Logo NewFemme
Memahami Autism Spectrum Disorder (Bagian I)

Memahami Autism Spectrum Disorder (Bagian I)

Kesehatan 23

Ladies, tahukah kamu bahwa prevalensi autisme di dunia semakin lama semakin meningkat? Menurut data milik Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jumlah anak dengan autisme di Amerika Serikat meningkat sebanyak 1,5% dari tahun 2012 hingga 2014. Autisme dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, maupun etnis.

Berikut merupakan beberapa hal yang perlu kamu ketahui untuk lebih memahami kondisi autisme yang menimpa 1 dari 160 anak di dunia.

Apa itu Autisme?

Autisme dalam istilah medis juga disebut sebagai autism spectrum disorder (ASD). ASD adalah kelainan perkembangan otak yang berdampak pada cara pandang seseorang terhadap lingkungan dan kemampuan sosialnya. Anak dengan ASD biasanya akan sulit untuk berkomunikasi dan berinteraksi serta sering menunjukkan pola perilaku terbatas yang berulang. 

Tanda-tanda autisme dapat muncul sebelum seorang anak berusia satu tahun. Dalam kasus lain, autisme baru akan tampak setelah seorang anak menginjak usia 24 bulan dan berkemungkinan proses perkembangannya terhenti bahkan kecakapan yang telah dipelajari akan memudar. Ketika beranjak dewasa, anak dengan ASD akan memiliki kesulitan dalam hubungan pertemanan, komunikasi dengan orang lain, serta sulit memahami perilaku yang tepat pada tempatnya berada. 

Gejala dan Tanda-Tanda Autisme

Beberapa anak memperlihatkan gejala autismenya sejak usia dini, seperti berkurangnya kontak mata dengan orang lain, tidak responsif ketika namanya dipanggil, hingga mengabaikan orang yang sedang mengasuhnya. Beberapa anak dengan autisme bisa saja memiliki perkembangan yang normal hingga beberapa bulan pertamanya, tapi secara mendadak sifatnya berubah menjadi agresif dan mulai kehilangan kemampuan komunikasi yang telah dipelajari sebelumnya. 

Setiap anak dengan autisme memiliki pola perilaku dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Beberapa anak dengan autisme mungkin memiliki kesulitan dalam mempelajari hal baru, tapi sebagian yang lain bisa saja memiliki kemampuan intelegensi normal namun mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan atau mempraktekkan pengetahuan yang mereka miliki.

Dibawah ini merupakan beberapa gejala umum yang ditunjukkan oleh orang dengan autisme berdasarkan kemampuan komunikasi dan pola perilakunya.

  1. Kemampuan komunikasi dan interaksi

Anak atau orang dewasa dengan autisme dapat mengalami kesulitan untuk melakukan interaksi sosial dan kurangnya kemampuan berkomunikasi. Beberapa tanda yang sering dijumpai adalah sebagai berikut:

  • Tidak merespon ketika namanya dipanggil.

  • Menolak untuk dipeluk, dipegang tangannya, dan cenderung suka bermain sendiri.

  • Memiliki kontak mata yang terbatas dan kurangnya ekspresi memiliki ekspresi wajah.

  • Kesulitan untuk merangkai kata dan kalimat ketika berbicara.

  • Kesulitan untuk memulai atau mempertahankan percakapan.

  • Berbicara dengan nada dan irama yang tak biasa.

  • Sering mengulangi kata atau frasa yang sama tanpa mengetahui artinya.

  • Sulit memahami pertanyaan atau arahan sederhana.

  1. Pola Perilaku

Anak atau orang dewasa dengan autisme cenderung memiliki pola perilaku, minat, atau aktivitas yang terbatas dan berulang. Beberapa tanda umumnya adalah sebagai berikut:

  • Melakukan gerakan berulang, seperti menggoyangkan badan dan berputar-putar.

  • Melakukan tindakan yang dapat menyakiti diri sendiri, seperti menggigit anggota badan dan membenturkan kepala.

  • Memiliki rutinitas spesifik dan akan terganggu jika ada perubahan sekecil apapun.

  • Memiliki kesulitan berkoordinasi atau menampilkan pola gerakan tubuh yang ganjil.

  • Terkesima oleh detail dari suatu objek, seperti roda yang berputar pada mobil mainan tapi tidak memahami fungsinya.

  • Terpaku pada suatu objek atau aktivitas dengan intensitas dan fokus yang tak biasa.

  • Memiliki preferensi makanan yang spesifik.

Seiring bertambahnya usia, beberapa anak dengan autisme akan lebih dapat berinteraksi dengan orang lain dan menunjukkan gangguan perilaku yang lebih sedikit. Bahkan, beberapa anak dengan tingkat keparahan autisme yang rendah dapat memiliki kehidupan yang normal sebagaimana orang kebanyakan. Namun, sebagian yang lain bisa saja tetap memiliki keterbatasan dalam komunikasi dan dapat mengembangkan gangguan perilaku yang lebih buruk di usia  remaja.

Untuk tahu lebih lanjut apakah seorang anak terkena autisme atau tidak, kamu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter ya, Ladies. 

 

Sumber:

Mayo Clinic Staff. (2018). Autism spectrum disorder. Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/symptoms-causes/syc-20352928 

National Center on Birth Defects and Developmental Disabilities. (2022). What is Autism Spectrum Disorder? Centers for Disease Control and Prevention. [online].  https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/facts.html 

Kementerian PPPA. (2018). HARI PEDULI AUTISME SEDUNIA: KENALI GEJALANYA, PAHAMI KEADAANNYA. Website Kementerian PPPA. [online]. https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/31/1682/hari-peduli-autisme-sedunia-kenali-gejalanya-pahami-keadaannya