Logo NewFemme
Kenali Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Kenali Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Kesehatan 62

Baru-baru ini, PCOS cukup banyak mendapat perhatian terutama bagi kaum hawa. Berdasarkan data WHO, lebih dari 116 juta wanita (3,4%) mengalami Polycystic Ovarian Syndrome. Penyakit ini merupakan kondisi yang memengaruhi hormon wanita usia subur di mana ovarium menghasilkan jumlah androgen secara tidak normal. Perlu diketahui bahwa hormon androgen adalah hormon seks pria yang pada wanita jumlahnya terbilang kecil. 

PCOS sendiri menggambarkan banyaknya kista kecil yang terbentuk di dalam ovarium. Perempuan dengan PCOS memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur karena tingginya level androgen. Genetik, obesitas, gaya hidup, dan neuroendokrin adalah faktor resiko penyebabnya. Apakah ini merupakan suatu penyakit yang berbahaya? Mari kita bahas lebih lengkap dalam artikel ini, Ladies.

Gejala

Tanda dan gejala PCOS akan terlihat ketika memasuki remaja akhir atau sewaktu menstruasi pertama. Gejala paling umum adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Wanita dengan PCOS mungkin saja mengalami haid lebih cepat atau lebih lama dari biasanya untuk satu kali periode atau bahkan tidak menstruasi dalam beberapa bulan.

Dikarenakan penyakit ini mengganggu fungsi ovarium, maka kemungkinan besar menjadi sulit hamil. Wanita dengan PCOS juga akan mengalami pertumbuhan rambut yang berlebihan pada bagian wajah, dada, punggung, atau bokong. Hal ini dikenal dengan sebutan hirsutism.

Gejala lainnya adalah peningkatan berat badan yang tidak diinginkan khususnya pada bagian perut, rambut rontok, penipisan rambut, kulit berminyak, berjerawat, skin tag (tumbuhnya daging berukuran kecil pada permukaan leher atau ketiak).

Salah satu tanda PCOS adalah siklus menstruasi tidak teratur

Penyebab

Penyebab pasti PCOS belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang mungkin berperan. Pertama yaitu genetik pada beberapa wanita yang dominan pada bagian fenotipe PCOS. Ada pula faktor lingkungan seperti aktivitas fisik, gaya hidup, dan pola makan. Paparan bahan kimia pengganggu dan glikotoksin diketahui turut menyebabkan variasi genetik dan gangguan sistem reproduksi.

Selanjutnya adalah resistensi insulin, ketika jumlahnya terlalu banyak maka tubuh akan membuat hormon androgen pria lebih banyak pula. Hormon androgen yang terlalu tinggi akan mengganggu proses ovulasi yang menyebabkan telur tidak dapat berkembang secara teratur dan lepas dari folikel. Terakhir adalah peradangan tingkat rendah (inflamasi). Peradangan tingkat rendah dalam jangka panjang menyebabkan ovarium polisiklik pada wanita memproduksi androgen.

Penyebab pasti tidak diketahui

Pengobatan

Tidak ada obat untuk menyembuhkan PCOS, tetapi gejalanya dapat diatasi. Terapi obat dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup adalah hal yang disarankan. Wanita yang mengalami PCOS dan obesitas sebaiknya menurunkan berat badan, beraktivitas fisik, dan menerapkan diet gizi seimbang. Kegiatan ini akan membuat kinerja insulin lebih efisien dan membantu wanita untuk berovulasi. Obat-obatan tersedia untuk mengatasi gejala yang timbul seperti hirsutism dan jerawat.

Kombinasikan gaya hidup sehat dan terapi obat

Komplikasi

Umumnya perempuan dengan PCOS kemungkinan beresiko untuk mengalami masalah kesehatan tertentu, terutama terkait kesuburan (kemampuan untuk wanita untuk hamil). Komplikasi lain seperti diabetes mellitus tipe 2, tekanan darah tinggi, permasalahan pada jantung dan pembuluh darah, kanker rahim, peradangan hati, serta sindrom metabolik mungkin saja terjadi. 

Manajemen stres sangat penting untuk dijaga. Pada beberapa wanita kemungkinan saja mereka mengalami tekanan mental ketika mendapati ada perubahan secara fisik pada tubuhnya karena hal tersebut dapat ditangkap oleh indera penglihatan. Oleh karena itu, melakukan perawatan kosmetik dapat dijadikan sebagai bentuk relieve stress agar membuat perasaan lebih baik terkait penampilan.

Diabetes adalah salah satu komplikasi dari PCOS

Demikian beberapa hal yang perlu diketahui tentang Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). Jika ada diantara Ladies yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur, tumbuhnya rambut secara berlebihan, jerawat, atau peningkatan berat badan, segeralah periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

Kamu dapat berkonsultasi dengan dokter di Newfemme untuk menentukan langkah selanjutnya. Jangan melakukan self-diagnosis dan selalu jaga kesehatan ya, Ladies!

 

Sumber:

Mayoclinic.org. (No Date). Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) [Online] https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcos/symptoms-causes/syc-20353439

United Kingdom National Health Service. (2022). Overview Polycystic Ovarian Syndrome [Online] https://www.nhs.uk/conditions/polycystic-ovary-syndrome-pcos/

Johns Hopkins Medicine. (No Date). Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) [Online]  https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/polycystic-ovary-syndrome-pcos

Bulsara, J., Patel, P., Soni, A., & Acharya, S. (2021). A review: Brief insight into Polycystic Ovarian syndrome. Endocrine and Metabolic Science, 3, 100085.

Komentar

User NewFemme

Marni retnosari

23 Nov, 2022 15:27

Bagus