Night Terror, Jarang Bikin Orang Terbangun di Malam Hari

Night Terror, Jarang Bikin Orang Terbangun di Malam Hari

Kesehatan 505

Night terror (teror malam) merupakan kejadian di malam hari yang menyebabkan seseorang mengalami ketakutan parah saat tidur. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan juga pada orang dewasa (terutama mereka dengan bipolar disorder, anxiety, dan depression). Serangan night terror biasanya berlangsung antara 30 detik hingga 3 menit, bahkan bisa lebih lama.

Night Terror vs Nightmare

Night terror dan nightmare memiliki ciri-ciri yang berbeda. Seseorang biasanya akan terbangun ketika mengalami mimpi buruk dan mengingat detail isinya, sementara mereka yang mengalami teror malam cenderung tidak terbangun. Teror malam terjadi selama sepertiga malam saat tidur sedang nyenyak-nyenyaknya (tidur Non-REM), sementara mimpi buruk terjadi menjelang tidur berakhir (tidur REM) atau menjelang pagi.

Tanda-Tanda

Night terror memiliki tanda-tanda yang berbeda dengan nightmare dan terkadang menyebabkan seseorang mengalami sleepwalking. Perbedaan tersebut mungkin terjadi karena perbedaan fase tidur di mana teror malam terjadi. Tanda-tanda seseorang yang mengalami episode teror malam adalah sebagai berikut:

  • Berteriak atau menjerit

  • Mendudukan diri atau berjalan dalam keadaan tidur

  • Menendang, memukul, atau menggerak-gerakkan secara kuat anggota badan

  • Napas berat, denyut nadi cepat, dan berkeringat banyak

  • Pupil melebar dan tonus otot meningkat

  • Sulit dibangunkan dan mengalami kebingungan saat terbangun

  • Matanya terbelalak seperti terbangun, tetapi tidak menanggapi rangsangan

  • Tidak mengingat isi mimpinya, jikalau ingat, mungkin itu merupakan sesuatu yang sangat menakutkan

Teror malam yang hanya terjadi sesekali tidak perlu dikhawatirkan, tetapi ketika frekuensinya meningkat, mengganggu anggota keluarga lain, menurunkan kualitas tidur, menyebabkan cedera akibat gerakan yang tidak bisa dikendalikan, atau gangguan fungsi untuk beraktivitas, maka perlu segera untuk diperiksakan. 

Orang akan berteriak, sleepwalking, menendang, memukul, dan sulit dibangunkan ketika mengalami night terror

Penyebab

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan night terror yaitu demam, stres, kurang tidur, kebisingan, cahaya, penuhnya kandung kemih, tidur di tempat asing, sakit kepala, atau penyalahgunaan obat serta alkohol. Selain itu, teror malam juga dikaitkan dengan masalah pernapasan saat tidur (sleep apnea, cedera kepala, migrain, dan restless leg syndrome), sleepwalking, thalamus dysfunction, dan genetik.

Perawatan

Umumnya night terror tidak perlu diobati. Namun jika terjadi pada anak-anak, maka perlu pengawasan yang lebih baik. Bantu anak dengan cara memegang tangannya dan berbicara dengan tenang untuk membantu mempersingkat waktu teror malam. Jika perawatan memang diperlukan, maka perlu diatasi penyebab mendasarnya, mengubah kebiasaan atau lingkungan tidur, dan konsumsi obat.

Tips Mencegah Night Terror di Rumah

  1. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, seperti menutup jendela kamar dan singkirkan benda-benda yang rapuh dan berbahaya yang memungkinkan seseorang mengalami cedera secara tidak sadar.

  2. Identifikasi penyebab stres dan cari cara untuk mengatasinya. Jika terjadi pada anak, maka ajak mereka berdiskusi terkait apa saja hal yang mengganggunya.

  3. Coba tidur lebih awal, lakukan aktivitas menenangkan, dan kurangi screen time.

  4. Catat dan kenali polanya dengan cara membuat buku harian (frekuensi dan jam berapa teror malam dimulai). Ketika sudah mendapatkan waktunya, maka cobalah untuk membangunkan anak atau menghidupkan alarm 15 menit kondisi ini mungkin terjadi. Bangunlah lebih kurang 5 menit, lalu lanjutkan kembali tidur.

Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan aman

Jadi, night terror adalah episode malam hari yang menyebabkan seseorang mengalami ketakutan parah saat tidur. Kondisi ini berbeda dengan nightmare, karena seseorang biasanya tidak akan terbangun. Teror malam bukanlah suatu kondisi yang perlu dikhawatirkan, tetapi jika frekuensinya meningkat atau menyebabkan terganggunya fungsi sehari-hari, maka periksakanlah ke dokter. Ada yang pernah mengalaminya tidak, Ladies?