Logo NewFemme
Kiat-kiat Memaksimalkan Tinggi Badan Anak

Kiat-kiat Memaksimalkan Tinggi Badan Anak

Kesehatan 56

Faktor genetik merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi badan seseorang. Peneliti percaya bahwa 80% dari tinggi badan seseorang berasal dari DNA mereka. Artinya, orang yang tinggi cenderung akan memiliki anak yang juga tinggi, begitu pula sebaliknya. Meskipun demikian, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi tinggi badan seseorang khususnya selama masa pertumbuhan.

Memaksimalkan Tinggi Badan Selama Masa Pertumbuhan

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan atau mengurangi pertumbuhan tinggi badan seseorang selama masa kanak-kanak hingga pubertas. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh anak-anak hingga remaja untuk memaksimalkan tinggi badan dewasanya nanti, diantaranya adalah:

  1. Pastikan Asupan Nutrisi yang Cukup

Nutrisi memiliki peran yang sangat penting pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dapat memiliki tinggi badan yang lebih pendek jika dibandingkan anak dengan gizi tercukupi. Disarankan bagi anak-anak untuk mengonsumsi berbagai variasi makanan dengan gizi seimbang guna memastikan anak mendapatkan vitamin dan mineral yang mereka butuhkan.

  1. Tidur Cukup

Tidur mendorong proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Ketika sedang tidur, tubuh akan melepaskan hormon yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Kekurangan tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu proses pertumbuhan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada anak. Usahakan anak untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan rekomendasi per usia anak.

  1. Berolahraga Secara Rutin

Olahraga secara rutin merupakan hal yang penting untuk memastikan pertumbuhan fisik yang baik. Olahraga dapat memiliki dampak positif terhadap kesehatan tulang dan jaringan otot anak. Jenis olahraga yang dilakukan dapat disesuaikan dengan usia anak.

Laju Pertambahan Tinggi Badan Pada Anak

Bayi dan anak-anak akan tumbuh secara terus-menerus karena adanya perubahan pada lempeng pertumbuhan. Lempeng pertumbuhan adalah jaringan tulang rawan yang ditemukan di ujung tulang-tulang panjang pada anak-anak seperti kaki dan tangan. Lempeng pertumbuhan akan terus membentuk jaringan tulang baru menyebabkan tulang makin panjang dan menambah tinggi badan anak.

Pada usia 2-5 tahun, anak-anak biasanya akan tumbuh 6,3 - 8,9 cm setiap tahunnya. Setelah usia 10, anak-anak biasanya akan mengalami pertambahan tinggi badan sebanyak 6,3 cm setiap tahunnya dan berlangsung hingga sekitar usia 21 tahun. Setelah usia ini, lempeng pertumbuhan anak akan berhenti membentuk jaringan tulang baru sehingga tinggi badan seseorang tidak akan kembali bertambah. 

Faktor Penghambat Tinggi Badan

Terdapat beberapa faktor yang dapat memberikan dampak buruk terhadap proses pertumbuhan yang dapat menyebab stunting, diantaranya adalah:

  1. Tidak mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan.

  2. Mengalami stres yang parah karena dapat mengganggu kerja hormon pertumbuhan.

  3. Kesehatan tulang yang buruk dapat mengakibatkan tidak maksimalnya tinggi badan seseorang, misalnya osteoporosis.

  4. Paparan polutan tertentu, seperti timbal, kadmium, atau polychlorinated biphenyl (PCB) tak jarang dikatikan dengan penurunan tinggi badan.

  5. Kekurangan hormon pertumbuhan dan beberapa masalah kesehatan kronis dapat mengganggu proses pertumbuhan seseorang.

Memperhatikan postur tubuh selama berkegiatan juga dapat dilakukan untuk memaksimalkan tinggi badan seseorang. Ketika duduk, berdiri, atau berjalan pastikan punggung tegak, karena jika punggung menunduk bisa memberikan kesan kurang tinggi.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Silver, N. & Sampson, S. (2022). How to Increase Your Height: Is There Anything I Can Do?Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/how-to-increase-height

Barrell, A. & Griffith, M. L. (2021). What factors influence a person's height?Medical News Today. [online]. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327514