Logo NewFemme
Konsep Cantik Versi Banyak Suku dan Negara

Konsep Cantik Versi Banyak Suku dan Negara

Kecantikan 135

Kalau ada yang bilang ‘cantik itu relatif’ ternyata itu betul dan bukan bualan semata, loh ladies! Yang akan kita bahas di sini maksudnya bukan bagaimana cara seseorang melihat atau mendeskripsikan cantik pada orang lain. Karena memang sejatinya semua orang itu spesial dan tidak bisa disamakan. Tapi di beberapa negara ada suatu konsep yang menjadi standar kecantikan. Jadi, siapapun yang memiliki hal tersebut akan dianggap cantik di daerah tersebut. Beberapa negara memiliki konsep cantik yang unik loh!

  1. Gingsul – Jepang

Di Jepang, wanita yang memiliki gigi gingsul, taring yang mencuat kelur saat tersenyum memiliki kesan wanita yang polos dan imut. Masyarakat di Jepang percaya bahwa gigi gingsul ialah simbol kecantikan alami dan awet muda. Konsep ini disebut Yaeba yang artinya gigi ganda, ini membuat penampilan wanita menjadi lebih imut seperti aanak-anak. Bahkan jika mereka tidak memiliki gingsul, mereka akan mendatangi klinik gigi untuk membuatnya.

  1. Leher Panjang – Myanmar

Suku Kayan di Myanmar mempunyai kepercayaan bahwa wanita yang lehernya panjang adalah wanita yang cantik. Konsep kecantikan ini melambangkan atau menjadi simbol kesejahteraan dan kecantikan. Maka, banyak ditemukan gadis asli suku ini akan memakai kalung kuningan sejak umur lima tahun. Gadis suku Kayan memasang cincin di leher mereka berjumlah 6 buah dan akan bertambah setiap tahun hingga panjangnya bisa mencapai 40 cm. mereka akan berhenti menambahkan cincin setelah menikah.

  1. Bibir Lebar dan Telinga Panjang – Ethiopia

Sama seperti wanita Myanmar, konsep cantik yang orang Ethiopia percaya juga cukup unik, yaitu bibir lebar. Wanita di Ethiopia yang telah mencapai usia subur akan mencabut 2 gigi depannya dan membuat tindik di bibir bawah kemudian memasukan tanah liat atau piringan dari kayu ke dalam lubang ini. Semakin dewasa, piringan akan ditukar ke ukuran yang lebih besar. Lempeng bibir tersebut dipercaya oleh masyarakat asli Surma sebagai simbol wanita dewasa yang menarik pria untuk menikah. Mereka juga meregangkan daun telinga hingga cukup panjang menyentuh bahu dengan mengaitkan beban pada lubang tindik di telinga. Menurut kepercayaan, semakin panjang telinga akan semakin cantik pula wanita.

 

Beberapa konsep juga terjadi di beberapa negara seperti Korea dan Cina yang menyukai gadis dengan kulit putih bersih, masyarakat Timur Tengah yang meyakini cantik itu dengan mempunyai mata yang indah dan sebagainya. Beberapa kepercayaan tentang konsep cantik ini memang sudah sulit ditemukan di zaman yang modern ini. Apalagi, masyarakat modern juga sudah mulai terbuka pikirannya tentang konsep kecantikan yang tidak bisa dikotak-kotakan. Cantik adalah persepsi dari proyeksi akal setiap manusia dan tidak bisa disamakan apalagi sampai mencibir orang lain hanya karena tidak sesuai dengan proyeksi kecantikan yang ia yakini.