Miom pada Rahim Wanita? Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Miom pada Rahim Wanita? Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Kesehatan 56

Diperkirakan sekitar 70-80% wanita mengalami miom pada usia produktifnya. Miom atau dikenal juga dengan sebutan mioma, uteri, fibroid, atau leiomioma merupakan pertumbuhan sel tumor jinak di dalam atau di sekitar uterus (rahim) seorang wanita, yang tidak ganas dan tidak berpotensi menjadi kanker. Tumor jinak ini bisa tumbuh besar sampai menimbulkan rasa nyeri dan perdarahan hebat saat menstruasi tergantung ukuran dan letak miom. Miom memiliki ukuran berbeda-beda mulai dari kecil hingga besar dan letaknya pun bisa di dalam maupun di luar rahim. Pertumbuhan miom seringkali tidak terdeteksi, karena sebagian wanita penderita miom tidak mengalami gejala jika ukurannya masih kecil atau jumlahnya sedikit, namun pada beberapa kasus ada yang mengalami gejala seperti perdarahan dari vagina, kram perut, nyeri panggul, serta seringnya buang air kecil. 

Gejala Miom

Pada umumnya penderita miom mengalami gejala perdarahan hebat saat menstruasi dan berlangsung lebih dari satu minggu serta merasa sakit pada perut bagian bawah dan juga akan mengalami buang air kecil yang cukup sering. Hal tersebut terjadi karena tekanan miom pada kandung kemih.

Gejala-gejala yang dapat dirasakan bagi penderita miom adalah sebagai berikut: 

1. Periode menstruasi lebih panjang dan mengalami perdarahan hebat 

2. Perut membesar

3. Nyeri panggul

4. Nyeri saat melakukan hubungan seksual

5. Sering buang air kecil

6. Nyeri pada bagian belakang kaki

7. Sembelit atau kembung

Penyebab Miom

Sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti apa penyebab dari miom ini, akan tetapi ada beberapa pihak yang berpendapat bahwa miom dapat terjadi akibat tingginya hormon estrogen dan ada juga yang mengatakan bahwa penyebab nya adalah faktor genetik.

Berikut adalah beberapa hak yang bisa meningkatkan resiko terjadinya miom: 

1. Haid pertama yang terlalu dini

2. Faktor keturunan

3. Kurangnya vitamin D pada tubuh

4. Kegemukan 

5. Mengkonsumsi alkohol

6. Kurang asupan sayur dan buah

7. Sering mengkonsumsi daging merah

Deteksi Miom

Untuk mengetahui ada atau tidaknya miom pada tubuh, Ladies bisa lakukan konsultasi dengan dokter kandungan yang terpercaya dan melakukan tindakan seperti USG Vagina, MRI, saline sonohysteragram dan hysteroscopy. 

Pada umumnya kasus miom yang tidak menimbulkan gejala berat, tidak membutuhkan pengobatan karena miom dapat menyusut dengan sendirinya, kebanyakan miom akan berhenti tumbuh bahkan mengecil saat wanita mengalami menopause, sehingga dari banyaknya kasus tindakan yang dilakukan cukup pengawasan saja. Akan tetapi, pada penderita miom yang bergejala berat maka bisa melakukan pengobatan berupa terapi hormon yang fungsinya untuk mencegah perkembangan miom dan mengurangi gejala yang dirasakan atau bahkan jika terlalu berat bisa dilakukan tindakan operasi. 

Miom adalah penyakit yang bisa disembuhkan, namun tetap harus dilakukan dengan penanganannya yang tepat supaya terhindar dari bahaya komplikasi seperti infertilitas dan keguguran berulang ya, Ladies.

 

Referensi:

UCLA Health. (No Date) What Are Fibroids [Online] https://www.uclahealth.org/medical-services/fibroids/what-are-fibroids 

EMC Healthcare. (2022) Ketahui Bahaya Miom pada Rahim Wanita [Online] https://www.emc.id/id/care-plus/ketahui-bahaya-miom-pada-rahim-wanita

Lippo Insurance. (No Date). Mengenal Miom dan Kista [Onlne]  https://www.lippoinsurance.com/mengenal-miom-dan-kista/

Sam  Marie. (2017). Mioma, Penyebab dan Pengobatan [Online] https://www.sammariewijaya-hospital.com/artikel/mioma