Logo NewFemme
Rutin Pap Smear 3 Tahun Sekali untuk Cegah Kanker Serviks

Rutin Pap Smear 3 Tahun Sekali untuk Cegah Kanker Serviks

Kesehatan 140

Pap smear adalah prosedur mendeteksi pertumbuhan sel-sel abnormal (sel prakanker) ataupun kanker serviks pada wanita.

 

Selama prosedur, sampel sel dari serviks akan diambil perlahan untuk diamati apakah terdapat pertumbuhan abnormal atau tidak. Biasanya prosedur ini menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman pada wanita, namun tentunya tidak menyebabkan rasa sakit yang berkepanjangan.

 

Setiap wanita direkomendasikan setiap 3 tahun sekali pada wanita usia 21 tahun ke atas, terutama mereka yang berisiko tinggi, seperti berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan ataupun berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual.

 

Pasalnya kasus kejadian dan kematian akibat kanker serviks menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara. Sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan rutin, karena sesungguhnya kanker serviks dapat disembuhkan jika terdeteksi seawal mungkin.

 

Siapa yang perlu melakukan pap smear?

Para ahli merekomendasikan setiap wanita berusia 21 tahun ke atas untuk melakukan pap smear 3 tahun sekali dan tiap 5 tahun sekali bagi wanita berusia 30 sampai 65 tahun. Pemeriksaan ini tentunya perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan HPV.

 

Pap smear juga dianjurkan bagi wanita yang berisiko tinggi terserang kanker leher rahim, tanpa memandang usia. Wanita dapat berisiko tinggi dan perlu rutin melakukan pap smear apabila memiliki faktor berikut:

  • Menderita HIV
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat transplantasi organ, kemoterapi, atau penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Mendapatkan hasil abnormal (lesi prakanker) pada pap smear sebelumnya
  • Terpapar atau menggunakan obat untuk kanker seperti dietilstilbestrol (DES)
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Pemeriksaan pap smear secara berkala dapat dihentikan pada wanita yang telah menjalani operasi pengangkatan seluruh rahim dan serviks (histerektomi total). Dengan catatan, prosedur histerektomi total tidak dilakukan atas indikasi adanya kanker atau lesi prakanker. Jika histerektomi total dilakukan karena kanker atau prakanker, pap smear harus tetap dijalani secara rutin.

 

Pap smear sebaiknya tidak dilakukan pada usia kehamilan 25 minggu ke atas karena bisa menimbulkan nyeri yang cukup hebat saat pemeriksaan. Jika ingin menjalani pap smear, disarankan untuk menunggu sampai 12 minggu setelah melahirkan.

 

Pap smear juga sebaiknya tidak dilakukan pada saat menstruasi karena bisa membuat hasilnya kurang akurat. Jika ingin melakukan pap smear, Anda dianjurkan untuk menunggu setidaknya 5 hari setelah menstruasi selesai.

 

Bagaimana prosedur pap smear?

Sumber: RS Permata Depok

Sebelum melakukan pap smear, dokter akan meminta Anda untuk tidak berhubungan seks, membersihkan bagian dalam vagina, ataupun memasukkan apa pun ke dalam vagina selama 2 hari sebelum memulai prosedur.

 

Prosedur pap smear dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Prosesnya hanya berlangsung sekitar 10–20 menit. Sebagian wanita merasa takut ketika mendengar kata pap smear.

 

Meski menimbulkan rasa tidak nyaman, namun prosedur ini tentunya aman jika dilakukan oleh dokter tersertifikasi. Perlu digarisbawahi pula bahwa prosedur ini tidak meninggalkan rasa sakit yang berkepanjangan. Jika Anda khawatir, Anda dapat menintip tahapan berikut ini yang akan dilalui selama prosedur pap smear:

  • Pasien akan diminta untuk melepaskan pakaian bagian bawah, lalu berbaring di meja dengan posisi lutut menekuk dan paha terbuka.
  • Dokter akan memasukkan spekulum, yaitu alat yang berbentuk seperti cocor bebek, ke dalam vagina. Spekulum berfungsi untuk membuka dinding vagina, sehingga bagian leher rahim dapat terlihat. Pada proses ini, mungkin akan muncul rasa tidak nyaman di area panggul.
  • Dokter akan mengambil sampel jaringan di leher rahim menggunakan spatula, sikat, atau keduanya. Setelah selesai, dokter akan menyimpan sampel tadi di dalam wadah khusus dan memeriksanya di laboratorium.

 

Setelah itu prosedur pap smear selesai dan pasien akan mendiskusikan hasilnya dengan dokter. Jika hasil negatif, maka pasien dikatakan tidak menderita kanker serviks dan tidak perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jika hasil positif, maka pasien dikatakan memiliki sel-sel abnormal baik kanker maupun prakanker.

 

Peluang sembuh bagi penderita kanker serviks semakin besar jika deteksi dilakukan semakin awal. Tidak ada gunanya menunda pemeriksaan awal jika Anda menyadari bahwa Anda mungkin berisiko tinggi. Bila Anda ingin bertanya lebih lanjut mengenai pap smear, Anda bisa chat bersama dokter di Newfemme. Kerahasiaan Anda akan terjaga, tidak perlu takut menyampaikan apapun di Newfemme.