Macam-Macam Metode Kontrasepsi

Macam-Macam Metode Kontrasepsi

Kesehatan 80

Alat kontrasepsi mungkin lebih awam didengar oleh seseorang yang sudah pernah melahirkan, namun tak menutup kemungkinan juga perempuan belum menikah. Seperti yang kita ketahui, kehamilan terjadi ketika sel sperma berhasil membuah sel telur dan kemudian menempel di rahim. Nah fungsi kontrasepsi adalah usaha untuk mencegah kehamilan tersebut, sehingga orang tidak hamil meskipun melakukan hubungan seksual.

Metode mana yang tepat untuk saya? Ada banyak pilihan terkait alat kontrasepsi, tetapi memang tidak ada yang 100% efektif, hanya saja mungkin metode satu lebih efektif dari metode lainnya. Pada artikel kali ini, kita akan membahas beberapa alat kontrasepsi yang umum digunakan di Indonesia. Apa sajakah itu? Yuk baca penjelasannya lebih lanjut pada artikel kali ini!

Kondom

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang kondom ya, Ladies. Nah ternyata tidak hanya laki-laki yang memakai kondom, namun perempuan juga ada. Kondom bertugas untuk menghindari terjadinya pertemuan antara sel telur dan sel sperma selama berhubungan seksual, sehingga mengurangi kemungkinan hamil. Selain itu, kondom adalah satu-satunya metode kontrasepsi yang membantu mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS). 

Pil KB

Pil KB mengandung dua hormon utama pada wanita yaitu estrogen dan progesteron. Hormon yang terkandung dalam alat kontrasepsi ini berfungsi untuk menghentikan lepasnya sel telur dari indung telur atau ovulasi. Selain itu, dia juga mengentalkan lendir leher rahim agar sel sperma sulit menembusnya dan menipiskan dinding rahim untuk menurunkan kemungkinan tertanamnya sel telur yang telah dibuahi. Pil ini dikonsumsi setiap hari pada waktu yang sama. 

Pil KB perlu dikonsumsi setiap hari

Suntik KB

Suntik KB mengandung hormon progesteron yang biasanya dilakukan setiap 12 minggu sekali pada bagian lengan atau bokong. Fungsi suntik KB mirip dengan pil yaitu mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks untuk mempersulitnya masuk, dan menipiskan dinding rahim untuk menghalangi tertanamnya sel telur yang telah dibuahi. Suntik ini dapat dilakukan selama siklus menstruasi asalkan Ladies tidak hamil.

Suntik KB dilakukan setiap 3 bulan

KB implan

Bentuknya seperti batang plastik kecil dan dimasukkan ke lengan atas oleh dokter. Lagi-lagi, implan juga mengandung hormon progesteron untuk mencegah ovulasi. Implan ini akan melepaskan hormon tersebut ke dalam aliran darah dan efektif untuk mencegah kehamilan selama 3 tahun. Implan ini dapat dikeluarkan kapan saja dan kehamilan dapat kembali terjadi. 

Intrauterine Device (IUD)

Alat ini berbentuk huruf T berbahan dasar plastik yang dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter. Jenisnya ada dua yaitu IUD mengandung tembaga dan hormonal. Tembaga akan merusak sel sperma dan mencegahnya bertemu dengan sel telur, sementara hormonal akan menghalangi terjadinya pembuahan oleh sel sperma. Alat ini dapat bertahan di dalam uterus selama 5 hingga 10 tahun. 

Sterilisasi

Cara ini dikenal dengan tubektomi untuk wanita, yaitu proses medis yang memblokir, menutup, atau mengikat saluran tuba untuk mencegah sel telur bertemu dengan sel sperma untuk dibuahi. Pada pria sterilisasi ini disebut dengan vasektomi yang dilakukan dengan cara memotong atau menutup saluran yang membawa sel sperma. Kontrasepsi ini umumnya dipilih karena suatu pasangan sudah tidak ingin punya anak lagi.

Mana yang Cocok untuk Saya?

Pilihan untuk menggunakan kontrasepsi mana itu bersifat individual. Beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan adalah sebagai berikut:

  1. Apakah mudah untuk saya gunakan?

  2. Seberapa efektif metode tersebut?

  3. Apakah dapat dengan mudah dicabut atau tidak dipakai lagi?

  4. Berapa biayanya?

Demikianlah macam-macam alat kontrasepsi yang tersedia. Pilihan ini bersifat individual atau tergantung dari hasil diskusi kamu dengan pasangan. Ladies bisa berkonsultasi dengan dokter melalui Newfemme untuk mengetahui lebih jauh tentang seberapa efektif masing-masing metode kontrasepsi di atas dalam mencegah kehamilan dan mana yang tepat untuk dipilih. 

 

Sumber:

Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Contraception [Online] https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/index.htm 

Healthdirect Australia. (2021). Contraception options [Online] https://www.healthdirect.gov.au/contraception-options 

United Kingdom National Health Service. (2021). Your contraception guide [Online] https://www.nhs.uk/conditions/contraception/?tabname=methods-of-contraception 

World Health Organization. (2020). Family planning/contraception methods [Online] https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/family-planning-contraception