5 Makanan Tinggi Kolesterol yang Perlu Dibatasi

5 Makanan Tinggi Kolesterol yang Perlu Dibatasi

Kesehatan 351

1. Kuning Telur

Telur merupakan salah satu makan bergizi yang dengan mudah kita peroleh dan bisa diolah ke dalam berbagai macam jenis hidangan. Namun, kandungan kolesterolnya cukup tinggi, terutama pada bagian kuningnya. Secara umum, konsumsi telur sebanyak 1 hingga 2 butir perhari masih diperbolehkan, asalkan tidak hanya kuningnya saja. 

Shop with Me

Toples Kaca Penyimpanan Makanan Bamboo Cover - YS-7061
IDR 61.600
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Poise Facial Foam
IDR 15.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Handuk Grosir Murah Berkualitas (Ukuran 70x140)
IDR 85.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum keren kustom
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

2. Daging Merah dan Daging Olahan

Konsumsi daging merah, seperti daging sapi, domba, babi, berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol darah. Tak hanya itu, daging-dagingan olahan, seperti sosis, hot dog, kornet, bacon juga mengandung kolesterol yang tinggi. Konsumsinya yang berlebihan tidak hanya menaikkan kadar kolesterol darah, tetapi juga mampu meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan kanker.

Batasi konsumsi daging olahan dalam pola makanmu, pilihkan daging segar yang rendah atau tanpa lemak

3. Jeroan

Jeroan, seperti jantung, hati, paru-paru, babat, dan otak kaya akan kolesterol. Belum lagi jika dibeli di rumah makan padang, yang biasanya diolah menjadi gulai dengan santan. Konsumsi makanan seperti ini akan berkontribusi terhadap asupan lemak jahat, yang berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

4. Kerang-Kerangan

Kerang-kerangan yang dimaksud disini yaitu udang, lobster, kepiting, serta kerang. Mereka mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Namun, mereka juga mengandung zat gizi seperti protein, vitamin B, zat besi, dan selenium yang baik. Makanan ini tentu saja masih boleh dikonsumsi, asalkan tidak berlebihan dan diimbangi dengan sumber protein hewani lain yang lebih rendah lemak jenuhnya, seperti ikan kaya omega-3.

Kerang, udang, lobster, kepiting cukup tinggi kolesterol, tetapi juga mengandung zat gizi baik lainnya

5. Makanan yang Digoreng dan Fast Food

Kentang goreng, stik keju, katsu, jamur krispi, serta makanan cepat saji mengandung kolesterol yang tinggi. Hal ini karena proses penggorengan menyebabkan peningkatan kandungan lemak trans. Konsumsi makanan dengan lemak trans yang tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, obesitas, hipertensi, dan diabetes.

Kombinasikan dengan Makanan Lain

Konsumsi makanan-makanan di atas memang perlu dibatasi, tetapi saat kamu memakannya, ada baiknya untuk mengkombinasikannya dengan makanan lain yang lebih kaya nutrisi, misalnya serat. Jenis serat tidak larut baik untuk kesehatan pencernaan. Ia akan mengikat kolesterol dalam aliran darah dan membantu mengeluarkannya melalui feses. Contoh serat tersebut diantaranya:

  • Kacang-kacangan

  • Biji-bijian

  • Polong-polongan

  • Gandum-ganduman

  • Minyak nabati (minyak zaitun, minyak canola, minyak safflower)

Tips Tambahan

Menghilangkan daftar makanan di atas mungkin mustahil, karena lemak juga kita perlukan untuk menjalankan fungsi tubuh. Maka dari itu,  kita dapat meningkatkan upaya pencegahan risiko penyakit kardiovaskular dengan menerapkan beberapa tips tambahan berikut ini. Tidak sulit kok, sederhana saja, simak baik-baik ya!

  1. Menghilangkan semua lemak yang terlihat dari daging dan membuang kulit unggas (ayam, bebek, burung)

  2. Mengangkat atau menghilangkan lemak beku pada lapisan atas sup dingin atau sup panas

  3. Memanggang daging atau bahan makanan lainnya daripada menggorengnya dalam minyak banyak

  4. Memperkaya zat gizi dalam satu piring makanan dengan menambahkan sumber serat

Mengontrol kadar kolesterol darah menjadi kunci penting dalam pencegahan risiko penyakit kardiovaskular. Makanan seperti kuning telur, daging merah dan olahannya, jeroan, kerang-kerangan, makanan digoreng, serta fast food, merupakan kelompok makanan yang tinggi kandungan kolesterol dan lemak jenuhnya. Maka dari itu, sebisa mungkin dibatasi konsumsinya.

Namun, tak hanya dibatasi saja, tetapi bahwa keberhasilan dalam mengontrol kolesterol juga melibatkan aspek pola makan yang bergizi seimbang. Kombinasikan makanan tersebut dengan makanan kaya serat dan zat gizi lain untuk membantu menghilangkan kolesterol jahat dalam tubuh. Bagaimana nih, Ladies? Seperti apa pola makanmu saat ini?

Download Newfemme biar kamu lebih sehat !