5 Pertanyaan Penting Saat Kunjungan ke Dokter Gizi Anak

5 Pertanyaan Penting Saat Kunjungan ke Dokter Gizi Anak

Kesehatan 174

Pertanyaan Seputar Gizi Anak ketika Mengunjungi Ahli Gizi

Apapun masalah tentang anak yang sedang ibu alami, termasuk masalah gizi sang buah hati, tanyakan saja pada ahlinya. Jadi, ibu bisa mendapatkan penjelasan dan solusi yang tepat. Begitu pula dengan permasalahan nutrisi Si Kecil, ibu bisa bertanya langsung kepada ahli gizi anak. 

Shop with Me

Humanist
IDR 520.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Azzura Two Way Cake
IDR 27.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum Rainbow 1L
IDR 75.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Sendok
IDR 3.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Biasanya, orang tua akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut saat berdiskusi dengan ahli nutrisi:

1. Berapa banyak protein yang anak butuhkan?

Dokter akan melihat kebutuhan protein anak sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Menjelang usia pubertas, asupan protein untuk anak terbagi berdasarkan jenis kelaminnya. 

Umumnya, kebutuhan protein harian untuk anak usia 0 sampai 9 tahun masih sama antara anak laki-laki dan perempuan. Namun, menjelang usia 10 tahun, kebutuhan protein anak laki-laki cenderung lebih tinggi daripada anak perempuan. 

Protein memang menjadi perhatian orang tua, terutama karena anak cenderung pilih-pilih makanan, sedang tumbuh gigi, dan belajar mengunyah. Semua hal ini dapat memengaruhi konsumsi protein anak.

2. Bolehkah memberikan makanan yang sama selama itu memenuhi gizi anak?

Ibu perlu mengetahui bahwa gizi anak dari menu makan sehat sebenarnya lebih dari sekadar vitamin dan mineral yang cukup, karena hal ini juga mencakup keseimbangan serat, karbohidrat kompleks, lemak esensial dan protein. 

Jadi, daripada menawarkan makanan yang sama setiap hari, lebih baik ibu mencari menu yang lebih bervariasi dan tetap dapat memenuhi asupan gizi harian sang buah hati. 

3. Apakah anak memerlukan suplemen?

Jika anak-anak mengonsumsi makanan seimbang yang sehat, secara teori mereka tidak membutuhkan suplemen. Oleh karena itu, ibu tahu bahwa 1 dari 5 anak mengalami kekurangan zat besi, sehingga dalam beberapa kasus perlu suplemen khusus. 

Satu-satunya kondisi anak memerlukan suplemen adalah ketika mereka mengalami kekurangan zat besi, atau ketika anak sedang sakit. Pemberian zinc ekstra dan vitamin C dapat berguna untuk kondisi tersebut karena membantu pemulihan dari penyakit yang lebih cepat. 

4. Berapa banyak susu yang perlu anak konsumsi setiap hari?

Susu mengandung nutrisi penting untuk perkembangan anak, salah satunya adalah kalsium. Memasuki usia tiga tahun, anak-anak setidaknya mengonsumsi susu maksimal 350 mililiter per hari. 

Mengonsumsi susu lebih dari asupan tersebut justru dapat menggantikan nutrisi penting yang sebenarnya bisa ibu berikan pada anak dari jenis makanan lain, seperti sumber protein nabati.

5. Bagaimana membuat anak mau makan sayur?

Coba, coba dan coba lagi! Anak-anak sering melewati tahapan dalam preferensi rasa. Jadi, menjadi hal yang sebenarnya sangat normal bagi anak untuk menikmati makanan tertentu dan kemudian berkata tidak mau keesokan harinya.

Guna membuat anak makan lebih banyak sayuran sehingga gizi anak tercukupi, mulailah dengan menyediakannya secara rutin. Pertimbangkan untuk bertanya pada anak sayuran mana yang ingin anak coba, lalu sediakan untuk mereka. 

Membahas mengenai makanan sehat dan pemenuhan gizi anak memang menjadi tugas orang tua yang cukup menantang. Jika ibu memerlukan bantuan, tanyakan langsung saja pada ahli gizi di Newfemme dengan cara download Newfemme terlebih dahulu melalui App Store atau Play Store.