Penyebab dan Cara Menyikapi Sindrom Peter Pan

Penyebab dan Cara Menyikapi Sindrom Peter Pan

Kesehatan 82

Penyebab Sindrom Peter Pan

1. Pola Asuh Permisif dan Protektif

Pola asuh orang tua semasa anak kecil berperan terhadap pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Apa yang mereka terima dan dapatkan di masa kecil mungkin memengaruhi cara mereka menyikapi kehidupan yang sebenarnya saat dewasa. Baik pola asuh permisif maupun protektif, keduanya mungkin punya kontribusi tersendiri. 

a. Pola asuh permisif

Orang tua yang terlalu permisif (gaya pengasuhan di mana orang tua bersifat terlalu longgar dan membebaskan anak-anaknya) sering kali tidak menetapkan batasan yang jelas terhadap perilaku anak-anak mereka. Akibatnya, anak-anak tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan dalam hidupnya tanpa pertimbangan berarti.

Biasanya, anak yang tumbuh dengan pola asuh permisif tidak mampu menangani sesuatu dengan tepat, pun tidak belajar bahwa sesuatu yang mereka lakukan memiliki konsekuensi. Hal ini karena permasalahan mereka biasanya ditangani oleh orang tuanya. Selain itu, mereka mungkin tidak memahami betapa pentingnya bekerja saat dewasa karena kebutuhan finansialnya selalu terpenuhi sedari kecil. 

b. Pola asuh protektif

Berbeda dengan pola asuh permisif, orang tua yang protektif dapat membuat anak merasa bahwa dunia orang dewasa itu menakutkan dan penuh kesulitan. Akibatnya, anak cenderung dipenuhi segala keinginannya, tanpa memikirkan bahwa mereka perlu diajarkan keterampilan dasar, seperti mengelola anggaran, kegiatan rumah tangga, atau menyelesaikan masalah. 

Pada akhirnya  ketika ini terjadi, anak menjadi terjebak dalam dunia mudanya, hidupnya terasa aman dan tidak perlu memikirkan hal yang lebih kompleks. Mereka menjadi berpikir bahwa konsep-konsep dewasa tidak cocok untuknya, sehingga mencoba untuk menghindari konsep-konsep tersebut dalam hidupnya sendiri.

2. Faktor Ekonomi

Kesulitan ekonomi juga dapat berkontribusi pada sindrom peter pan, terutama pada generasi muda. Maksudnya, karena kecanggihan teknologi dan adanya perubahan struktural dalam ekonomi, menyebabkan seseorang berpikir bahwa menjadi dewasa itu sulit. Sulitnya mendapatkan pekerjaan atau tidak sebandingnya upah dengan tanggung jawab menyebabkan seseorang kekurangan motivasi untuk mengejar karir.

Perbedaan pertumbuhan ekonomi di masa muda dan dewasa menjadi kesulitan tersendiri untuk dihadapi

Cara Menyikapi

Tentunya, sebagai seseorang yang beranjak dewasa, menikmati masa muda dengan hidup penuh keceriaan tidak ada salahnya, terlebih jika tujuannya adalah untuk mempertahankan kesehatan mental jangka panjang. Namun, orang dengan sindrom peter pan melampaui konsep ini, yang justru dapat menyebabkan munculnya masalah baru.

1. Jika Kamu adalah Peter Pan

Tumbuh dewasa memang menantang, terutama dalam menghadapi suatu hal yang tidak pernah kita temukan di masa kecil, misalnya masalah hubungan, pengasuhan anak, keuangan, dan pekerjaan. Hal ini menyebabkan banyak orang ingin kembali ke masa mudanya. Namun, mempertahankan dunia “muda” itu tidak tepat. 

Jika kamu menghindari tanggung jawab dewasa, pasti akan ada konsekuensinya. Kamu juga tidak dapat menggantungkan hidupmu pada orang lain, karena tidak pula semua orang menyanggupinya. Maka dari itu, jika kamu mengalami kesulitan terkait ini, datangilah seorang profesional kesehatan mental untuk membantu memberikan jalan keluar.

2. Jika Pasanganmu adalah Peter Pan

Jika pasanganmu menunjukkan tanda-tanda sindrom peter pan, ingatlah bahwa mengubah seseorang yang tidak siap atau tidak mau berubah bisa menjadi tantangan tersendiri. Alih-alih berusaha mengubahnya, komunikasikan ambisi, harapan, dan tujuan hidupmu bersamanya. Lihat bagaimana ia merespons dan menghormati kedewasaan yang kamu tunjukkan. 

Jika pasanganmu tidak memiliki tujuan yang sama, pertimbangkan apakah kamu bisa menerima hubungan tersebut apa adanya atau mencari pasangan yang lebih sesuai dengan keinginanmu. Tidak ada salahnya karena itu juga demi kebahagiaanmu sendiri. Menghentikan perilaku yang memungkinkan mereka menghindari tanggung jawab juga mungkin dapat membantu mendorong perubahan.

Diskusikan terkait tujuan dan harapan, lalu pertimbangkan apakah itu dapat diterima dalam hubungan

Beberapa faktor yang memengaruhi munculnya sindrom peter pan mencakup pola asuh orang tua (permisif atau protektif) dan faktor ekonomi. Untuk mengatasi sindrom ini, penting untuk mengenali pola perilaku dan mencari bantuan profesional jika diperlukan. Jika pasanganmu mengalaminya, komunikasikan harapan dan tujuan hidup, serta pertimbangkan apakah hubungan tersebut dapat dilanjutkan atau tidak.