Logo NewFemme
Hubungan GERD dengan Gaya Hidup dan Penyakit Lain

Hubungan GERD dengan Gaya Hidup dan Penyakit Lain

Kesehatan 81

GERD seringkali dirasakan bersamaan dengan beberapa gejala atau penyakit lain, seperti mual, asma, dan Irritable Bowel Syndrome (IBS). GERD juga berhubungan dengan kebiasaan dan gaya hidup, seperti konsumsi alkohol dan diet. Selain itu, GERD juga dapat saling mempengaruhi dengan keadaan tertentu seperti cemas dan kehamilan. Terakhir, artikel ini juga akan membahas mengenai GERD pada bayi dan komplikasi akibat GERD.

  1. GERD dan Mual

Penting untuk dicatat bahwa ada perbedaan yang sangat nyata antara mual sesekali (yang mungkin tidak memerlukan intervensi medis), dan GERD. Banyak orang yang mengalami mual dari waktu ke waktu, dan secara umum, rasa mual yang sesekali muncul ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika kamu mengalami sakit maag lebih dari dua kali seminggu, terutama jika disertai dengan batuk kronis dan nyeri dada, kamu mungkin mengalami GERD.

  1. GERD dan Asma

Asma dan GERD sering terjadi bersamaan. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan antara asma dan GERD, ada kemungkinan bahwa GERD dapat memperburuk gejala asma. Selain itu, beberapa obat asma juga dapat meningkatkan risiko mengalami GERD, sehingga penting untuk mengelola kedua kondisi tersebut.

  1. GERD dan Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah suatu kondisi yang dapat mempengaruhi kondisi usus besar, dengan gejala umum meliputi:

  • Sakit perut
  • Kembung
  • Sembelit
  • Diare

Gejala terkait GERD lebih sering terjadi pada orang dengan IBS dibandingkan dengan populasi umum. Oleh karena itu, konsultasikan keadaanmu dengan dokter, ya!

  1. GERD dan Alkohol

Konsumsi alkohol dan tingkat kejadian GERD telah dihubungkan dalam banyak penelitian, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa semakin banyak alkohol yang diminum, semakin tinggi kemungkinan terkena GERD.

Meskipun begitu, hubungan keduanya memang belum jelas: apakah alkohol memengaruhi refleks pita otot di kerongkongan secara langsung sehingga tidak dapat menutup kembali dan menyebabkan cairan dan isi perut dapat keluar, atau apakah orang yang minum banyak alkohol juga memiliki perilaku lain yang dapat menyebabkan GERD? yang jelas, membatasi asupan alkohol, atau bahkan menghentikannya, dapat meredakan gejala GERD.

  1. GERD dan Diet

Beberapa orang yang telah didiagnosis dengan GERD menemukan bahwa makanan dan minuman tertentu dapat memicu gejala GERD. Meskipun pemicunya bisa sangat pribadi, ada beberapa makanan yang secara umum dianggap mampu menyebabkan munculnya gejala GERD, seperti:

  • Makanan tinggi lemak (seperti makanan yang digoreng dan makanan cepat saji)
  • Buah jeruk dan jus
  • Tomat dan saus tomat
  • Bawang
  • Daun mint
  • Kopi
  • Soda
  1. GERD dan Rasa Cemas

Kecemasan dan rasa mual diduga berhubungan, sehingga jika rasa cemas meningkat, rasa mual akan meningkat. Mungkin juga individu yang hidup dengan GERD akan merasakan lebih banyak rasa cemas karena hidup dengan kondisi tersebut membuatmu dapat merasa mual dalam kondisi yang mungkin tidak terduga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika memang kecemasan memperburuk gejala GERD yang kamu miliki ya, Ladies.

  1. GERD dan Kehamilan

Kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan mengalami refluks asam. Jika ibu hamil menderita GERD sebelum kehamilan, gejala GERD yang dirasakan mungkin bertambah buruk. Hal ini karena perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan otot-otot di kerongkongan menjadi lebih sering rileks.

Janin yang sedang tumbuh juga dapat memberi tekanan pada perut. Hal ini dapat meningkatkan risiko asam lambung masuk ke kerongkongan. Banyak obat yang digunakan untuk mengobati refluks asam aman dikonsumsi selama kehamilan, namun dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan untuk menghindari antasida tertentu.

  1. GERD pada Bayi

Sebetulnya, sangat normal jika bayi muntah atau memuntahkan makanan yang diberikan. Tetapi, jika bayi terlalu sering muntah atau memuntahkan makanan, terdapat kemungkinan bahwa bayi tersebut menderita GERD. Tanda dan gejala GERD pada bayi meliputi:

  • Penolakan makan
  • Kesulitan menelan
  • Sering tersedak
  • Sendawa basah atau cegukan
  • Mudah marah selama atau setelah makan
  • Melengkungkan punggung mereka selama atau setelah menyusui
  • Penurunan berat badan atau pertumbuhan yang lambat
  • Batuk berulang atau pneumonia
  • Sulit tidur

Jika kamu menduga bayimu menderita GERD atau kondisi kesehatan lainnya, konsultasikan dengan dokter spesialis anak, ya!

  1. Potensi komplikasi GERD

Pada kebanyakan orang, GERD tidak menyebabkan komplikasi serius. Tetapi, dalam kasus yang jarang terjadi, GERD dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius atau bahkan mengancam jiwa. Potensi komplikasi GERD meliputi:

  • Esofagitis atau radang kerongkongan
  • Striktur esofagus, yaitu kondisi ketika kerongkongan menyempit atau mengencang
  • Barrett's esophagus, yaitu kondisi dimana terdapat perubahan permanen pada lapisan kerongkongan
  • Kanker kerongkongan
  • Erosi email gigi, penyakit gusi, atau masalah gigi lainnya

Untuk menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengelola dan mengobati gejala GERD.

Dengan membahas hubungan GERD dengan gejala atau penyakit lain, kebiasaan dan gaya hidup, keadaan tertentu seperti cemas dan kehamilan, serta GERD pada bayi dan komplikasi akibat GERD, semoga kita bisa lebih aware terhadap penyakit ini, ya, Ladies. Termukan juga informasi mengenai berbagai penyakit dan kesehatan lain hanya di Newfemme!

 

Sumber:

DiGiacinto, J. & Soliman, Y. (2021). Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/gerd