Adakah Bahayanya jika Rambut Anak Dicat?

Adakah Bahayanya jika Rambut Anak Dicat?

Parenting 654

Belakangan ini mewarnai rambut memang menjadi trend terutama karena pengaruhnya sosial media. Banyak sekali model dan teknik mengecat rambut yang lucu-lucu sehingga kita ingin mencontohnya baik untuk rambut sendiri maupun pada orang terdekat. Umumnya, mengecat rambut dilakukan oleh orang dewasa, tapi tidak sedikit pula orang tua yang menginginkan anaknya bahkan yang masih balita diwarnai rambutnya karena melihat model atau warna yang lucu jika dipakaikan pada anak. Tapi sebenarnya boleh gak sih rambut anak-anak dicat?

Shop with Me

QV Baby Gentle Wash & Shampoo 250ml
IDR 81.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
6PCS Busa Peredam Suara untuk studio musik / ruangan 30x30x3CM - SFS1
IDR 52.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mismi Dena Pencil Case Dual Slot Kotak Pensil Perempuan Sekolah - PC5D
IDR 64.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Advanced Acne Protection Day Cream
IDR 31.200
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Cat rambut cukup berbahaya untuk anak

Dr. Angga Wirahmadi, dokter spesialis anak di RS Anggrek Mas Jakarta dan juga RS Hermina Jatinegara mengungkapkan cat rambut memang berbahaya untuk anak lho! Apalagi jika anak tersebut masih di bawah umur 10 tahun. Menurutnya fisik anak-anak memang masih sensitif terhadap bahan kimia, sedangkan cat rambut memang terdiri dari bahan kimia bahkan diantaranya termasuk bahan kimia yang keras. Misalnya pada beberapa komposisi dalam beberapa pewarna rambut menggunakan PPD atau paraphenylenediamine dalam konsentrasi 2-10%. PPD adalah zat pewarna hitam permanen yang diaplikasikan dengan amonia serta hidrogen peroksida pada produk cat rambut.

Kemudian ahli bedah dermatologi di New York, dr. Sejal Shah, MD juga berpendapat bahwa baik mewarnai dan bleaching rambut anak-anak tidak aman. Menurutnya, mewarnai rambut idealnya tidak dilakukan sampai akhir usia belasan. Beberapa alasannya adalah:

  • Zat kimia di cat rambut (Amonia. Hidrogen peroksida dan paraphenylenediamine) cukup keras sampai bisa merusak rambut bahkan menyebabkan kanker. 

  • Sejak lahir sampai masa pubertas, rambut anak akan mengalami banyak perubahan sehingga lebih sensitif dan beresiko terhadap reaksi negatif.

  • Rambut anak umumnya lebih tipis dan halus dari orang dewasa sehingga rentan terjadi kerusakan yang sulit ditanggulangi.

  • Bau kimia yang tajam dari  cat rambut dapat terhirup oleh anak dan akibatnya cukup berbahaya bagi pernapasan, apalagi jika memiliki riwayat asma.

Kapan anak bisa mewarnai rambut?

Dr. Tace Rico, seorang dokter kulit anak yang menjadi sebagai direktur medis Pusat Dermatologi Anak Florida, Amerika Serikat menganjurkan untuk menunggu hingga usia setidaknya 16 tahun jika ingin mewarnai rambut anak. Perlu juga diingat bahwa sebelum menggunakan cat rambut merk apapun pada anak, sebaiknya lakukan research tentang produk. Jika diperlukan, hubungi call center atau customer service-nya apakah produk mereka memang aman untuk digunakan pada anak? Kemudian jangan lupa untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu. Caranya dengan mengoleskan sedikit produk pewarna rambut pada pergelangan tangan anak untuk memastikan tidak ditemukannya reaksi alergi.

Baca juga :

Pentingnya Mengembangkan Sensorik Anak untuk Pertumbuhan yang Optimal

Kita juga bisa memilih cat rambut nabati yang mempunyai klaim lebih aman. Meskipun begitu, tetap penting untuk selalu memeriksa bahan dan kandungan yang ada dalam produk pewarna tersebut. Hindari zat hidrogen peroksida dan amonia. Beberapa produk pewarna rambut yang mempunyai klaim aman untuk digunakan pada anak-anak:

  • Pewarna nabati seperti dari teh atau henna

  • Color chalk atau krayon rambut

  • Alternatif lain bisa pakaikan hiasan berupa jepit hair extension warna-warni untuk menghias rambut anak.

Sebisa mungkin tetap menghindari untuk mewarnai rambut anak apalagi jika usianya masih terbilang cukup kecil untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.