People-Pleasing, Respons Trauma dengan Cara Menyenangkan Orang Lain

People-Pleasing, Respons Trauma dengan Cara Menyenangkan Orang Lain

Kesehatan 446

People-pleasing atau menjilat adalah kondisi di mana seseorang mengabaikan kebutuhannya sendiri untuk melayani orang lain demi menghindari konflik, kritik, atau ketidaksetujuan. Dalam artian lain, seseorang mencoba memenuhi keinginan siapa pun yang mereka anggap dapat menyebabkan bahaya pada dirinya demi mencegah bahaya itu terjadi. 

Pribadi people-pleasing cenderung mengabaikan kebutuhannya sendiri dan selalu sulit untuk berkata “tidak” terhadap suatu hal yang sebenarnya tidak masuk akal, bahkan ketika itu tidak mencerminkan perasaan atau nilai mereka yang sebenarnya. Pada akhirnya, ini hanya akan merugikan diri sendiri. Mereka mungkin merasa takut atau cemas terhadap apa yang bakal terjadi ketika mereka tidak memenuhi keinginan manusia lain.

Orang yang people-pleasing tidak akan berkata tidak pada orang lain

Jenis Trauma Penyebab People-Pleasing

Banyak penelitian menemukan bahwa penyintas trauma dan pelecehan cenderung menjadi orang yang people-pleasing. Konteks ini sering terjadi akibat trauma kekerasan masa kanak-kanak atau dalam konteks hubungan yang kasar. Orang dengan trauma tersebut cenderung untuk mempertahankan dirinya berada dalam fase di mana hubungan mereka sedang baik-baik saja.

Misalnya dalam suatu hubungan, pasangan bertindak sebagai pengendali keuangan, mengontrol perilaku, atau memaksa seseorang untuk selalu mengandalkan dirinya. Ketika dituruti, maka tidak akan ada kekerasan yang terjadi, sehingga situasinya aman. Nah, situasi inilah yang berusaha dipertahankan oleh pribadi people-pleasing. Mereka memilih untuk menurut daripada menyampaikan pendapat pribadi.

Contoh Tindakan People-Pleasing

Pribadi people-pleasing dapat melakukan berbagai hal dengan banyak cara. Terkadang cara yang dilakukan terlihat tidak baik, tetapi dalam konteks lain, itu mungkin saja lebih sehat. Reaksi menjilat terjadi khususnya ketika seseorang takut akan tanggapan yang muncul jika tindakannya tidak membuat manusia lain senang. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Mengejar karir tertentu untuk menyenangkan orang tua

  • Memilih mengikuti preferensi orang lain daripada menyampaikan preferensi pribadi

  • Kesulitan untuk membuat dan menentukan batasan yang sehat dalam hubungan, misalnya merelakan pekerjaan demi memenuhi permintaan pasangan

  • Memberikan pujian kepada pelaku kejahatan atau kekerasan demi memenangkannya

  • Terlibat dalam konflik untuk meredakan ketegangan meskipun tak terlibat sama sekali

  • Anak terlalu berhati-hati terkait bagaimana mereka berinteraksi dengan orang tua

Merelakan segala hal demi membahagiakan pasangan adalah contoh people-pleasing

Cara Berhenti Menjadi People-Pleasing

People-pleasing terjadi akibat respon trauma, terutama dalam hubungan. Maka dari itu, individu harus menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Mulai dari menanyakan kepada diri sendiri apakah tindakan selama ini hanyalah demi kesenangan manusia lain, dengan cara mengabaikan nilai-nilai diri sendiri atau tidak. 

Cobalah untuk berada dalam hubungan yang sehat dan hargailah diri sendiri. Temukan pasangan yang bisa diajak kompromi dalam membuat batasan-batasan tertentu sehingga satu sama lain terhindari dari konflik. Tanamkan di hati bahwa kebahagian sendiri lebih penting, jangan terlalu memikirkan orang lain karena pasti ada saja yang tidak setuju.

Jadi, people-pleasing itu terjadi pada orang-orang yang tidak berani mengatakan “tidak” demi memuaskan keinginan orang lain. Kebiasaan ini seringkali disebabkan karena adanya trauma masa lalu, seperti kekerasan atau pelecehan. Jika rasanya sulit untuk dihadapi, maka temuilah tenaga profesional agar mendapatkan bantuan. Yuk tinggalkan komentar Ladies terkait topik ini di kolom komentar!