Celiac Disease, Penyakit Autoimun yang Banyak Menyerang Wanita

Celiac Disease, Penyakit Autoimun yang Banyak Menyerang Wanita

Kesehatan 365

Selain lupus, penyakit autoimun lain yang lebih sering terjadi pada wanita adalah celiac disease. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang perlu memperhatikan asupan makanan dan minumannya. Sudah familier kah Ladies dengan penyakit ini? Jika belum, yuk ketahui lebih jauh tentang celiac disease dalam artikel ini.

Shop with Me

Mainan Slime Poop Unicron Slime Squishy Non Sticky Slime 722-75
IDR 26.125
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mismi Dena Pencil Case Dual Slot Kotak Pensil Perempuan Sekolah - PC5D
IDR 64.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
QV Baby Gentle Wash & Shampoo 250ml
IDR 81.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Hair Clip Aksesoris Anak Sanrio Cinnamoroll Kuromi My Melody
IDR 5.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Pengertian Celiac Disease

Celiac disease (CD) merupakan penyakit autoimun yang dipicu oleh konsumsi gluten. Jika memiliki penyakit ini, tubuh akan menyerang dirinya sendiri dan merusak saluran cerna sehingga beberapa nutrisi tidak dapat diserap dengan baik (malabsorbsi). Penyakit CD lebih banyak terjadi pada wanita, namun mereka mengelolanya lebih baik daripada pria.

Penyakit ini jika tidak dikelola dengan  baik, dapat menyebabkan komplikasi yang lebih luas seperti anemia defisiensi besi, osteoporosis, kelainan fungsi hati, neuropati, gangguan psikologis, kelelahan, mialgia, asma, penurunan berat badan, kembung, sakit perut, perubahan struktur usus, kebotakan, sakit kepala, ketidakteraturan menstruasi, infertilitas, hingga merugikan kehamilan.

Gejala

Gluten merupakan protein yang terkandung dalam barley, wheat, dan rye serta makanan yang terbuat dari kandungan tersebut seperti pasta, mie, kue, sereal, roti-rotian, saus, dan bir. Jika tidak sengaja dikonsumsi saat memakan suatu makanan atau minuman, tubuh akan bereaksi dengan menunjukkan beberapa gejala seperti:

  • Diare

  • Sakit perut

  • Kembung

  • Kentut

  • Gangguan pencernaan

  • Konstipasi

  • Mual dan muntah

Gejala yang terjadi pada penderita CD mulai dari diare, sakit perut, hingga konstipasi

Selain gejala-gejala tersebut, ada pula tanda yang lebih umum seperti kelelahan, malnutrisi, penurunan berat badan yang tidak disengaja, ruam gatal (dermatitis herpetiformis), infertilitas, serta gangguan yang memengaruhi keseimbangan, koordinasi, dan bicara (ataksia). Biasanya, anak-anak dengan CD mengalami pertumbuhan yang tidak diinginkan dan bisa mengalami keterlambatan pubertas.

Untuk mengurangi gejala-gejala tersebut, seorang penderita CD harus menjalankan gluten free diet untuk mencegah komplikasi jangka panjang dari kondisinya. Lebih baik menghindari makanan yang menyebabkan masalah pencernaan, meskipun gejalanya tidak terlalu parah karena jika tetap dikonsumsi, bisa memperburuk kesehatan.

Penyebab dan Faktor Risiko

Tidak diketahui secara pasti penyebab CD, tetapi dipercaya terjadi karena ada kombinasi antara genetik dan lingkungan. Seperti yang telah disebutkan, celiac disease merupakan kondisi autoimun, di mana tubuh akan salah mengenali lawan sehingga menyerang jaringan yang sehat akibat konsumsi gluten. Faktor risiko yang menyebabkan seseorang lebihr rentan mengalami CD adalah:

  • Anggota keluarga yang mengidap celiac disease atau dermatitis herpetiformis

  • Diabetes tipe 1

  • Down syndrome atau turner syndrome

  • Autoimmune thyroid disease

  • Kolitis mikroskopis

  • Addison’s disease

Risiko terkena CD lebih tinggi pada mereka yang memiliki anggota keluarga penderita CD pula

Nonresponsive Celiac Disease

Nonresponsive celiac disease umumnya terjadi ketika seorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi gluten, bahkan ketika bahan makanan yang mereka makan tidak mengandung gluten. Jadi, meskipun telah menerapkan gluten free diet, mereka mungkin saja tetap mengalami masalah pada pencernaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk tahu bahan makanan apa yang boleh dan perlu dihindari untuk dikonsumsi.

Kondisi ini mungkin terjadi pada orang-orang yang memiliki pertumbuhan bakteri usus yang berlebih, kolitis mikroskopis, insufisiensi pankreas, sindrom iritasi usus, sulit mencerna gula pada produk susu (laktosa), gula meja (sukrosa), atau gula dalam madu dan buah (fruktosa), atau refractory celiac disease.

Itulah penjelasan lebih jauh terkait celiac disease, yaitu penyakit autoimun yang menyerang saluran cerna ketika mengonsumsi gluten. Penderitanya harus menerapkan gluten free diet dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Penasaran dengan informasi kesehatan wanita lainnya? Yuk telusuri website Newfemme atau download aplikasinya ya!