Logo NewFemme
Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Tekanan Darah (Bagian II)

Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Tekanan Darah (Bagian II)

Kesehatan 67

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala. Akibatnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi sebelum mereka terkena penyakit yang lebih serius, misalnya stroke dan jantung.

Berita baiknya, ada banyak cara untuk menurunkan tekanan darah, termasuk perubahan gaya hidup, pola makan, dan obat-obatan. Melanjutkan artikel bagian pertama, pada artikel kedua ini kita akan membahas lebih banyak lagi makanan yang dapat membantu menutunkan tekanan darah.

  1. Seledri

Seledri mengandung senyawa yang disebut phthalides, yang dapat membantu mengendurkan pembuluh darah dan menurunkan tingkat tekanan darah. Seledri yang dimasak memiliki hubungan yang lebih signifikan terhadap penurunan berat badan.

  1. Tomat

Tomat kaya akan banyak zat gizi, termasuk potasium dan pigmen karotenoid likopen yang dikaitkan dengan efek menguntungkan pada kesehatan jantung, termasuk membantu mengurangi faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi.

  1. Brokoli

Brokoli dapat memberikan efek menguntungkannya bagi kesehatan sistem peredaran darah, salah satunya untuk mengurangi tekanan darah. Hal ini karena brokoli sarat dengan antioksidan flavonoid yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan fungsi pembuluh darah dan meningkatkan kadar oksida nitrat dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang menyertakan data dari 187.453 orang menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 4 porsi atau lebih brokoli per minggu memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi brokoli sebulan sekali atau kurang.

  1. Bayam

Bayam mengandung nitrat yang tinggi dan sarat akan antioksidan, potasium, kalsium, dan magnesium, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk orang dengan tekanan darah tinggi Dalam sebuah penelitian pada 27 orang, kelompok yang mengonsumsi 500 mL sup bayam setiap hari selama 7 hari mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Sup bayam juga menurunkan kekakuan arteri, yang dapat membantu mengurangi tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung.

  1. Buah bit

Mengkonsumsi buah bit dapat membantu menjaga tekanan darah karena tinggi akan nitrat yang membantu mengendurkan pembuluh darah. Sebuah penelitian selama 2 minggu pada 24 orang dengan tekanan darah tinggi menemukan bahwa mengkonsumsi 250 mL jus bit dan 250 gram bit yang dimasak secara signifikan mengurangi tekanan darah, meskipun ditemukan bahwa jus bit lebih efektif. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek bit pada tekanan darah berumur singkat dan mungkin tidak membuat perbedaan signifikan pada kontrol tekanan darah jangka panjang.

  1. Biji labu

Biji labu adalah sumber zat gizi penting untuk mengontrol tekanan darah, termasuk magnesium, potasium, dan arginin, asam amino yang dibutuhkan untuk produksi oksida nitrat yang bermanfaat untuk relaksasi pembuluh darah dan pengurangan tekanan darah. Minyak biji labu juga telah terbukti menjadi obat alami yang ampuh untuk tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian pada 23 wanita menemukan bahwa suplemen dengan 3 gram minyak biji labu per hari selama 6 minggu menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan.

  1. Biji chia

Biji chia mengandung dengan zat gizi yang penting untuk pengaturan tekanan darah, yaitu kalium, magnesium, dan serat. Sebuah studi selama 12 minggu yang melibatkan 26 orang dengan tekanan darah tinggi menemukan bahwa suplementasi 35 gram tepung biji chia berhubungan dengan penurunan tekanan darah.

  1. Herbal dan rempah-rempah

Herbal dan rempah-rempah tertentu seperti biji seledri, ketumbar, kunyit, serai, jintan hitam, ginseng, kayu manis, kapulaga, kemangi, dan jahe mengandung senyawa kuat yang dapat membantu mengurangi tekanan darah dengan membantu pembuluh darah rileks.

Tekanan darah diastolik mengukur tekanan pada dinding arteri di antara detak jantung. Tekanan darah diastolik yang normal adalah kurang dari 80 mmHg. Sedangkan, tekanan darah sistolik mengukur tekanan pada dinding arteri saat jantung berdetak. Tekanan darah sistolik normal adalah kurang dari 120 mmHg. Jika tekanan darah sistolik maupun diastolikmu tinggi, konsultasikan pada doktermu untuk mempertimbangkan rencana perawatan yang tepat. Stt, kamu juga bisa konsultasi dengan dokter di Newfemme, lho!

 

Sumber:

Asgary, S., et al. (2016). Improvement of hypertension, endothelial function and systemic inflammation following short-term supplementation with red beet (Beta vulgaris L.) juice: a randomized crossover pilot study. Journal of human hypertension30(10), 627–632

Borgi, L., et al. (2016). Fruit and Vegetable Consumption and the Incidence of Hypertension in Three Prospective Cohort Studies. Hypertension (Dallas, Tex. : 1979)67(2), 288–293

Jovanovski, E., et al. (2015). Effect of Spinach, a High Dietary Nitrate Source, on Arterial Stiffness and Related Hemodynamic Measures: A Randomized, Controlled Trial in Healthy Adults. Clinical nutrition research4(3), 160–167

Kubala, J. & Marengo, K. M. (2021). Do Fitness Trackers Improve Your Health? Healthline. [online]. https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-blood-pressure

Toscano, L. T., et al. (2014). Chia flour supplementation reduces blood pressure in hypertensive subjects. Plant foods for human nutrition (Dordrecht, Netherlands)69(4), 392–398

Wong, A., et al. (2019). The effects of pumpkin seed oil supplementation on arterial hemodynamics, stiffness and cardiac autonomic function in postmenopausal women. Complementary therapies in clinical practice37, 23–26