Dependent Personality Disorder, Ketergantungan dengan Orang Lain?

Dependent Personality Disorder, Ketergantungan dengan Orang Lain?

Kesehatan 524

Dependent personality disorder (DPD) adalah jenis gangguan kepribadian di mana penderitanya tidak mampu untuk hidup sendiri dan bergantung kepada orang lain secara berlebihan. Mereka melakukan hal tersebut untuk mendapatkan kenyamanan dan dukungan, bukan akibat dari perasaan tidak aman, tetapi karena butuh orang lain untuk merawat mereka.

Gejala

Seseorang dengan dependent personality disorder akan ketergantungan kepada orang lain karena membutuhkan kepastian secara terus-menerus. Mereka mungkin akan mengalami kehancuran ketika putus hubungan dengan pasangan atau sahabat. Gejala-gejala yang mungkin ditunjukkan pada kondisi ini diantaranya adalah:

  • Menghindari tanggung jawab pribadi

  • Terlalu peka terhadap kritik dan ketidaksetujuan

  • Merasa kesulitan jika sendirian

  • Takut ditinggalkan dan merasa tidak berdaya saat hubungannya berakhir

  • Sensitif terhadap kritik

  • Pesimis dan kurang percaya diri

  • Sulit untuk membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari

Penyebab

Orang dengan kondisi ini mungkin meyakini bahwa mereka tidak dapat menjaga dirinya sendiri, sehingga terjadilah ketergantungan baik secara emosional maupun fisik. Penyebab pasti dependent personality disorder belum diketahui secara pasti, tetapi banyak pakar percaya bahwa itu terjadi karena gabungan dari genetik, lingkungan, dan perkembangan. Kejadian DPD lebih besar terjadi pada:

  • Pernah berada dalam suatu hubungan panjang yang kasar

  • Trauma masa kecil seperti pelecehan atau penelantaran

  • Memiliki orang tua yang overprotektif atau otoriter

  • Ada anggota keluarga lain yang juga mengalami DPD

  • Praktik budaya atau agama tertentu di mana pengikutnya harus bergantung secara otoritas

Salah satu penyebab DPD bisa karena pernah berada dalam hubungan abusive

Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis dependent personality disorder, ahli kesehatan mental biasanya akan menanyakan terkait riwayat kesehatan mental masa lalu. Misalnya pengalaman semasa kecil, perasaan yang dirasakan, hingga masalah penggunaan zat atau obat. Data-data yang diperoleh harus memenuhi 5 kriteria diagnosis berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yaitu:

  • Ketakutan berlebihan untuk ditinggalkan

  • Cemas atau tidak berdaya ketika sendirian

  • Tidak mampu untuk mengelola tanggung jawab tanpa bantuan dari orang lain

  • Tidak berani mengutarakan pendapat karena takut kehilangan dukungan atau persetujuan

  • Selalu ingin mendapatkan dukungan orang lain, bahkan jika itu harus dilakukan dengan cara yang tidak menyenangkan

  • Sulit untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa masukan atau kepastian dari orang lain

  • Kesulitan untuk memulai atau menyelesaikan tugas karena kurangnya kepercayaan diri atau ketidakmampuan mengambil keputusan

  • Segera mencari hubungan baru ketika hubungan sebelumnya sudah berakhir hanya untuk mendapatkan dukungan atau persetujuan

Pengobatan

Seperti pengobatan gangguan kesehatan mental lainnya, perawatan utama yang perlu dijalankan bagi orang dengan dependent personality disorder adalah psikoterapi, seperti cognitive behavioral therapy (CBT) dengan cara mengajarkan seseorang untuk mampu mengatasi kesulitan yang dialaminya.

Contoh yang akan diajarkan adalah meningkatkan kepercayaan diri, membangun hubungan yang positif, serta menjadi lebih aktif dan mandiri. Obat biasanya diresepkan ketika penderitanya mengalami depresi atau kecemasan, terapi digunakan sebagai bentuk upaya terakhir.  Jenis obatnya seperti antidepresan atau obat penenang.

Perawatan lini pertama untuk DPD adalah psikoterapi

Jadi, orang dengan dependent personality disorder akan ketergantungan kepada orang lain karena butuh ditemani, dan dibantu dalam membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi kondisi ini, maka butuh dilakukan psikoterapi. Punya banyak pertanyaan lain? Tinggalkan komentar yuk!