adalah bagian normal dari sistem pencernaan dan itu tandanya usus sedang bekerja, kecuali suaranya terjadi secara bersamaan dengan gejala lain yang menyebabkan ketidaknyamanan. Namun, ada kalanya suara tersebut menimbulkan rasa malu jika sampai terdengar oleh orang lain. Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi perut berbunyi.

  • Minum air atau makan sesuatu

  • Makanan dengan perlahan untuk menghindari terlalu banyaknya udara yang masuk ke saluran pencernaan

  • Hindari minuman bersoda dan alkohol

  • Hindari makanan bergas (brokoli, kembang kol, kol)  dan asam (buah asam, kopi)

  • Kurangi asupan gula, terutama fruktosa atau gula alkohol (pemanis buatan)

  • Lakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis intoleransi makanan

Jadi, selain menandakan rasa lapar dan menunjukkan bahwa pencernaan sedang bekerja, perut berbunyi bisa disebabkan oleh diare, intoleransi makanan, hingga penyakit saluran cerna (gastritis, keracunan makanan, celiac disease, irritable bowel disease, inflammatory bowel disease, hingga bowel obstruction.

Cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi air atau makanan, mengunyah perlahan, menghindari makanan dan minuman bersoda serta bergas, serta kurangi asupan gula. Jika perlu, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis terkait intoleransi makanan. Ladies yang pernah mengalaminya, pakai tips yang mana nih untuk mengatasinya?

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !