Neural Tube Defect: Cacat Lahir Pada Bayi

Neural Tube Defect: Cacat Lahir Pada Bayi

Kesehatan 172

Neural tube defect (NTD) atau cacat tabung saraf merupakan cacat lahir (kondisi bawaan) pada otak, tulang belakang, atau sumsum tulang belakang. Kondisi ini terjadi pada bulan pertama janin berkembang, seringkali bahkan sebelum seseorang menyadari bahwa ia sedang hamil. 

Shop with Me

Posh Hijab body spray 150ml
IDR 18.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jas Hujan Axio Assio Europe Origina
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Zinc Zink Capsule Tiens Original Suplemen Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Peninggi Penggemuk Badan Dewasa Anak Kecerdasan Otak Permanen ampuh Obat herbal Alami Termurah Isi 60 Kapsul
IDR 152.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Humanist
IDR 520.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Selama awal kehamilan, tulang belakang janin biasanya berkembang dengan dua sisinya saling menyatu untuk melindungi sumsum tulang belakang dan otak yang sedang berkembang. Bagian ini disebut sebagai tabung saraf. Seiring perkembangan, bagian atas tabung saraf menjadi otak, sementara sisanya menjadi sumsum tulang belakang. Namun, NTD terjadi ketika tabung saraf ini tidak menutup sepenuhnya, menyebabkan risiko kelainan pada janin.

Jenis Neural Tube Defect

Neural tube defect yang umum terjadi adalah spina bifida dan anencephaly, tetapi terdapat 2 jenis lainnya yang lebih langka, yaitu encephalocele dan iniencephaly. Berikut adalah penjelasan singkatnya:

Neural tube defect dapat menyebabkan lahir mati

1. Spina Bifida

Spina bifida adalah jenis cacat tabung saraf yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika tabung saraf tidak menutup sepenuhnya di sepanjang tulang belakang. Spina bifida ini terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Myelomeningocele (spina bifida terbuka): tabung saraf tidak tertutup sepenuhnya, menyebabkan terbentuk kantung berisi cairan menonjol dari punggung bayi. Kantung tersebut berisi bagian sumsum tulang belakang, meningen, saraf, dan cairan serebrospinal (CSF). Ini adalah bentuk yang paling parah.

  • Meningocele: terdapat kantung cairan yang menonjol melalui lubang di punggung bayi, tetapi sumsum tulang belakangnya tidak rusak.

  • Spina bifida occulta: adanya celah kecil di tulang belakang tanpa adanya kerusakan atau kantung di punggung bayi. Saraf dan sumsum tulang belakang tidak rusak, dan kondisi ini biasanya tidak menyebabkan kecacatan apa pun. Ini adalah bentuk yang paling ringan.

2. Anencephaly

Anencephaly terjadi ketika tabung saraf janin tidak menutup sempurna di bagian. Hal ini menyebabkan tengkorak, kulit kepala, dan otak tidak berkembang dengan baik. Bagian otak serta tengkorak hilang, sementara jaringan otak yang terbentuk biasanya terbuka karena tidak cukupnya kulit dan tulang untuk menutupinya. Bayi dengan anencephaly biasanya lahir mati atau meninggal tidak lama setelah lahir.

3. Encephalocele

Ensefalokel terjadi ketika tabung saraf tidak menutup di dekat otak dan terdapat lubang di tengkorak. Otak janin dan membran yang menutupinya bisa menonjol melalui tengkorak, membentuk tonjolan seperti kantung. Dalam beberapa kasus, hanya ada lubang kecil di rongga hidung atau area dahi yang tidak terlihat dengan jelas.

4. Iniencephaly

Iniencephaly terjadi ketika tulang belakang mengalami malformasi (tidak berbentuk dengan baik). Ini seringkali menyebabkan leher yang tidak terbentuk, sehingga kepala bayi terlipat ke belakang. Kulit wajah bayi terhubung dengan dada sementara kulit kepala terhubung dengan punggung. Bayi dengan iniencephaly biasanya lahir mati.

Penyebab

Belum diketahui secara pasti penyebab neural tube defect, tetapi dipercaya ini terjadi karena kombinasi dari beberapa faktor, termasuk genetik, nutrisi, dan lingkungan. Dari segi nutrisi, ibu yang kekurangan asam folat dalam tubuhnya sebelum dan selama kehamilan berisiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf.

Salah satu faktor risiko NTD adalah kurangnya asupan asam folat sebelum dan selama hamil

Neural tube defect (NTD) mencakup spina bifida, anencephaly, encephalocele, dan iniencephaly, yang masing-masing memiliki tingkat keparahan dan karakteristik tersendiri. Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, kekurangan asam folat dalam tubuh ibu selama kehamilan diyakini menjadi faktor risiko yang signifikan. Maka dari itu, penting bagi seorang ibu hamil untuk mendapatkan pemantauan prenatal yang tepat serta asupan gizi yang cukup.