Perbedaan Chemical dan Physical Sunscreen

Perbedaan Chemical dan Physical Sunscreen

Kecantikan 782

Perlindungan kulit dari sinar matahari adalah bagian penting dari rutinitas perawatan kulit untuk mencegah kerusakan kulit dan risiko kanker kulit. Dua jenis sunscreen yang populer adalah chemical sunscreen dan physical sunscreen. Meskipun keduanya berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV, mereka bekerja dengan cara yang berbeda. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara chemical dan physical sunscreen serta kelebihan dan kekurangan antara keduanya.

Shop with Me

Poise Facial Foam
IDR 15.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Humanist
IDR 520.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sweetshirt dress by H&M
IDR 200.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
T-shirt
IDR 150.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Chemical Sunscreen

Cara Kerja: Chemical sunscreen bekerja dengan menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas yang kemudian dilepaskan dari kulit. Komponen aktif dalam chemical sunscreen berinteraksi dengan kulit untuk memberikan perlindungan dari sinar UVA dan UVB.

Bahan Aktif Umum: Contoh bahan aktif yang umum digunakan dalam chemical sunscreen adalah avobenzone, oxybenzone, octinoxate, dan octisalate.

Kelebihan Chemical Sunscreen:

  • Lebih ringan dan mudah menyebar pada kulit.
  • Cenderung lebih transparan, tidak meninggalkan residu putih pada kulit.
  • Memberikan perlindungan yang luas, termasuk dari sinar UVA dan UVB.

Kekurangan Chemical Sunscreen:

  • Memerlukan waktu sekitar 20-30 menit setelah diaplikasikan agar dapat bekerja dengan efektif.
  • Bekerja dengan cara menyerap sinar UV, sehingga kulit yang sensitif atau rentan iritasi mungkin mengalami reaksi alergi.
  • Beberapa bahan aktif dalam chemical sunscreen dapat mempengaruhi hormon dan lingkungan.

Physical Sunscreen

Cara Kerja: Physical sunscreen bekerja dengan menciptakan penghalang fisik di atas kulit untuk memantulkan sinar UV sebelum mencapai permukaan kulit. Formula sunscreen tidak diserap oleh kulit melainkan memberikan perlindungannya secara langsung.

Bahan Aktif Umum: Bahan aktif dalam physical sunscreen biasanya berupa oksida seng dan/atau titanium dioksida.

Kelebihan Physical Sunscreen:

  • Mulai bekerja setelah diaplikasikan pada kulit.
  • Cocok untuk kulit sensitif karena tidak menyebabkan iritasi atau alergi.
  • Efektif melindungi kulit dari sinar UVA, UVB, dan sinar inframerah.

Kekurangan Physical Sunscreen:

  • Dapat meninggalkan residu putih pada kulit, terutama pada kulit dengan warna yang lebih gelap.
  • Lebih kental dan mungkin terasa berat pada kulit.
  • Kurang tahan air dan mudah terhapus oleh keringat atau gesekan.

Baca juga :

Curi Perhatian dengan Warna dan Teknik Eyeshadow yang Tepat!

Tips Memilih Sunscreen yang Tepat

Pemilihan antara chemical sunscreen dan physical sunscreen tergantung pada preferensi pribadi dan kondisi kulit. Jika kamu memiliki kulit sensitif atau rentan iritasi, physical sunscreen mungkin lebih cocok untuk kamu gunakan. Namun, jika kamu menginginkan sunscreen yang ringan dan mudah diaplikasikan, chemical sunscreen bisa menjadi pilihan yang tepat.

Penting untuk selalu menggunakan sunscreen dengan SPF (Sun Protection Factor) setidaknya 30 dan mengaplikasikannya secara cukup sebelum terpapar sinar matahari. Selain itu, gunakan pakaian pelindung seperti topi, kacamata hitam, dan pakaian dengan perlindungan UV ketika berada di bawah sinar matahari langsung.

Terakhir, ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kulit atau dermatolog untuk rekomendasi yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit kamu. Dengan perlindungan yang tepat, maka kamu dapat menikmati sinar matahari tanpa merusak kesehatan kulit.