Logo NewFemme
Penyebab dan Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan

Penyebab dan Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan

Kesehatan 90

Mabuk perjalanan atau motion sickness merupakan sensasi pusing yang dirasakan saat melakukan perjalanan, baik menggunakan moda transportasi darat, laut, dan udara. Mabuk perjalanan biasanya terjadi akibat gerakan berulang ketika perjalan seperti goncangan pada mobil atau kapal.

Bagian dalam tubuh mengirimkan sinyal ke otak yang berbeda dari apa yang dikirimkan oleh mata. Perbedaan sinyal dari organ sensorik yang dikirim ke otak inilah yang menyebabkan munculnya rasa pusing, mual, hingga muntah-muntah.

Apa saja gejala mabuk perjalanan?

Mabuk perjalanan biasanya akan menyebabkan perasaan tidak nyaman pada perut. Selain itu, gejala lain yang kerap dijumpai adalah munculnya keringat dingin dan perasaan pusing.

Orang yang tengah mengalami mabuk perjalanan biasanya akan mengeluh sakit kepala dan mukanya terlihat pucat. Rasa mual, muntah-muntah, hingga kesusahan mempertahankan keseimbangan merupakan beberapa kondisi yang timbul akibat mabuk perjalanan.

Siapa saja yang berisiko mabuk perjalanan?

Semua orang pada dasarnya memiliki peluang untuk mengalami mabuk perjalanan. Akan tetapi ada sebagian orang yang lebih rentan terhadap mabuk perjalanan, diantaranya adalah kelompok orang berikut:

  1. Perempuan, terutama ketika sedang menstruasi, hamil, atau sedang menjalani terapi hormon.

  2. Orang dengan sakit kepala sebelah, terutama jika sedang kambuh.

  3. Anak-anak usia 2-12 tahun.

  4. Orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat asma, obat antidepressant, ataupun obat yang lebih umum seperti ibuprofen.

Bagaimana cara mencegah munculnya mabuk perjalanan?

Berikut merupakan beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah munculnya mabuk perjalanan selama berada di kendaraan:

  1. Hindari konsumsi kafein, alkohol, dan makan besar sesaat sebelum memulai perjalanan. Sebagai gantinya minumlah air yang banyak.

  2. Jaga posisi kepala agar tetap tegak dan jaga pandangan untuk tetap lurus. Hindari terlalu lama menunduk untuk membaca atau bermain smartphone.

  3. Cari tempat duduk yang terbaik. Jika kamu naik mobil dan tidak sedang mengemudi, pilihlah kursi depan dibandingkan kursi belakang. Jika kamu sedang naik pesawat, maka pilihlah kursi dekat jendela di sekitar sayap. Hindari kursi yang menghadap ke belakang atau samping ketika sedang naik kereta api atau bus. 

  4. Setel musik atau makan cemilan agar fokus kita tidak ke gerakan kendaraan.

  5. Pastikan untuk mendapatkan istirahat yang cukup pada hari sebelum perjalanan dimulai karena sakit kepala dan perasaan cemas dapat menyebabkan kondisi yang lebih buruk.

Mengonsumsi obat anti mabuk perjalanan merupakan pilihan terakhir yang bisa kamu lakukan jika tidak bisa melakukan tips diatas. Pastikan untuk membaca label yang tertera agar tidak salah dalam penentuan dosis untuk anak maupun orang dewasa. Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah obat anti mabuk perjalanan memiliki efek samping berupa rasa kantuk.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Felson, S. (2020). How to Beat Motion Sickness. WebMD. [online]. https://www.webmd.com/first-aid/how-to-beat-motion-sickness

Heitz, D. & Weatherspoon, D. (2018). Motion Sickness. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/motion-sickness