Autophobia, Ketakutan Ekstrem Terhadap Kesendirian

Autophobia, Ketakutan Ekstrem Terhadap Kesendirian

Kesehatan 535

Autophobia merupakan salah satu fobia spesifik, di mana seseorang merasakan takut yang berlebihan terhadap kesendirian atau kesepian. Hal ini karena ketika mereka sendirian, kecemasan akan muncul. Maka dari itu, mereka membutuhkan orang lain di sekitarnya agar merasa lebih aman. Ketakutan ini berkembang meskipun sebenarnya mereka aman secara fisik.  

Shop with Me

Decant MYKONOS Berry Caramel Pancake
IDR 6.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Gamis Tartan Kotak Marun
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Slingbag W 62
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jilbab Bergo Grosir Murah
IDR 39.998
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Autophobia tidak sama dengan kesepian (loneliness). Kesepian adalah emosi negatif yang muncul saat seseorang merasa bahwa mereka memiliki interaksi sosial terbatas atau kurang banyak menjalin hubungan bermakna. Seseorang bisa merasa kesepian bahkan ketika mereka sedang bersama orang lain. Sementara autophobia mengacu pada ketakutan hebat akan pemikiran untuk menghabiskan waktu seorang diri.

Orang dengan autophobia punya ketakutan berlebihan jika harus sendirian

Gejala Autophobia

Gejala umum autophobia sebenarnya sama dengan fobia spesifik lain yaitu kecemasan berlebihan. Biasanya, gejala tersebut muncul ketika seseorang merasa bahwa mereka berada dalam situasi yang akan menyebabkan dirinya berakhir sendirian. Gejala-gejala yang ditunjukkan pada kondisi ini diantaranya adalah:

  • Langsung merasakan ketakutan dan kecemasan saat sendirian atau saat berpikir bahwa mereka akan sendiri

  • Merasa terlepas dari tubuhnya ketika sendirian

  • Gemetar, berkeringat, nyeri dada, pusing, jantung berdebar kencang, sesak napas, dan mual saat sendirian

  • Merasakan ketakutan ekstrem dalam situasi sesaat sebelum mereka akan sendirian

  • Punya keinginan luar biasa untuk melarikan diri saat sendirian

Orang dengan autophobia selalu mencari seseorang untuk menemani dirinya

Maka dari itu, orang dengan autophobia selalu berusaha untuk menghindari situasi kesendirian, mencoba untuk menemukan teman sesegera mungkin, dan tidak ingin orang lain pergi. Orang dengan kondisi ini mungkin takut orang yang dicintainya akan pergi meninggalkan dirinya dan mereka jadi tidak mandiri dalam suatu hubungan.

Penyebab

Hal-hal yang mungkin dapat menyebabkan autophobia muncul adalah pengalaman traumatis saat sendirian, merasa ditinggalkan atau ditelantarkan saat kanak-kanak, atau memiliki anggota keluarga dengan ketakutan yang sama. Autophobia juga bisa muncul sebagai gejala dari gangguan kepribadian seperti borderline personality disorder atau dependent personality disorder.

Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis autophobia, biasanya psikolog akan menggali riwayat kesehatan terlebih dahulu untuk mencari tahu apakah ada permasalahan fisik yang memengaruhi kesehatan mental. Selanjutnya perlu dilakukan evaluasi terhadap gejala, perasaan, dan aktivitas sehari-hari karena biasanya orang dengan autophobia akan kesulitan dalam menjalani rutinitasnya.

Pengobatan

Proses pengobatan fobia spesifik seperti autophobia dilakukan dengan psikoterapi, seperti cognitive behavioral therapy. Terapi ini dapat membantu seseorang untuk mempelajari bagaimana cara menghadapi dan mengatasi kesendiriannya dengan cara yang lebih baik. Jenis terapi ini dapat meningkatkan rasa percaya diri saat menghadapi suatu ketakutan.

Ada pula yang dilakukan dengan cara terapi pemaparan, di mana seseorang akan dipaparkan sumber fobianya berulang kali. Tujuannya adalah untuk meningkatkan toleransi seseorang terhadap kesendiriannya. Selain psikoterapi, obat-obatan juga bisa diresepkan untuk mengatasi gejala yang mengganggu. Tujuannya bisa untuk membuat tubuh lebih rileks, meminimalkan kecemasan, atau antidepresan. 

Jadi, autophobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap kesendirian. Mereka secara langsung merasakan kecemasan ketika punya pemikiran bahwa dalam beberapa waktu lagi akan sendiri atau memang sudah sendirian. Tak jarang, kondisi ini akan mengganggu rutinitas sehari-hari. Jika Ladies masih punya pertanyaan lain, yuk ditanyakan saja ke Newfemme ya!