Tekanan Darah Tinggi: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Tekanan Darah Tinggi: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Kesehatan 833

1. Makanan Asin

Jenis makanan paling utama yang bisa sebabkan tekanan darah tinggi adalah garam, khususnya natrium yang terkandung di dalamnya. Rekomendasi asupan natrium dalam sehari adalah 2300 mg, setara dengan 1 sendok teh garam dapur. Namun, sebaiknya dibatasi hingga 1500 mg per hari untuk menjaga kesehatan kardiovaskuler. 

Asupan sehari-hari natrium umumnya berasal dari garam yang ditambahkan ke dalam masakan (garam dapur) dan makanan lain yang mungkin mengandung natrium tinggi tanpa kita sadari. Contohnya pizza, sandwich, burger, daging olahan, roti, dan makanan kemasan seperti chiki atau mie instan. 

Perlu Ladies ketahui, mengonsumsi satu bungkus mie instan itu sudah berkontribusi terhadap setengah anjuran konsumsi natrium kita dalam satu hari, lho. Kebayangkan kalau sekali makan dua bungkus? Asupan natriumnya sudah berlebihan, belum lagi dari makanan lain.

2. Saus-Sausan

Garam jadi penyumbang asupan natrium dalam sehari, berarti mending diganti dengan saus-sausan saja untuk menambah rasa masakan? Anggapan seperti itu kurang tepat, karena justru keduanya sama saja. Kecap manis, saus sambal, saus tomat, saus teriyaki, saus barbeque, salad dressing, dan saus-sausan lainnya juga mengandung tinggi natrium.

Jadi makan garam tidak boleh, penambahan saus juga tidak boleh? Bukannya tidak boleh ya, Ladies. Semuanya masih tetap diperbolehkan, tetapi dengan syarat dikonsumsi secukupnya. Lebih baik sebelum membeli saus-sausan, periksa dulu kandungan natrium per sajiannya yang tercantum di dalam kemasan. Dengan cara ini, asupan natrium tetap bisa kita pantau sendiri.

Terus bagaimana caranya biar masakan tetap enak? Coba tambahkan berbagai macam rempah dan bumbu dapur ke dalam proses pengolahannya. Misalnya seperti bawang merah, bawang putih, lada putih, lada hitam, daun salam, sereh, dan lainnya. Dengan cara ini, makanan tetap penuh cita rasa dan risiko tekanan darah tinggi bisa ditekan.

Saus-sausan juga tidak kalah tinggi natriumnya!

3. Makanan Olahan atau Kalengan

Siapa di sini yang suka konsumsi sosis, kornet, atau sliced beef sebagai pengganti sumber asupan protein? Daging olahan tersebut merupakan salah satu jenis makanan tinggi natrium. Kenapa kok bisa? Karena produk-produk tersebut telah dipersiapkan, diawetkan, dan dibumbui dengan garam, sehingga otomatis natriumnya menjadi tinggi. 

Di sisi lain, makanan yang telah melalui proses pengalengan akan mengalami penambahan banyak garam dalam proses pembuatannya. Garam di sini berfungsi sebagai bahan pengawet dan penambah rasa. Contoh makanan kaleng dengan tinggi natrium seperti ikan kaleng, sup kaleng, saus tomat kaleng, dan asinan buah.

4. Fast Food

Fried chicken, burger, sandwich, dan kentang goreng mungkin adalah pilihan yang praktis untuk dikonsumsi ketika kita sedang tidak punya waktu luang atau sedang tidak ingin memasak, harganya masih cukup terjangkau untuk berbagai kalangan ekonomi, dan sudah banyak gerai-gerak yang menjualnya, mulai dari produksi terkenal hingga produksi kecil-kecilan.

Makanan dari restoran cepat saji itu telah dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian dimasak dengan cara digoreng dan mungkin juga dengan minyak yang tinggi lemak jenuhnya. Selain itu, makanan-makanan ini juga sering kali diberi banyak garam. Jadi jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, otomatis risiko tekanan darah tinggi juga meningkat.

Suka makan fast food? Pikir-pikir lagi deh, kandungan natriumnya tinggi!

5. Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Lemak Trans

Lemak jenuh dan lemak trans adalah kategori lemak jahat. Makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans biasanya merupakan makanan-makanan yang digoreng, seperti pecel lele, pecel ayam, atau gorengan. Semakin menghitam warna minyak goreng yang digunakan, maka semakin tinggi kandungan lemak jenuh dan lemak trans-nya. Jadi sebelum beli, mending cek dulu deh!

Tidak hanya makanan yang digoreng, tetapi lemak jenuh juga terkandung di dalam makanan-makanan manis. Contohnya cake, biskuit, pie, pastry, pudding, donat, martabak manis. Tak disangka bukan? Selain bisa picu risiko obesitas, makanan manis juga bisa sebabkan tekanan darah tinggi. 

6. Kafein dan Alkohol

Kafein dapat meningkatkan tekanan darah sementara. Maka dari itu untuk menghindarinya, coba beralih ke half-half coffee atau pilih yang jenisnya decaf. Selain kafein, mengonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Ini juga yang menjadi salah satu faktor pemicu munculnya risiko penyakit jantung.

Jadi, ada 6 jenis makanan yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, termasuk makanan asin, saus-sausan, makanan olahan atau kelengan, fast food makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans, dan kaferin serta alkohol. Mulai dikurangi-kurangi yuk dari sekarang! Plus jangan lupa untuk selalu memperhatikan kandungan natrium yang tercantum di dalam kemasan!