Logo NewFemme
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Asma

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Asma

Kesehatan 341

Penyakit asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani dengan arti sukar bernapas. Asma adalah penyakit peradangan kronik pada saluran pernapasan yang ditandai dengan adanya mengi, bantuk, dan rasa sesak di dada yang berulang. Asma merupakan penyakit kronis yang sering muncul pada masa kanak-kanak dan usia muda. Satu dari du belas anak di Amerika Serikat mengidap penyakit ini. Jika ditangani dengan tepat, asma bukanlah penyakit yang mengancam nyawa. Akan tetapi, asma berpotensi untuk mengganggu aktivitas harian seperti sekolah, kerja, dan acara sosial lainnya. Maka dari itu, berikut merupakan beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang asma.

Bagaimana proses terjadinya asma?

Untuk memahami asma, kita terlebih dahulu perlu untuk mengetahui proses pernapasan secara normal. Umumnya, setiap oksigen yang dihirup melalui hidung atau mulut akan mengalir melalui tenggorokan dan pada akhirnya mencapai paru-paru. Terdapat banyak jalur kecil pada paru-paru yang membantu mengirim oksigen menuju aliran darah. Gejala asma terjadi ketika lapisan saluran udara membengkak dan jaringan otot disekitarnya menjadi tegang. Kemudian saluran udara akan menyempit akibat adanya lendir yang masuk sehingga jumlah udara yang lewat akan terhambat. Kondisi tersebut juga disebut serangan asma yang disertai dengan batuk dan rasa sesak di dada.

Apa saja gejala asma?

Gejala yang paling dijumpai pada penderita asma adalah mengi alias penyakit bengek akibat sesak napas. Walaupun demikian, terdapat beberapa gejala lain yang juga dijumpai, diantaranya adalah:

  1. Batuk, terutama ketika sedang tertawa dan olahraga atau saat malam hari

  2. Nyeri di area dada

  3. Sesak napas

  4. Kesulitan untuk berbicara 

  5. Irama napas yang berantakan

  6. Kesulitan untuk tidur

Tidak semua orang dengan asma akan mengalami gejala yang sama. Meskipun demikian terdapat pola gejala yang sama yaitu asma datang dan pergi seiring waktu atau dalam hari yang sama, lebih buruk di malam atau pagi hari, mulai atau memburuk dengan infeksi virus seperti pilek, serta dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin, atau hiperventilasi karena tertawa atau menangis.

Apa penyebab asma?

Hingga kini, penyebab utama asma belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, peneliti meyakini bahwa asma dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu genetik, riwayat infeksi virus, dan hipotesis higiene. Banyak hal yang bisa memicu serangan asma dan menyebabkan gejalanya makin parah, diantaranya adalah debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik, infeksi virus, sampai paparan zat kimia. Pengidap asma terbukti memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif ketimbang tidak.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko serangan asma?

Selain dengan mengonsumsi obat yang telah dianjurkan oleh dokter, berikut merupakan beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko serangan asma:

  1. Mengonsumsi makanan sehat

  2. Menjaga berat badan ideal

  3. Berhenti dan hindari rokok

  4. Olahraga secara rutin dengan batas tertentu

  5. Kelola stres dengan bijak

Mengingat asma yang dialami oleh satu orang dengan yang lain dapat diakibatkan oleh faktor yang berbeda, maka penting bagi kita untuk mengenali dan menghindari pemicu asma serta memonitor kondisi saluran napas. Hubungi dokter jika badan kamu merasa remas, tidak bisa melakukan aktivitas harian, dan batuk yang tak kunjung sembuh.

Jangan lupa untuk membaca artikel kesehatan lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Goldman, L., Holland, K., & Goodwin, M. (2021). Asthma: Symptoms, Treatment, and Prevention. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/asthma