Tantangan di Balik Menyusui Langsung versus Pompa ASI

Tantangan di Balik Menyusui Langsung versus Pompa ASI

Kesehatan 123

Tantangan Menyusui Langsung (Breastfeed)

Tak sedikit ibu yang memilih untuk tidak menyusui langsung. Namun kira-kira apa alasannya? Simak poin-poinnya berikut ini.

Shop with Me

Rubik 4x4 Moyu MF Meilong 4x4 Stickerless Original
IDR 34.999
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
MemoryLife - Dhira Bodysuit | Bodysuit Premium Anak Laki-Laki
IDR 159.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Emerly Cotton Baby Blanket / Selimut Bayi Katun & Serat 2 lapis - Sea Ocean
IDR 142.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Baby Nail Clipper Gunting Kuku Bayi BNC0820 Little Baby
IDR 25.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

1. Tidak Fleksibel dan Khawatir Bayi Tidak Mendapatkan ASI yang Cukup

Menyusui langsung menyebabkan ibu tidak dapat meninggalkan bayi dalam waktu terlalu lama. Saat bayi lapar, maka ibu harus siap sedia menyusuinya. Akibatnya, menjadi sulit bagi ibu untuk menetapkan jadwal yang teratur untuk menyelesaikan kegiatan lainnya. Bayi yang menyusui langsung diberi makan berdasarkan permintaan, bukan sesuai jadwal.

Di sisi lain, ada pula ibu yang khawatir anaknya mungkin saja tidak mendapatkan cukup ASI karena ia tidak tahu sudah berapa banyak yang bayinya konsumsi. Maka dari itu, untuk mengatasi rasa khawatir tersebut, ibu memilih untuk memberikan ASI pompa lewat botol untuk mengetahui secara pasti jumlahnya.

2. Risiko Puting Sakit

Tak sedikit ibu mengalami kesulitan untuk menyusui langsung si buah hati. Hal ini bisa karena puting yang sakit, pecah-pecah, atau bahkan terinfeksi akibat menyusui. Meskipun hal seperti ini juga dapat terjadi saat memompa, tetapi nyeri mungkin terasa lebih signifikan ketika pelekatan bayi buruk dan penghisapannya lebih intens.

3. Istirahat Kurang

Tidak sedikit ibu yang mengalami guncangan mental sesaat setelah melahirkan, terlebih ketika pengalaman tersebut adalah yang pertama kali baginya. Pada minggu-minggu pertama kelahiran si kecil, bayi harus sering menyusu, sehingga ibu diharuskan untuk ikut terjaga demi memastikan anaknya mendapatkan ASI sesuai permintaan. Hal ini terkadang terasa menyulitkan secara fisik dan mental.

4. Tidak Punya Waktu Luang

Seorang ibu yang memiliki bayi bisa saja merupakan seorang ibu rumah tangga, tetapi juga banyak yang memiliki profesi lain, sehingga mereka hanya memiliki sedikit waktu luang. Maka dari dari itu, ibu-ibu dengan status bekerja tersebut mau tidak mau memilih untuk memompa ASI, karena ada tanggung jawab lain yang harus dilakukan.

Ibu yang menyusui langsung memiliki risiko puting sakit lebih tinggi

Tantangan Memompa ASI (Pumping)

Memompa ASI terlihat memberikan ibu lebih banyak kebebasan, terutama terkait waktu. Namun, ada pula yang memilih untuk tidak menjadikannya pilihan pertama. Berikut beberapa alasannya.

1. Menambah Tanggung Jawab dan Kerepotan

Tentunya, ibu yang memberikan ASI lewat botol akan memiliki tugas lebih banyak daripada mereka yang menyusui langsung. Kenapa? Hal ini karena ibu harus mencuci tidak hanya botol susu, tetapi juga alat pompa, yang tidak hanya perlu dicuci tetapi juga perlu disanitasi. Kegiatan ini tidak hanya menambah tanggung jawab, tetapi juga menyita banyak waktu.

2. Belum Tentu Menghasilkan ASI sebanyak Menyusui Langsung

Berbeda dari kekhawatiran bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup, ibu-ibu yang memilih untuk tidak memompa ASI merasakan hal berbeda. Mereka mungkin cenderung merasa takut jika ASInya dipompa, maka yang keluar tidak akan sebanyak saat anaknya menyusui langsung. Hal ini karena pompa tidak seefektif mulut bayi untuk menyedot.

3. Biaya Tambahan

Tentunya, diperlukan peralatan yang lebih banyak jika memilih untuk memompa ASI, seperti pompa payudara, botol, tas penyimpanan, flange pompa (potongan plastik atau silikon yang dipasang langsung di atas puting susu untuk membantu ASI agar tidak tumpah), bra khusus, hingga tempat penyimpanan khusus.

4. Ketidaknyamanan

Membawa-bawa tas berisikan seluruh peralatan untuk memompa ASI mungkin terasa menyulitkan bayi beberapa ibu, belum lagi jika pompanya mengeluarkan suara yang cukup berisik. Akibatnya, beberapa ibu berpendapat bahwa memompa ASI menyebabkan ketidaknyamanan, terutama berkaitan dengan privasi saat di luar rumah.

Pompa asi lebih repot, menambah biaya, dan meningkatkan ketidaknyamanan

Nah, bagaimana nih Ladies? Semuanya kembali lagi ke pilihan sendiri ya. Yang penting jangan lupa, berikan ASI secara eksklusif hingga si kecil berusia 6 bulan, dan lanjutkan hingga usia 2 tahun.

 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!