Logo NewFemme
Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan Dehidrasi

Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan Dehidrasi

Kesehatan 28

Dehidrasi terjadi ketika seseorang menggunakan atau kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi. Hal itu menyebabkan tubuh tidak memiliki cukup air dan cairan lainnya untuk menjalankan fungsi secara normal.

Seseorang akan mengalami dehidrasi ketika ia tidak mengganti cairan tubuhnya yang hilang. Semua orang dapat mengalami dehidrasi, tapi kondisi ini lebih berbahaya pada anak-anak dan orang lanjut usia. Berikut merupakan beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang dehidrasi agar kita lebih sadar dan waspada terhadap kebutuhan asupan air harian.

Gejala Dehidrasi

Perasaan haus tidak selalu bisa dijadikan indikator awal ketika tubuh membutuhkan asupan air. Banyak orang yang tak merasa haus hingga ia sudah mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan asupan air terutama saat cuaca panas atau ketika sedang melawan penyakit.

Berikut merupakan tanda dan gejala dehidrasi yang dibedakan berdasarkan usia:

  • Anak-anak

Dehidrasi pada anak-anak ditandai dengan bibir dan lidah yang kering, tidak ada air mata ketika menangis, serta popok yang tetap kering setelah 3 jam. Selain itu, rongga mata dan pipi yang terlihat cekung juga merupakan tanda dehidrasi.

  • Orang dewasa

Rasa haus yang luar biasa, berkurangnya frekuensi buang air kecil, dan urine berwarna gelap merupakan tanda dehidrasi yang ditemukan pada orang dewasa. Selain itu, dehidrasi juga dapat menyebabkan rasa lelah, pusing, dan linglung.

Penyebab Dehidrasi

Dehidrasi dapat disebabkan oleh hal yang sederhana, yaitu kurang minum. Terutama ketika kita sedang sakit, sibuk, serta tengah memiliki akses yang terbatas terhadap air minum ketika sedang berpergian atau berkemah. Selain itu, dehidrasi juga dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  1. Diare dan muntah-muntah.

Diare yang parah dan akut dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit dalam waktu yang singkat. Jika diare juga dibarengi dengan muntah-muntah, maka jumlah cairan yang hilang juga akan makin banyak.

  1. Demam.

Secara umum, semakin parah demam seseorang, maka akan semakin dehidrasi seseorang tersebut. 

  1. Berkeringat hebat.

Sebagaimana yang terlihat, kamu akan kehilangan cairan tubuh ketika sedang berkeringat. Ketika seseorang melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi dan tidak mengganti cairan yang hilang secara seimbang, maka ia akan mengalami dehidrasi. Cuaca yang batas dan lembab dapat meningkatkan jumlah cairan tubuh yang hilang melalui keringat. 

  1. Sering buang air kecil.

Kondisi ini dapat terjadi akibat diabetes yang tidak terkontrol maupun belum terdeteksi. Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat memicu kondisi ini, seperti obat untuk tekanan darah.

Cara Pencegahan Dehidrasi

Perbanyak minum dan konsumsi makanan yang mengandung air, seperti buah dan sayuran, merupakan langkah yang paling umum diterapkan mencegah kondisi dehidrasi. Pastikan untuk memenuhi kebutuhan asupan cairan harian. Terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang untuk mengonsumsi lebih banyak cairan daripada biasanya, diantaranya adalah:

  1. Diare dan muntah-muntah. 

  2. Melakukan olahraga yang berat.

  3. Berada di lingkungan dengan cuaca panas dan dingin. 

  4. Sedang melawan penyakit seperti flu, bronkitis, dan infeksi ginjal.

Dehidrasi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kejang-kejang, heat injury, hypovolemic shock, serta masalah pada ginjal dan urine. Disarankan untuk setidaknya minum 8 gelas air setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan asupan cairan hairan.

Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi air lebih banyak, masing-masing 2,4 liter dan 3,1 liter setiap harinya.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Mayo Clinic Staff. (2021). Dehydration. Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086