Alexithymia: Ketidakmampuan Mengungkapkan Emosi

Alexithymia: Ketidakmampuan Mengungkapkan Emosi

Kesehatan 604

Alexithymia atau emotional blindness merupakan ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, merasakan, dan mengekspresikan emosi. Orang dengan kondisi ini juga mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi dan merespon emosi orang lain. Kondisi alexithymia sering kali dialami oleh orang depresi, anxiety, punya trauma masa lalu, hingga riwayat cedera otak. 

Ciri-Ciri Alexithymia

Alexithymia memengaruhi wanita dan pria dalam porsi yang sama. Ketidakmampuan mengekspresikan emosi ini bukanlah kondisi gangguan kesehatan mental, tetapi menjadi salah satu ciri dari kondisi kesehatan mental, seperti anxiety disorders, depressive disorders, eating disorders, substance use disorders, atau obsessive-compulsive disorder. Ciri-ciri orang dengan alexithymia yaitu:

  • Pemarah

  • Sering bingung

  • Sering panik

  • Sulit membaca wajah

  • Merasa tidak nyaman

  • Merasa kosong

  • Merasa kurang kasih sayang

  • Peningkatan detak jantung

Orang dengan alexithymia sering kali merasa tidak nyaman dengan kondisinya

Penyebab

Penyebab alexithymia tidak diketahui secara pasti, tetapi ada kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik, neurologis, dan kerusakan otak bagian insula (yang berperan dalam keterampilan sosial, empati, dan emosi). Kondisinya pun tidak selalu bertahan atau menetap selamanya, kecuali pada kasus-kasus tertentu, seperti berikut ini.

  • Autisme

  • Depresi

  • Trauma masa lalu

  • Penyakit dan cedera saraf, seperti Alzheimer disease, dystonia, epilepsi, Huntington disease, Parkinson disease, stroke, cedera otak traumatis 

Diagnosis

Meskipun alexithymia tidak termasuk gangguan kesehatan mental, ada kuesioner yang digunakan oleh tenaga profesional untuk memeriksa tanda-tandanya, yaitu The Twenty-Item Toronto Alexithymia Scale (TAS-20), The Bermond–Vorst Alexithymia Questionnaire (BVAQ), dan The Observer Alexithymia Scale (OAS). Selain itu, bisa juga dilakukan dengan MRI jika diprediksi penyebabnya adalah cedera otak bagian insula. 

Contoh Skenario

Pada orang normal, emosi yang mereka rasakan dapat dikenali dan diungkapkan dengan jelas dan tepat. Misalnya mereka merasa kecewa akibat perilaku pasangan. Namun di sisi lain, orang dengan alexithymia mungkin lebih awam pada perasaan “sepertinya ada yang aneh” atau “saya merasa tidak enak”, bahkan justru hanya merasa bingung tentang apa yang sedang dirasakan.

  • Pasangan sering kali harus membuat keputusan dalam hidupnya, misalnya terkait tempat tinggal, jumlah anak, atau pekerjaan. Orang tanpa alexithymia mungkin akan merasa stres dan membutuhkan saran dari si pasangan. Namun jika pasangannya mengidap alexithymia, kemungkinan besar ia hanya sedikit memberikan masukan. Pada akhirnya, si pasangan merasa tidak didengarkan dan tidak dihargai.

  • Sebuah pertengkaran cukup umum terjadi dalam hubungan pertemanan. Orang dengan alexithymia akan terlihat tidak tertarik untuk mencoba meluruskan masalah, bahkan tampak menjauh, padahal mereka punya rasa tidak enak tetapi sulit diungkapkan. Sementara orang tanpa alexithymia justru terlihat frustasi dan berusaha untuk menyelesaikan masalah. Pada situasi ini, konflik tidak dapat terselesaikan dan hubungan pertemanan menjadi terancam.

Dampak

Orang dengan alexithymia mungkin akan mengalami kesulitan, terutama dalam berhubungan dengan orang lain-lain di kehidupan sehari-hari. Terlebih ketika penyebabnya terjadi akibat trauma masa kanak-kanak. Ketika sudah dewasa, mereka menjadi tidak mampu untuk mengidentifikasi, memberi label, dan mengekspresikan perasaannya. 

  • Dampak psikologis: sulit berinteraksi dengan lingkungan, sulit membedakan emosi, dan sulit mengatur emosi karena tidak tahu apa yang harus diatur.

  • Dampak hubungan: sulit merespon kebutuhan orang lain dan sulit berbagi emosi dengan orang lain. 

Cara Mengatasi

Belum ada pengobatan khusus untuk alexithymia, tetapi biasanya perawatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang. Misalnya, jika penyebabnya adalah depresi atau anxiety, maka konsumsi obat-obatan tertentu mungkin membantu. Selain itu, bisa juga dengan cognitive behavioral therapy dan group therapy.

Lakukan terapi untuk bantu mengenali, merasakan, dan mengungkapkan emosi

Jadi, alexithymia adalah ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, merasakan, dan mengekspresikan emosi. Hal ini menyebabkan seseorang terlihat tidak berempati dan cenderung menjauh, padahal sebenarnya mereka juga merasa tidak enak. Ladies pernah tidak mengalaminya? Jika pernah, bagaimana cara mengatasinya? Yuk sharing!

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya!