Alternatif Pengganti Gula Pasir: Mana yang Baik?

Alternatif Pengganti Gula Pasir: Mana yang Baik?

Kesehatan 180

Gula telah menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari. Mereka tidak 100% buruk untuk kesehatan, karena tubuh memerlukan gula untuk berfungsi. Namun, gula tambahan dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan. Lalu, apakah konsumsinya perlu digantikan dengan alternatif lain? Bisa saja, tetapi kita juga harus memahami mana yang tepat dan kurang tepat. Berikut penjelasannya.

Gula Tidak 100% Buruk Bagi Kesehatan

Secara umum, gula tidak secara inheren buruk. Mereka justru diperlukan oleh tubuh, yaitu sebagai bahan bakar. Karbohidrat dalam makanan diproses oleh tubuh untuk diubah menjadi glukosa (gula). Sel-sel tubuh kemudian menarik glukosa dari aliran darah dan menggunakannya sebagai bahan bakar dan energi. Maka dari itu, menghilangkan sumber gula alami dan karbohidrat lainnya dari pola makan bukanlah pilihan yang sehat.

Namun, kita dapat membuat pilihan yang bijak terkait asal asupan gula harian dalam makanan. Gula alami yaitu gula yang terkandung secara alami dalam makanan, seperti buah, produk susu, dan biji-bijian. Sementara itu, gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke dalam proses pengolahan makanan, seperti donat, roti, permen, minuman bersoda, minuman kemasan, jus kemasan, bahkan bumbu seperti saus tomat dan saus barbekyu.

Gula tersembunyi inilah yang menyebabkan asupan gula harian berlebih, padahal manfaatnya tidak sebanding dengan jumlahnya. Terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan dapat menyebabkan masalah kesehatan, mulai dari meningkatkan kadar gula darah, resistensi insulin, diabetes tipe 2, meningkatkan trigliserida, obesitas, serta masalah gigi seperti gigi berlubang.

Gula tetap dibutuhkan oleh tubuh sebagai bahan bakar

Alternatif Gula Pasir

Alternatif gula adalah bahan- bahan yang rasanya manis tetapi tidak mengandung gula pasir (table sugar). Biasanya alternatif gula sering dicantumkan dalam produk-produk “bebas gula” atau “rendah gula”. Secara umum, mereka dikelompokkan menjadi 4 bagian. Berikut penjelasan singkatnya.

1. Natural Sweeteners (Pemanis Alami)

Pemanis alami adalah bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk menambahkan rasa manis, tetapi bukan gula pasir. Contoh pemanis alami yaitu madu, sirup maple, dan nektar. Meskipun mereka alami, jumlah kalorinya cenderung tinggi. Maka dari itu, serupa dengan gula pasir, konsumsinya tetap perlu dibatasi. 

2. Artificial Sweeteners (Pemanis Sintetis)

Pemanis sintetis atau pemanis buatan terbuat dari bahan kimia di laboratorium maupun bahan alami seperti herba. Pemanis buatan biasanya memiliki tingkat kemanisan ratusan kali lipat lebih tinggi daripada gula pasir, tidak mengandung kalori, tetapi juga tidak mengandung zat gizi bermanfaat seperti serat, vitamin, mineral, serta antioksidan

Pemanis sintetis sudah diatur penggunaannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Contohnya termasuk acesulfame potassium (Ace-K), aspartam, sakarin, neotame, advantame, dan sukralosa. Penggunaan pemanis ini biasanya ditujukan bagi mereka yang perlu mengontrol kadar gula darah dan berat badan. Meskipun begitu, tetap tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

3. Sugar Alcohol

Gula alkohol mirip dengan pemanis sintetis dan banyak digunakan dalam makanan olahan. Rasanya tidak semanis pemanis sintetis, tetapi mampu menambahkan tekstur dan rasa. Contohnya yaitu eritritol, isomalt, laktitol, maltitol, sorbitol, xylitol, yang harus dicantumkan dalam label gizi. Namun sayang, mereka dapat menyebabkan gangguan saluran cerna, seperti kembung, bergas, dan diare

4. Novel Sweeteners

Novel sweeteners merupakan pemanis baru yang berasal dari sumber alami dan tidak mengandung kalori, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah serta kenaikan berat badan. Pemanis ini dibuat dengan proses minimal dan lebih mirip dengan sumber alami dibandingkan pemanis sintetis. Contohnya seperti stevia, allulose, tagatose, dan buah monk.

Stevia merupakan alternatif gula tanpa kalori

Gula tidak sepenuhnya buruk, mereka dibutuhkan oleh tubuh, tetapi hindari untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Alternatif gula mencakup pemanis alami, pemanis sintetis, gula alkohol, serta pemanis baru. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan kondisi kesehatan yang berbeda, sehingga tidak semua alternatif mungkin cocok.

Yuk cek asupan makanan kamu di Newfemme !