Pembekuan Sel Telur; Arti, Tujuan dan Hal yang Harus Diketahui

Pembekuan Sel Telur; Arti, Tujuan dan Hal yang Harus Diketahui

Kehamilan 31

Pembekuan sel telur atau egg freezing sempat menjadi topik pembicaraan karena beberapa waktu lalu, artis Luna Maya mengaku dirinya melakukan pembekuan sel telur yang telah direncanakannya sejak lama.

Memang semakin menambahnya umur seorang wanita, maka akan sulit baginya untuk bisa hamil dibanding saat ia masih muda. Itu dikarenakan kesehatan reproduksi wanita semakin lama akan berkurang produktivitas dan kesuburannya. Untuk mengatasi ini, medis mengembangkan beberapa metode atau cara yang bisa diterapkan bagi mereka yang masih ingin hamil dan memiliki anak di usia yang tidak lagi bisa dibilang muda. Salah satu caranya adalah seperti yang dilakukan oleh Luna Maya tadi, pembekuan sel telur atau egg freezing.

Apa Arti Pembekuan Sel Telur

Dilansir dari Mayo Clinic, pembekuan sel telur atau egg freezing ialah metode untuk menyimpan sel telur dengan cara dibekukan. Secara medis metode ini dikenal dengan sebutan oocyte cryopreservation. Tujuannya agar seorang wanita masih bisa memiliki keturunan walau melewati masa produktif organ reproduksi atau sekalipun tubuhnya tidak lagi bisa memproduksi sel telur. 

Prosedur dari metode ini adalah pengangkatan sel telur yang telah matang diambil dan disimpan (dibekukan). Kemudian sel telur yang sudah beku ini nantinya bisa dicairkan kembali ketika akan dipertemukan dengan sperma di laboratorium. Pembekuan sel telur ini menjadi salah satu rangkaian program bayi tabung. Tapi tidak semua orang yang menjalankan program bayi tabung perlu melakukan pembekuan sel telur karena tidak perlu dipertemukan dengan sperma dahulu.

Prosedur pembekuan sel telur hampir sama seperti pembekuan embrio. Pertama dokter akan mengambil sel telur yang sudah matang (ovum pick-up) dengan membuat sayatan kecil di area perut dan memasukkan jarum aspirasi. Jarum ini yang nantinya akan mengambil sel telur yang sudah matang yang dituntun oleh ultrasonografi (USG) dalam pencarian sel telur matang.

Setelah berhasil diambil, dokter akan menyuntikan cairan khusus sebelum akhirnya dibekukan untuk mencegah terbentuknya kristal es pada ovum saat dibekukan karena dapat merusak sel telur yang telah diambil. Kemudian sel telur tadi akan disimpan di lab dengan suhu di bawah 0 derajat celcius.

Tujuan Melakukan Pembekuan Sel Telur

Metode ini akan memberikan kesempatan bagi wanita untuk hamil dan memiliki anak di masa depan. Beberapa orang memang ada yang masih mempersiapkan diri untuk mempunyai anak, karena seperti yang kita tahu membesarkan dan mengurus anak tidaklah mudah. Prosedur ini juga bisa menjadi jalan bagi pasangan yang baru menikah di usia yang tidak lagi muda dan ingin mempunyai anak.

Metode pembekuan sel telur akan disarankan untuk dilakukan saat usia produktif dan sel telur masih baik. Karena memasuki usia 30, kesuburan wanita akan menurun. Kemudian pada usia 45, beberapa wanita mengalami masa peralihan dari subur ke pre-menopause.

Bisakah Semua Wanita Melakukan Pembekuan Sel Telur?

Ada beberapa kondisi kesehatan yang perlu dipertimbangkan saat memutuskan ingin melakukan pembekuan sel telur, di antaranya:

  1. Memiliki masalah yang mempengaruhi kesuburan organ reproduksi

  2. Menjalani pengobatan kanker di area panggul (seperti kemoterapi dan radiasi)

  3. Masalah ovarium yang berdampak kerusakan pada indung telur

  4. Ada riwayat genetik menopause dini

  5. Menjalani program bayi tabung IVF (in vitro fertilization)

Kemudian ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menjalankan prosedur pembekuan sel telur seperti pemeriksaan ovarium yang tujuannya untuk melihat kualitas dan jumlah sel telur, tes darah, skrining penyakit menular serta terapi hormon.

Setelah prosedur pengangkatan sel telur untuk dibekukan, ada kemungkinan untuk merasa kram atau penuh (begah) pada perut setelah beberapa hari. Tapi secara umum, biasanya kamu sudah bisa beraktivitas normal kembali setelah prosedur.

Adakah Resiko dari Prosedur Pembekuan Sel Telur?

Resiko atau efek samping yang ditimbulkan hampir mirip dengan prosedur bayi tabung. Di antaranya:

  • Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS). Kondisi ini umumnya terjadi karena terapi kesuburan yang sebelumnya dilakukan. Prosedur ini menyebabkan ovarium membengkak dan terasa nyeri setelah pengambilan sel telur serta kemungkinan akan merasakan perut begah, kembung, mual, muntah, dan diare.

  • Komplikasi pengambilan sel telur. Walau jarang terjadi, penggunaan jarum untuk mengambil sel telur mungkin saja menyebabkan perdarahan, infeksi usus, kandung kemih, ataupun pembuluh darah.

  • Masalah psikologis. Prosedur ini memberikan harapan kehamilan di masa depan. Tetapi nyatanya, pembekuan sel telur tidak 100% menjamin kehamilan akan terjadi.

Bagaimana Ladies? Apakah kamu salah satu orang yang ingin memilih untuk melakukan pembekuan sel telur?

 

Referensi: 

https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/egg-freezing/about/pac-20384556

https://www.uclahealth.org/medical-services/obgyn/fertility/egg-freezing

https://www.hfea.gov.uk/treatments/fertility-preservation/egg-freezing/