Pakai Implan Payudara Tetap Bisa Menyusui Tidak ya?

Pakai Implan Payudara Tetap Bisa Menyusui Tidak ya?

Kesehatan 532

Bagi sebagian wanita, ada yang tidak puas akan ukuran atau bentuk payudaranya. Maka dari itu, mereka memilih untuk melakukan operasi pembesaran payudara alias menggunakan implan payudara. Namun muncul kekhawatiran, apakah kedepannya mereka masih tetap bisa menyusui? Yuk dapatkan jawabannya dalam artikel ini.

Penggunaan Implan Payudara

Mayoritas wanita yang melakukan operasi pembesaran payudara melakukan operasi tersebut di usia reproduktif, yang mana itu adalah usia seseorang berkemungkinan untuk hamil dan menyusui. World Health Organization (WHO) menyatakan bayi harus tetap diberikan ASI walau sesedikit mungkin daripada tidak sama sekali. Hal ini karena ASI diperlukan bagi si kecil untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal. 

Lalu bagaimana? Faktanya, ibu masih tetap bisa menyusui, walaupun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berdasarkan hasil systematic review dan meta-analysis, pembesaran payudara dikaitkan dengan 40% penurunan kemungkinan pemberian ASI eksklusif. Meskipun begitu, penelitian tersebut masih terbatas hanya pada 3 studi kecil.

Menyusui Saat Menggunakan Implan Payudara

Sebagian besar wanita dengan implan payudara dapat menyusui, meskipun akan ada beberapa pengecualian. Hal ini tergantung pada keadaan asli payudara sebelum operasi. Implan payudara dipasang di belakang kelenjar susu, sehingga suplai ASI tidak terpengaruhi.  Selain keadaan asli payudara, lokasi dan kedalaman sayatan yang diberlakukan juga berpengaruh, bisa kurang atau tidak sama sekali.

Jika pembedahan dilakukan dengan menjaga areola (area gelap di sekitar putih) tetap utuh, suplai ASI akan aman. Sementara ketika saraf yang ada di areola rusak, sensasi bayi menyusui akan berkurang, sehingga produksi air susu mungkin terganggu karena hormon prolaktin dan oksitosin tidak meningkat terlalu tinggi.

Di sisi lain, ketika pembedahan dilakukan dengan membuat sayatan di bawah payudara, melalui ketiak, atau lewat pusar, proses menyusui cenderung tidak terganggu. Belum ada laporan klinis terkait penggunaan silikon terhadap permasalahan bayi seperti cacat lahir, pun belum pernah ditemukan adanya kadar silikon dalam air susu.

Meskipun begitu, implan payudara memang menimbulkan beberapa risiko, seperti:

  • Operasi tambahan untuk tindakan koreksi atau pengangkatan implan

  • Kontraktur kapsular yaitu terbentuknya jaringan parut di sekitar implan yang menyebabkan tekanan pada payudara

  • Perubahan sensasi payudara dan puting

  • Nyeri payudara

  • Pecahnya implan

Penggunaan implan payudara belum tentu memengaruhi proses menyusui, tetapi bagaimana sebaliknya? Menyusui tidak akan memengaruhi implan yang terpasang, namun bentuk dan ukuran payudara sudah pasti akan berbeda ketika menyusui. Sama hal nya seperti ibu menyusui normal yang tidak menggunakan implan silikon.

Ibu tetap bisa menyusui meskipun menggunakan implan payudara

Tips Menyusui dengan Implan

Selayaknya ibu menyusui biasa, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu dengan implan payudara, sehingga bayi dapat mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkannya dan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Berikut tips-nya:

  • Rutin menyusukan bayi, sekitar 8 hingga 10 kali per hari agar produksi ASI terus terangsang dan lakukan pada kedua payudara secara bergantian.

  • Pompa ASI secara berkala untuk mengosongkan payudara dan air susu dapat diproduksi lebih banyak lagi.

  • Pastikan bayi menyusui dengan posisi yang benar agar bayi mendapatkan asupan ASI yang maksimal. Caranya adalah dengan memastikan mulut bayi berada di bagian areola dan puting jauh masuk ke dalam mulut. Bantu dengan memegang payudara tepat di belakang areola saat bayi akan menyusu.

  • Gunakan susu formula, dengan catatan, telah dikonsultasikan dengan dokter anak.

Pastikan areola cukup tertutup oleh mulut bayi agar produksi ASI tetap maksimal

Jadi, ibu yang menggunakan implan payudara tetap bisa menyusui bayinya dengan baik ya, Ladies. Jika khawatir, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter kandungan atau dokter anak. ASI adalah sumber makanan utama yang penting bagi bayi dan jangan sampai tidak diberikan kepada si kecil. Yuk baca artikel kehamilan lainnya hanya di Newfemme!