Logo NewFemme
Cara Menghindari Penularan HIV

Cara Menghindari Penularan HIV

Kesehatan 81

Meskipun cenderung fluktuatif, data kasus HIV AIDS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data WHO tahun 2019, terdapat 78% infeksi HIV baru di regional Asia Pasifik. Sementara itu, di Indonesia, sebanyak 50.282 orang terkena HIV dan 7.036 orang menderita AIDS pada tahun 2019. Lima provinsi dengan jumlah kasus HIV terbanyak adalah Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua, sedangkan provinsi dengan jumlah kasus AIDS terbanyak adalah Jawa Tengah, Papua, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau. Tren kasus HIV dan AIDS tertinggi dari tahun 2017 sampai dengan 2019 masih sama, yaitu sebagian besar di pulau Jawa

Di artikel yang lalu, kita sudah membahas mengenai serba-serbi HIV. Kali ini, kita akan membahas mengenai cara menghindari HIV, Ladies. Hal ini perlu dipahami agar kita dapat berinteraksi dengan penderita HIV secara normal. Bagaimanapun, meskipun seseorang menderita HIV, kurang bijaksana bila kita langsung menjauhinya begitu saja.

Meski tergolong sebagai penyakit yang bisa mematikan, tetapi setidaknya penularan HIV bisa dicegah. Pencegahan HIV dan AIDS ini dapat dicegah dengan konsep “ABCDE” sebagai berikut.

  1. A (abstinence) – Absen Seks

Bagi yang belum menikah, tidak melakukan hubungan seks di luar nikah adalah langkah yang paling tepat untuk menghindari paparan HIV.

  1. B (be faithful) – Bersikap Setia

Artinya bersikaplah saling setia kepada satu pasangan seks. Hindari perilaku berganti-ganti pasangan untuk meminimalisir kemungkinan penularan HIV.

  1. C (condom) – Cegah Penularan HIV dengan menggunakan kondom

Penggunaan kondom yang baru setiap berhubungan seks, baik melalui vagina maupun melalui dubur dinilai efektif dalam mencegah penularan HIV.

  1. D (don’t use drugs) – Dilarang Menggunakan Narkoba

Jauhi narkoba, terutama yang dikonsumsi melalui jarum suntik. Menghindari berbagi pakai jarum suntik juga dapat mencegah infeksi virus hepatitis B.

  1. E (education) – Edukasi

Yaitu pemberian informasi yang benar mengenai HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, hal ini dapat membantu mencegah penularan HIV di masyarakat.

Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah jika seseorang didiagnosis positif HIV dan sudah menikah segera beritahu pasangan agar segera menjalani tes HIV. Bila seseorang didiagnosis HIV pada masa kehamilan maka diskusikan dengan dokter terkait langkah penanganan selanjutnya, perencanaan persalinan, dan cara untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke janin.

Selain itu, salah satu upaya darurat ketika seseorang menduga baru terpapar virus HIV (misalnya karena berhubungan seks dengan penderita HIV ataupun pelayanan kesehatan yang secara tidak sengaja tertusuk jarum suntik bekas pasien HIV, korban pemerkosaan, serta seks tanpa kondom dengan seseorang yang mungkin positif HIV maka dokter akan meresepkan obat post-exposure prophylaxis (PEP). Obat PEP adalah kombinasi tiga obat antiretroviral yang bertujuan untuk mencegah perkembangan infeksi HIV. Obat ini harus mulai dikonsumsi maksimal 72 jam setelah terpapar HIV. Dalam satu resep, obat ini harus dikonsumsi selama 28 hari.

Semoga melalui artikel ini, kita bisa terhindar dari kemungkinan terkena HIV/AIDS ya, Ladies! Ingat, mencegah lebih baik dibandingkan mengobati ?

 

Sumber:

Kementerian Kesehatan RI (2020). InfoDATIN. HIV dan AIDS 2020. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-2020-HIV.pdf

Centers for Disease Control and Prevention (2020). HIV Basics. About HIV. https://www.cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html