Logo NewFemme
Cara Efektif Menurunkan Berat Badan Setelah Kehamilan

Cara Efektif Menurunkan Berat Badan Setelah Kehamilan

Kesehatan 97

Mengembalikan berat badan setelah kehamilan menuju berat badan yang sehat merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah bagi para wanita. Meskipun demikian, kembali ke berat badan sehat setelah melahirkan merupakan hal yang penting untuk memastikan kesehatan tubuh, apalagi jika ingin merencanakan kehamilan lagi di masa yang akan datang. 

Apa itu baby weight?

Baby weight merupakan istilah yang merujuk pada penambahan berat badan yang terjadi selama masa kehamilan. Tambahan berat badan ini terdiri atas berat badan bayi, plasenta, air ketuban, jaringan payudara, darah, rahim, dan ekstra lemak. Ekstra lemak digunakan sebagai cadangan energi untuk proses melahirkan dan menyusui. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan penambahan berat badan selama kehamilan pada wanita sehat berada pada kisaran 11,5 - 16 kilogram. Faktanya, hampir setengah wanita hamil mengalami kenaikan berat badan melebihi jumlah yang telah direkomendasikan. Konsekuensi jika tidak mengembalikan berat badan ke berat badan sehat diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan risiko obesitas

  2. Meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung

  3. Meningkatkan risiko komplikasi ketika hamil.

Tips menurunkan berat badan setelah kehamilan

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan setelah hamil:

  1. Perhatikan pola makan

Ketika hamil terdapat perubahan pola makan yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Setelah hamil, konsumsi nutrisi yang tepat, terutama jika menyusui, masih sangatlah penting.

Membuat pilihan yang bijak dapat mendorong penurunan berat badan setelah hamil. Contohnya adalah mengatur porsi, membatasi makanan manis dan garam, pilih protein tanpa lemak dari sumber yang bervariasi, serta konsumsi lebih banyak makanan nabati (buah, sayur, dan gandum).

  1. Jadwalkan aktivitas fisik pada rutinitas harian

Secara umum, wanita yang telah melewati masa kehamilan bisa kembali melakukan olahraga ringan setelah 4-6 minggu sejak hari persalinan. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter jika kamu melalui operasi sesar atau komplikasi kelahiran sebelum melakukan olahraga kembali. 

  1. Menyusui dapat membantu menurunkan berat badan

Hal ini disebabkan karena ketika menyusui, cadangan lemak yang tersimpan pada tubuh ibu hamil akan digunakan sebagai bahan bakar untuk memproduksi ASI. Selama menyusui, tubuh akan melepaskan hormon oxytocin dalam jumlah besar yang dapat membantu rahim kembali ke ukuran semula.

  1. Tetapkan target penurunan berat badan yang realitistis

Kebanyakan perempuan akan kehilangan berat sebesar 5,9 kilogram ketika proses persalinan. Berat itu termasuk berat badan bayi, plasenta, dan air ketuban. Selama minggu pertama setelah melahirkan, kamu juga akan kehilangan berat badan tambahan saat cairan tubuh yang tersimpan selama hamil keluar dari badan.

Walaupun demikian, lemak yang tersimpan selama kehamilan tidak akan menghilang secara sendirinya. Setengah kilogram setiap minggunya merupakan berat yang dapat dijadikan target penurunan berat badan melalui diet dan olahraga teratur. Dibutuhkan sekitar 6 bulan hingga satu tahun untuk kembali ke berat badan sebelum hamil.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Mandl, E. & Tipane. J. (2020). 16 Effective Tips to Lose Baby Weight After Pregnancy. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/nutrition/weight-loss-after-pregnancy 

Mayo Clinic Staff. (2020). Weight loss after pregnancy: Reclaiming your body. Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/weight-loss-after-pregnancy/art-20047813