Logo NewFemme
Peringatan Hari Kanker Sedunia 2022: Tingkatkan Kesadaran Kanker Serviks Sejak Dini

Peringatan Hari Kanker Sedunia 2022: Tingkatkan Kesadaran Kanker Serviks Sejak Dini

Kesehatan 112

Di Indonesia, kanker serviks masih menempati peringkat kedua dengan jumlah penderita terbesar setelah kanker payudara. Infeksi Human papillomavirus (HPV) sebagai penyebab kanker serviks telah merenggut 21.003 nyawa menurut data tahun 2020.

 

Tingginya angka ini menjadi pertanda bahwa kesadaran akan kanker serviks di Indonesia belum optimal. Lembaga dan pemerintah kini masih berfokus meningkatkan kesadaran di masyarakat, khususnya bagi wanita yang sudah aktif seksual untuk rutin melakukan tes deteksi dini.

 

Sebenarnya harapan kesembuhan kanker ini semakin tinggi jika sel kanker terdeteksi lebih awal, namun sayang kesadaran masyarakat akan masalah ini masih rendah. Oleh karena itu tanggal 4 Februari 2022 ini akan diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia dengan mengangkat tema 'Close the Gap in Cancer Care', yang bertujuan untuk memperluas akses pelayanan terapi kanker di seluruh dunia. 

 

Apa penyebab kanker serviks?

Kanker serviks terjadi akibat adanya mutasi pada sel-sel yang semula normal di leher rahim atau serviks. Mutasi tersebut menyebabkan sel-sel mengalami pertumbuhan abnormal yang terus berkembang dan tidak terkendali, pada akhirnya terbentuk sel kanker.

 

Hingga kini belum diketahui penyebab apa yang bertanggung jawab terhadap terjadinya mutasi. Namun, kanker serviks diketahui berkaitan dengan infeksi HPV.

Beberapa faktor yang menyebabkan seorang wanita berisiko lebih tinggi mengalami kanker serviks yaitu:

  • Memiliki banyak partner seksual. Memiliki lebih dari satu pasangan, terlebih jika pasangan tersebut juga memiliki partner seksual lainnya, membuat seseorang semakin berisiko terserang HPV.
  • Aktivitas seksual terlalu dini. Memulai berhubungan seksual di usia muda meningkatkan risiko terkena HPV.
  • Infeksi menular seksual lainnya, seperti chlamydia, gonorrhea, syphilis, dan HIV/AIDS
  • Merokok. Merokok diketahui berkaitan dengan squamous cell carcinoma
  • Terpapar obat pencegah keguguran. Seorang ibu yang mengonsumsi obat seperti diethylstillbestrol (DES) selama kehamilan akan menyebabkan anak memiliki risiko kanker serviks tipe tertentu, yaitu clear cell adenocarcinoma.
  • Sistem imun melemah.

 

Bagaimana gejala kanker serviks?

Sumber: Adi Husada Cancer Center

Kanker serviks dapat terjadi baik dengan atau tanpa menimbulkan gejala. Biasanya kanker serviks pada stadium awal dan pra-kanker tidak menimbulkan gejala. Gejala bisa muncul sewaktu-waktu ketika tumor terbentuk. Hal ini disebabkan karena tumor yang terbentuk akan mendorong organ di sekitar dan mengganggu sel-sel sehat. Gejala kanker serviks dapat ditandai dengan ciri-ciri berikut ini:

  • Perdarahan tidak wajar dari vagina, seperti perdarahan padahal tidak haid, menstruasi yang lebih panjang, perdarahan setelah atau saat berhubungan seks, setelah menopause, setelah buang air besar, atau setelah pemeriksaan panggul.
  • Siklus menstruasi jadi tidak teratur.
  • Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
  • Nyeri saat berhubungan seks.
  • Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  • Badan lemas dan mudah lelah.
  • Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Keputihan yang tidak normal, seperti berbau menyengat atau disertai darah.
  • Ada beberapa kondisi lainnya, seperti infeksi, yang dapat menyebabkan berbagai ciri-ciri kanker serviks tersebut. Namun, apa pun penyebabnya, Anda tetap harus mengunjungi dokter untuk memeriksakannya.

 

Sebagian besar wanita tidak menyadari dirinya terkena kanker serviks hingga memasuki stadium lanjut. Dari seluruh kasus kanker serviks yang baru ditemukan di Indonesia, diketahui lebih dari 80% sudah memasuki stadium lanjut. Bila ini terjadi, maka pengobatan sudah sulit dilakukan dan harapan sembuh semakin menurun.

 

Jika Anda khawatir dan memiliki keluhan seputar kesehatan organ reproduksi, segera periksakan ke dokter. Jangan tunda untuk deteksi dini kanker serviks jika terdapat gejala ataupun berada di lingkungan dengan faktor risiko tinggi. Bila memiliki risiko pemicu kanker serviks, lakukan pap smear dan pemeriksaan panggul secara rutin untuk mengawasi gejala kanker serviks muncul.

 

Ada banyak pertanyaan seputar kesehatan organ intim, tapi ragu untuk menceritakannya? Sampaikan segala bentuk keluhan Anda melalui chat dengan dokter di Newfemme. Seluruh privasi terjaga dan tentunya tidak akan ada yang menghakimi Anda di Newfemme. We care about you, ladies.