Ketepatan Penanganan, Pencairan, dan Pengolahan Ayam

Ketepatan Penanganan, Pencairan, dan Pengolahan Ayam

Kesehatan 73

Penanganan

Penanganan ayam mungkin tidak segampang yang kita kira, pun sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan. Baik ayam segar maupun ayam kemasan (ready-prepared), keduanya perlu mendapatkan penanganan yang berbeda. Berikut adalah penjelasan sederhananya:

1. Ayam Segar

Masukkan ayam ke dalam kantong plastik yang aman dan tidak bocor. Hal ini bertujuan untuk mencegah cairan dari ayam tidak mengenai bahan makanan lain, sehingga kontaminasi silang dapat terhindarkan. Setelah sampai di rumah, masukkan ayam ke dalam kulkas jika akan digunakan dalam 1 hingga 2 hari. Namun jika tidak digunakan dalam waktu dekat, maka bekukan di dalam freezer.

Ayam dapat dibekukan baik dalam kemasan asli maupun dengan kemasan baru. Jika berencana untuk membekukannya hingga 2 bulan ke depan, maka masukkan ayam kembali ke dalam wadah baru yang anti bocor, misalnya plastik, freezer bag, atau wadah kedap udara. Jika tidak dibungkus dengan tepat, akan ada risiko terjadinya freezer burn, yaitu bintik kasar berwarna cokelat keabu-abuan.

2. Ayam Ready-Prepared

Ketika membeli ayam di supermarket yang sudah dalam kemasan, maka pastikan untuk memilih produk yang bebas bocor dan simpanlah atau konsumsilah segera mungkin dalam waktu maksimal 2 jam setelah pembelian. Ayam bisa diletakkan langsung ke dalam kulkas atau freezer baik secara langsung maupun setelah dipotong-potong.

Ayam segar dan ready-prepared harus disimpan dalam kemasan yang anti bocor

Pencairan

Pencairan atau thawing ayam terdiri dari 3 cara, yaitu di dalam kulkas, dengan air dingin, atau di dalam microwave. Pencairan di dalam kulkas adalah yang paling direkomendasikan karena terjadi secara lambat tetapi tetap aman. Cara pencairan dengan metode selain ketiga ini tidak disarankan.

1. Di dalam kulkas

Proses pencairan daging ayam akan terjadi dengan lambat, bahkan bisa membutuhkan waktu 1 sampai 2 hari tergantung ketebalannya. Gunakan maksimal dalam 2 hari dan bekukan kembali jika tidak digunakan.

2. Dengan air dingin

Proses pencairan daging ayam dengan air dingin dilakukan dengan cara memasukkan ayam ke dalam wadah anti bocor, rendam, dan ganti air setiap 30 menit. Dengan cara ini, ayam harus segera dimasak.

3. Dengan microwave

Proses pencairan dengan microwave kemungkinan besar menyebabkan ayam menjadi hangat dan mulai matang, sehingga harus dimasak segera setelah dicairkan karena bakteri apapun yang ada tidak akan musnah.

Pengolahan

Ayam masak yang dianggap aman adalah jika telah mencapai suhu internal minimumnya yaitu 74°C yang diukur dengan termometer makanan. Wajib ya! Tancapkan di bagian terdalam paha dan sayap serta bagian paling tebal dada. Berikut adalah bagian potongan ayam dan waktu pengolahan minimal untuk masing-masingnya:

  • Ayam utuh: panggang 75-90 menit dan rebus 60-75 menit

  • Dada: panggang 20-30 menit dan rebus 25-30 menit

  • Paha atas: panggang 40-50 menit dan rebus 40-50 menit

  • Paha bawah: panggang 35-45 menit dan rebus 40-50 menit

  • Sayap: panggang 30-40 menit dan rebus 35-45 menit

Lama waktu pengolahan ayam tergantung jenis potongannya

Penampilan

Mungkin banyak dari kita yang bertanya–tanya, terkadang kulit ayam ada yang warnanya merah muda tetapi ada pula yang kuning. Warna dagingnya pun cukup bervariasi. Seluruh perbedaan yang muncul merupakan hasil dari beberapa faktor. Berikut adalah penjelasan singkatnya:

  • Warna kulit ayam merupakan hasil dari jenis pakan yang dimakan ayam dan tidak menandakan tingkat kualitas nutrisi, rasa, kelembutan, serta kandungan lemaknya. 

  • Warna tulang tergantung dari usia ayam, jika warnanya gelap maka besar kemungkinan itu adalah ayam pedaging muda. Hal ini karena mereka belum mengalami kalsifikasi sempurna. Selain itu, tulang gelap juga mungkin terjadi karena pembekuan.

  • Warna daging gelap setelah matang dapat disebabkan karena proses pengolahan, tetapi masih sangat aman untuk dikonsumsi

  • Warna daging merah muda bukan indikator keamanannya. Namun ketika warna ini tetap terlihat setelah dimasak sampai suhu internal minimumnya, ayam tergolong aman dikonsumsi. Hal tersebut mungkin terjadi karena terbentuknya hemoglobin yang stabil terhadap panas.

Penanganan ayam yang tepat melibatkan langkah-langkah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, mulai dari cara penyimpanan, pencairan, hingga pengolahannya. Semua ini dilakukan terutama demi memastikan keamanan aman, disamping memastikan kualitasnya tetap terjaga. Yuk mari kita lebih berhati-hati lagi.