Medical Gaslighting: Ketika Tenaga Kesehatan Mengabaikan Gejala Pasien

Medical Gaslighting: Ketika Tenaga Kesehatan Mengabaikan Gejala Pasien

Kesehatan 70

Ada seorang wanita yang mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk memeriksakan dirinya karena merasa sering pusing, dan tenaga kesehatan yang ditemui mengatakan ia hanya butuh tidur lebih banyak. Lalu wanita tersebut mencoba untuk tidur lebih banyak, tetapi gejalanya tidak mereda. Hal ini membuat dirinya tidak yakin dan akhirnya mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Shop with Me

Mainan Pop It Elektronik Elektrik Bubble Fidget Toy Anak Stress Relief
IDR 59.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Baby Nail Clipper Gunting Kuku Bayi BNC0820 Little Baby
IDR 25.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Set Alat Makan 5in1 Piring Makan Anak Balita Peralatan Makan Gift Set - Dino Blue
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
QV Baby Gentle Wash & Shampoo 250ml
IDR 81.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Setelah mendapatkan pemeriksaan dari tenaga kesehatan kedua, ternyata wanita tersebut didiagnosis mengalami tumor otak. Bagaimana mungkin diagnosis pertama tidak melihat kejanggalan pada si wanita? Hal tersebut dapat mengacu pada apa yang sering disebut dengan medical gaslighting. Yuk kita bahas!

Pengertian

Medical gaslighting merujuk pada perilaku di mana tenaga kesehatan (dokter, perawat, atau profesional medis lainnya) mengabaikan atau meremehkan gejala fisik pasien atau menghubungkannya dengan hal lain, seperti kondisi psikologis. Uniknya, kondisi ini sering terjadi pada pasien wanita dan orang berkulit hitam, di mana tenaga kesehatan cenderung tidak menganggap serius setiap gejala yang dialami. 

Misalnya, ketika wanita dan pria memiliki gejala penyakit jantung koroner yang sama, dokter lebih yakin untuk menegakkan diagnosisnya pada pria daripada wanita. Ada juga kasus di mana pasien wanita dengan penyakit jantung diperlakukan kurang agresif. Di sisi lain, wanita dua kali lebih mungkin mengalami gejala yang disebabkan oleh kondisi kesehatan mental dibandingkan pria. 

Medical gaslighting terjadi saat tenaga kesehatan mengabaikan gejala pasien

Tanda-Tanda Kena Medical Gaslighting

Tanda-tanda perilaku medical gaslighting yang dilakukan oleh tenaga kesehatan cukup gampang diidentifikasi. Tak jarang, itu dapat kita sadari hanya dari sebuah ucapan yang terlontar dari mereka. Berikut beberapa diantaranya:

  • Mengabaikan gejala pasien dan tidak menanggapi kekhawatirannya secara serius (“rasa sakit yang kamu alami bisa diatasi”)

  • Tidak mau mendengarkan pasien dan terus-menerus menyelanya

  • Menertawakan kekhawatiran pasien atau menyatakan apa yang mereka alami dan rasakan hanyalah sebuah sugesti (“itu hanya ada di kepalamu”)

  • Menjadi kurang berempati atau peka terhadap kekhawatiran dan rasa sakit pasien (“kamu hanya tegang”)

  • Menyalahkan pasien atas kondisi yang dialaminya (“kondisi seperti ini sering terjadi seiring bertambahnya usia”)

  • Mengaitkan penyebab masalah medis dengan kondisi kesehatan mental (“itu terjadi karena kamu depresi”)

Tenaga kesehatan umumnya bersikap tak acuh terhadap ucapan pasien

Penyebab

Sebenarnya, tidak semua pasien menyadari bahwa mereka mengalami medical gaslighting. Namun, penyebabnya mungkin terjadi karena bias implisit. Apa itu? Bias implisit mengacu pada sikap, perilaku, atau tindakan yang secara tidak sadar yang berkaitan dengan jenis kelamin, ras, etnis, usia, atau karakteristik lain. Pada kasus medical gaslighting, hal ini mungkin disebabkan oleh permasalahan sistemis.

Misalnya, diberikan dana secara berlebihan untuk melakukan penelitian terkait penyakit-penyakit yang sering menyerang pria, sementara dana untuk wanita tidak sebanyak itu. Hal ini kemudian menyebabkan informasi mengenai penyakit yang sering menyerang wanita menjadi lebih sedikit, sehingga tenaga kesehatan tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang isu-isu, kebutuhan, hingga pengobatannya.

Dampak

Tentunya, medical gaslighting dapat berdampak buruk terhadap pasien, baik secara fisik maupun emosional. Perilaku tersebut menyebabkan pasien menghabiskan waktu lebih lama untuk menemukan dokter mana yang dapat dipercaya untuk mendiagnosisnya secara akurat. Dampak buruknya pada pasien cukup bervariasi, contohnya adalahnya sebagai berikut:

  • Harus melakukan tes atau pemeriksaan lebih banyak

  • Mengunjungi tenaga kesehatan profesional berbeda-beda

  • Perlu mendapatkan perbaikan dalam kesehatan diagnosis medis

  • Menderita karena adanya kegagalan diagnosis dan perawatan yang tidak tepat

  • Kecemasan, depresi, bahkan PTSD (efek jangka panjang)

  • Hasil medis yang buruk (kondisi semakin memburuk akibat tidak mendapatkan perawatan intensif)

Cara Untuk Menghindari Medical Gaslighting

1. Temui dokter yang dapat kamu percayai

Jika merasa bahwa dokter pertama hanya mengabaikan, menyepelekan, atau menanggapi gejala yang kamu rasakan secara tidak serius, maka carilah dokter lain.

2. Ajak orang yang kamu percayai

Jika merasa tidak yakin, maka datangi dokter bersama dengan orang tua, teman, atau kerabat kepercayaanmu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan dukungan jika tenaga kesehatan mempertanyakan atau meragukan pernyataan kamu tentang gejala-gejala yang dialami.

3. Buatlah diary gejala

Untuk memastikan apa yang kami alami benar-benar terjadi, cobalah untuk menuliskan seluruh gejala, perkembangannya, hingga perubahan kesehatan apapun yang kamu alami dari waktu ke waktu. Melalui diary ini, kamu tidak hanya dapat mengingat apa saja yang sudah terjadi, tetapi juga menyampaikannya secara berurut dan terorganisir. 

4. Dapatkan diagnosis kedua

Jika kamu tidak puas dengan diagnosis pertama yang diterima, jangan ragu untuk mencari opini kedua.

Mecical gaslighting bisa menyebabkan pasien tidak mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Akibatnya, kondisi pasien memburuk. Lakukan tips di atas untuk mencegah itu terjadi padamu ya!

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !