Kenapa Kita Bisa Menangis Saat Marah?

Kenapa Kita Bisa Menangis Saat Marah?

Kesehatan 427

Alasan sederhana mengapa seseorang menangis saat marah adalah karena ketidakadilan, penolakan, atau penghinaan terjadi pada dirinya. Respon kita terhadap itu adalah emosi yang memuncak bersamaan dengan perasaan terluka, terkhianati, atau malu. Berikut adalah penjelasan singkat mengapa kita menangis saat marah.

Shop with Me

Dress Hitam Bunga Bunga By Theclosetlover
IDR 97.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Humanist
IDR 520.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Toples Kaca Penyimpanan Makanan Bamboo Cover - YS-7061
IDR 61.600
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jepitan Rambut Imut
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
  1. Bagian otak (amigdala, hipotalamus, kelenjar pituitari) bekerja sama untuk menghasilkan lonjakan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

  2. Akibatnya, detak jantung dan tekanan darah meningkat.

  3. Manifestasinya ke tubuh adalah menjadi hangat atau memerah, mulut terasa kering, telapak tangan menjadi lembab, dan pandangan mata menyempit.

  4. Di sisi lain, kita menjadi lupa akan apa yang ingin dikatakan ketika marah karena hormon kortisol menyebabkan ingatan jangka pendek melemah, alias pemicu munculnya amarah itu terlupakan.

  5. Seluruh peningkatan aktivitas sistem saraf dan hormon, serta dampak fisiknya ini pada akhirnya menyebabkan seseorang mengeluarkan air mata.

Manfaat

Menangis saat marah adalah salah satu bentuk pelepasan emosi dan cara kita untuk menenangkan diri. Dengan menangis, kita, walaupun tidak dengan sengaja, memaksa tubuh untuk mengatur serta mengendalikan napas. Fokus utamanya adalah untuk meredakan tarikan napas yang tidak beraturan serta menurunkan detak jantung. Pada akhirnya, kita kembali ke keadaan yang lebih tenang.

Melalui tangisan, seseorang dapat memahami dirinya sendiri lebih baik serta bagaimana suatu hal dapat berdampak pada dirinya. Menangis bukanlah tanda kelemahan, melainkan merupakan indikator bahwa situasi tersebut penting dan kita memiliki perasaan yang kuat terhadapnya. Jadi, menangislah jika memang itu diperlukan.

It is okay to cry when you are angry

Kerugian

Menangis memang wajar dan tidak ada salahnya, tetapi ini bisa menjadi merugikan ketika seseorang berada dalam situasi di mana mereka tidak ingin orang lain mengetahui perasaan yang sebenarnya mereka rasakan. Hal ini karena biasanya seseorang memiliki kekhawatiran bahwa orang lain akan mengubah persepsi terhadap mereka. 

Misalnya, orang lain mungkin akan melihatnya secara negatif, menganggapnya manipulatif, atau merasa bahwa dia tidak mampu mengelola situasi. Oleh karena itu, penting untuk merangkul dan menerima emosi tersebut, serta mengelolanya dengan baik, sehingga reaksi kita menjadi lebih tepat dan tidak mengganggu situasi di sekitar kita

Cara Terbaik untuk Mengendalikan Tangisan Saat Marah

Menangis saat marah adalah salah satu respons alami terhadap berbagai pemicu emosi dan ini adalah cara tubuh mengekspresikan perasaan yang mendalam. Namun, ada saat-saat ketika menangis mungkin tampak tidak pantas, terutama ketika berada di tengah-tengah sebuah konflik atau situasi sosial yang menuntut kita untuk tetap tenang dan terkendali. 

Dalam keadaan seperti itu, penting bagi kita untuk memiliki beberapa strategi pengelolaan emosi demi mengatasi keinginan untuk menangis di depan umum. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola air mata saat merasa bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk membagikannya, seperti berikut ini:

  • Tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri dan pikiran, sehingga kita dapat merespon situasi secara lebih bijak

  • Komunikasikan perasaan, tidak harus cara meledak-ledak, tetapi dengan membagikannya dengan anggota keluarga, teman, atau menuliskannya di dalam jurnal harian.

  • Tetap tenang di depan umum dan pikirkan dampaknya, misalnya dengan menahan air mata sedikit lebih lama, mengambil jeda sejenak dari kegiatan, mengganti topik pembicaraan, atau membahasnya di kemudian hari ketika kita sudah mampu untuk mengatasinya.

  • Lepaskan emosi ketika sudah berada di sekitar orang yang kita percayai atau bahkan hanya dengan seorang diri. 

  • Minum air untuk bantu meredakan suasana hati dan meningkatkan kemampuan berpikir jernih.

Tarik napas dalam, komunikasikan perasaan, dan lepaskan semuanya ketika situasi sudah tepat

Wajar jika kita menangis saat marah karena ini adalah bentuk pelampiasan sebuah emosi. Dengan menangis, seseorang bisa menjadi lebih tenang, tetapi di sisi lain, itu juga bisa saja merugikan. Maka dari itu, bijaklah dalam mengelola emosi. Caranya bisa dengan menarik napas dalam-dalam, tetap tenang, minum air, dan lepaskan emosi ketika situasi sudah memungkinkan.